Back to Kompasiana
Artikel

Agama

Diah Chamidiyah

masih harus banyak belajar

Sekelumit Catatan tentang kelahiran Nabi Muhammad Saw

OPINI | 04 February 2011 | 12:28 Dibaca: 472   Komentar: 8   0

HampirĀ  setiap malam pada bulan ini aku mengikuti acara pembacaan puisi-puisi cinta untuk Nabi. Benar-benar indah. Apalagi dibaca dengan nada-nada yang syahdu. Jadi semakin indah saja (walo kata misua syairnya jadi lucu). Mungkin ada sebagian yang protes, kok menyanjung Rasul SAW setinggi lagit, apa tidak mengada-ada? walaupun Muhammad SAW tidak minta di sanjung, Beliau sudah menempati tempat yang tinggi, baik di sisi Allah maupun di hati umatnya kan? Benar memang, bahwa Muhammad SAW tidak minta disanjung, dan juga tidak mengharapkan sanjungan. Momen kelahiran Beliau pada bulan Rabiul Awal ini, bisa mengingatkan kita kembali untuk menyadari bahwa Muhammad SAW mengajarkan kita pada kebaikan, kebajikan, toleransi dan juga cinta kasih. Banyak kisah teladan yang bisa kita ambil manfaatnya dari kehidupan Muhammad SAW. Tentang toleransi pada umat beragama lain, kasih sayang pada semua mahluk hidup, kejujuran, pantang menyerah, sopan santun, menuntut ilmu, berpolitik, kesehatan, mencari rejeki dan masih banyak lagi.
Banyak hal bisa kita teladani dari Muhammad SAW…..

Pada saat berjanjen (istilah di kampung untuk membaca karya Imam Burdah, kalo tidak salah),
Aku paling suka pada syair:
“Tholaal badru alaina..
Min tsaniyatil wada…….
Wa jaba syukru alaina..
Ma daallillahi da….”
(walo kurang tau artinya, jadi nyentuh di hati)
Mungkin jika dikota-kota besar atau di negara lain tidak ada acara seperti dzibaan ini. Tapi di kampungku masih ada. Bahkan setiap malam diadakan acara ini, sampe tanggal 12 nanti, dan tidak hanya satu ronde, bisa dua atau tiga ronde untuk pembacaan burdah.
Adakah dampak positifnya?
Banyak sekali….
Minimal, mengingatkan kita akan kelahiran utusan Allah yang memberikan petunjuk dalam mengarungi kehidupan. Ada lagi dampak positifnya, karena diadakan secara berkeliling, kita jadi bersilaturrahmi dengan tetangga. Yang paling ajaib dari bulan ini, tetanggaku yang semula bermusuhan, jadi akur. Mereka duduk dalam satu ruang, satu tikar dan satu semangat, mengenang kelahiran Muhammad SAW…. tuh kan, indah banget…
Nah teman2, jika sesuatu yang baru(dzibaan) itu banyak memberikan kebaikan dari pada kejelekan, kenapa tidak kita lakukan…
Selamat Hari Maulid Nabi, semoga kita bisa meneladani dan mengikuti jejak kehidupan Beliau….

Salam damai

(Foto: Wikipedia)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Nangkring Bareng Pertamina …

Maria Margaretha | | 29 August 2014 | 23:37

“Curhat Jokowi Kelelep BBM dan Kena …

Suhindro Wibisono | | 29 August 2014 | 16:40

Jose Mujica, Dihormati Meskipun Tidak Punya …

Putu Djuanta | | 29 August 2014 | 14:30

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: Kenapa …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Jogja Terhina, France Tidak Perlu Minta Maaf …

Nasakti On | 7 jam lalu

Rising Star Indonesia, ‘Ternoda’ …

Samandayu | 7 jam lalu

Yogya, Kamar Kos, dan Segarnya Es Krim Rujak …

Wahyuni Susilowati | 11 jam lalu

Doa untuk Mas Vik …

Aiman Witjaksono | 14 jam lalu

Kejadian di SPBU yang Bikin Emosi… …

Ryan M. | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

5 Polusi Rumah yang berbahaya selain Rokok …

Hendrik Riyanto | 7 jam lalu

Tentang Mengusahakan Jodoh …

Adin_noel | 8 jam lalu

V2 a.k.a Voynich Virus (part 19) …

Ando Ajo | 9 jam lalu

Meninjau Konsistensi kehalalan Produk …

Donny Achmadi | 9 jam lalu

Gojlokan Dian Kelana, Membuatku Kecanduan …

Seneng Utami | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: