Back to Kompasiana
Artikel

Agama

Pendidikan Islam

REP | 05 February 2011 | 05:01 Dibaca: 11310   Komentar: 4   0

A. Latar Belakang Masalah

Agama berperan penting dalam kehidupan umat manusia. Agama menjadi pemandu dalam mewujudkan suatu kehidupan yang bermakna, damai dan bermartabat. Menyadari betapa pentingnya peran agama bagi kehidupan manusia maka internalisasi nilai-nilai agama dalam kehidupan setiap pribadi menjadi sebuah keniscayaan, yang ditempuh melalui pendidikan baik pendidikan di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.

Pendidikan Agama dimaksudkan untuk peningkatan potensi spiritual dan membentuk peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah Subhanahu Wata’ala dan berakhlak mulia. Akhlak mulia menyangkut etika, budi pekerti, dan moral sebagai manifestasi dari pendidikan Agama. Peningkatan potensi spiritual mencakup pengenalan,pemahaman, dan penanaman nilai-nilai keagamaan, serta pengamalan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan individual ataupun kolektif kemasyarakatan. Peningkatan potensi spiritual tersebut pada akhirnya bertujuan pada optimalisasi berbagai potensi yang dimiliki manusia yang aktualisasinya mencerminkan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Allah Subhanahu Wata’ala.

Pendidikan Islam diberikan dengan mengikuti tuntunan bahwa agama diajarkan kepada manusia dengan visi untuk mewujudkan manusia yang bertakwa kepada Allah Subhanahu Wata’ala dan berakhlak mulia,serta bertujuan untuk menghasilkan manusia yang jujur, adil, berbudi pekerti, etis, saling

1

2

menghargai, disiplin, harmonis dan produktif, baik personal maupun social.

Pendidikan Islam diharapkan menghasilkan manusia yang selalu menyempurnakan iman, takwa, dan akhlak, serta aktif membangun peradaban dan keharmonisan kehidupan, khususnya dalam memajukan peradaban bangsayang bermartabat. Manusia seperti itu diharapkan tangguh dalam menghadapi tantangan, hambatan, dan perubahan yang muncul dalam pergaulan masyarakat baik dalam lingkup local, nasional, regional maupun global.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka dapat dirumuskan beberapa permasalahan sebagai berikut:

  1. Pengertian Pendidikan Islam
  2. Tujuan Pendidikan Islam

C. Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memberikan gambaran tentang pengertian pendidikan Islam dan tujuan pendidikan Islam. Khususnya di negeri Indonesia yang tercinta ini dan umumnya di dunia yang fana ini.

BAB II

PENDIDIKAN ISLAM

A. Pengertian Pendidikan Islam Menurut Berbagai Pakar

a. Menurut Drs. Ahmad D. Marimba : Pendidikan Islam adalah bimbingan jasmani, rohani berdasarkan hukum-hukum agama Islam menuju kepada terbentuknya kepribadian utama menurut ukuran-ukuran Islam. Dengan pengertian yang lain sering kali beliau mengatakan kepribadian yang memiliki nalai-nilai agama Islam, memilih dan memutuskan serta berbuat berdasarkan nilai-nilai Islam, dan bertanggung jawab sesuai dengan nilai-nilai Islam. 1

b. Menurut Abdul Rahman Nahlawi;

اَلتربيّةُ الإسْلاَ مِيَّةُ هِيَ ا لتَّنْظيمُ المُنْفَسِيُّ والإجتماعيُّ الَّذيْ يُؤْديْ إلى اعْتنَاق الإسْلاَم وتَطْبيْقَة كلّيّا فى حَياة الْفرْدِ وَالْجمَاعَةِ

Artinya;

Pendidikan Islam ialah pengaturan pribadi dan masyarakat yang karenanya dapatlah memeluk Islam secara logis dan sesuai secara keseluruhan baik dalam kehidupan individu maupun kehidupan kolektif”.2

d. Menurut Mustofa Al-Ghulayani : Bahwa Pendidikan Islam ialah menanamkan akhlak yang mulia di dalam jiwa anak dalam masa pertumbuhannya dan menyiraminya dengan petunjuk dan nasihat, sehingga ahklak itu menjadi salah satu kemampuan (meresap dalam) jiwanya kemudian buahnya berwujud keutamaan, kebaikan dan cinta bekerja untuk kemanfaatan tanah air.3

e. Menurut Syah Muhammad A. Naquib Al-Atas : Pendidikan Islam ialah usaha yang dilakukan pendidik terhadap anak didik untuk pengenalan dan pengakuan tempat-tempat yang benar dari segala sesuatu di dalam tatanan penciptaan sehingga membimbing

_______________________ 3

1 Ahmad D. Marimba, Pengantar Filsafat Pendidikan Islam, (Bandung : Al-Ma’arif, 1962), h. 23.

2 Abdurrahman An Nahlawi, Prinsip-prinsip dan Metode Pendidikan Islam dalam Keluarga, di Sekolah, dan di Masyarakat, (Terjemahan Drs. Herry Noer Ali), (Bandung : CV. Diponegoro,1989).

3 Mustofa Ghalayaini, Idhatun Nasihiin, (Shaida : Mathba’ah Ashriyah, 1368 H/1949 M), Cet. Ke-6

4

kearah pengenalan dan pengakuan akan tempat Tuhan yang tepat di dalam tatanan wujud dan kepribadian.4

f. Menurut Prof. Dr. Hasan Langgulung : Pendidikan Islam ialah Pendidikan yang memiliki 4 macam fungsi, yaitu :

1). Menyiapkan generasi muda untuk memegang peranan-peranan tertentu dalam masyarakat pada masa yang akan datang. Peranan ini berkaitan erat dengan kelanjutan hidup (survival) masyarakat sendiri

2). Memindahkan ilmu pengetahuan yang bersangkutan dengan peranan-peranan tersebut dari generasi tua kepada generasi muda.

3). Memindahkan nilai-nilai yang bertujuan memelihara keutuhan dankesatuan masyarakat yang menjadi syarat mutlak bagi kelanjutan hidup (surviral) suatu masyarakat dan peradaban. Dengan kata lain, tanpa nilai-nilai keutuhan (integrity) dan kesatuan(integration) suatu masyarakat, maka kelanjutan hidupersebut tidak akan dapat terpelihara dengan baik yang akhirnya akan berkesudahan dengan kehancuran masyarakat itu sendiri.5

h. Menurut M. Yusuf al-Qardhawi : Pendidikan Islam adalah pendidikan manusia seutuhnya, akal dan hatinya, rohani dan jasmaninya, akhlak dan keterampilannya. Karena itu, pendidikan agama islam menyiapkan manusia untuk hidup baik dalam keadaan damai maupun perang, dan menyiapkannya untuk menghadapi masyarakat dengan segala kebaikan dan kejahatannya, manis dan pahitnya.6

i. Menurut Endang Saifuddin Anshari : Pendidikan Islam adalah proses bimbingan (pimpinan, tuntunan, usulan) oleh obyek didik terhadap perkembangan jiwa (pikiran, perasaan, kemauan, intuisi, dan sebagainya ), dan raga obyek didik dengan bahan-

________________________

4 Dra. Hj. Nur Uhbiyati, Ilmu Pendidikan Islam1, (Bandung : CV. Pustaka Setia, 2005), Cet. Ke-3, h. 10.

5 Prof. Dr. Hasan Langgulung, Beberapa Pemikiran Tentang Pendidikan Islam, (Bandung: Al-Ma’arif, 1980).

6. M. Yusup Al -Qardhawi, Pendidikan Islam dan Madrasah Hasan Al-Banna, terj. Bustami A. Gani dan Zainal Abidin Ahmad, (Jakarta : Bulan Bintang, 1980), h.157.

5

bahan tertentu, pada jangka waktu tertentu, dengan metode tertentu, materi dan dengan alat perlengkapan yang ada kearahterciptanya pribadi tertentu disertai evaluasi sesuai dengan ajaran agama Islam.7

j. Menurut Zakiah Darajat : Pendidikan Islam adalah Pendidikan mela lui ajaran-ajaran agama islam, yaitu berupa bimbingan dan asuhan terhadap anak didik agar nantinya setelah selesai dari pendidikan itu ia dapat memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran-ajaran agama islam yang telah diyakininya secara menyeluruh, serta menjadikan ajaran agama islam sebagai suatu pandangan hidupnya demi keselamatan dan kesejahteraan hidup di dunia maupun di akhirat kelak. 8

k. Seorang ahli pendidikan Islam dari Universitas Kairo Mesir, yang bernama Ali Ahmad Madkur mengemukakan bahwa pendidikan Islam adalah serangkaian pengalaman, pengetahuan dan keterampilan yang diberikan oleh lembaga pendidikan Islam kepada peserta didiknya untuk mengembangkan dan membina potensi mereka dengan sempurna dan integral, baik akal, fisik, dan emosional mereka serta melururuskan moralitas dan akhlak mereka searah dengan kemampuan yang mereka miliki untuk dapat memakmurkan dan membangun dunia ini sesuai dengan sistem Allah dan syari’atnya (Ahmad Madkur, 1990)

Dari berbagai pengertian di atas para ahli pendidikan Islam berbeda pendapat mengenai rumusan Pendidikan Islam. Ada yang menitik beratkan pada segi pembentukan akhlak anak, ada pula yang menuntut pendidikan teori pada praktek, sebagian lagi menghendaki terwujudnya kepribadian muslim dan lain-lain. Namun dari perbedaan pendapat tersebut dapat di ambil kesimpulan, bahwa adanya titik persamaan yang secara ringkas dapat di kemukakan sebagai berikut: pendidikan Islam ialah bimbingan yang dilakukan oleh seorang dewasa kepada terdidik dalam masa pertumbuhan agar ia memiliki kepribadian muslim yang sejati.

______________________

7. Endang Saifuddin Anshari, Pokok-pokok Pikiran Tentang Islam, (Jakarta : Usaha Interprise, 1976), h.85.

8. Zakiah Darajat, et. Al., Ilmu Penididkan Islam, (Jakarta : Bumi Aksara, 2000), Cet. Ke-4, h.86-89.

6

Jika direnungkan Syariat Islam tidak akan di hayati dan diamalkan orang kalau hanya diajarkan saja, tetapi harus didirikan melalui proses pendidikan.. Nabi telah mengajak orang untuk beriman dan beramal serta berakhlak baik sesuai ajaran Islam dengan berbagai metode dan pendekatan. Dari satu segi melihat, bahwa pendidikan Islam itu lebih banyak di tunjukan kepada perbaikan sikap mental yang akan terwujud dalam amal perbuatan, baik bagi keperluan diri sendiri maupun orang lain. Dari segi lainnya Pendidikan Islam tidak hanya bersifat teoritis saja, tetapi juga praktis. Ajaran Islam tidak memisahkan antara iman dan amal saleh.

Dari berbagai pengertian tentang pendidikan diatas dapat kami ambil kesimpulannya bahwa pendidikan Islam adalah segala upaya yang mengarah kepada pertumbuhan total anak didik. Ini identik dengan pendidikan agama dalam arti menyeluruh, yang berorientasi kepada seluruh tingkah laku terpuji manusia, yang dilakukan demi memperoleh ridha Allah Subhanahu Wata’ala. Tingkah laku ini membentuk keutuhan manusia yang berbudi luhur (akhlakul karimah) atas dasar iman kepada Allah Subhanahu Wata’ala dan tanggung jawab pribadi di hari kemudian.

B. Tujuan Pendidikan Islam

Iqra’ perintah “Bacalah” dalam Al Qur’an merupakan dasar pendidikan Islam, karena lewat kegiatan membaca, seorang anak didik dapat memperoleh ilmu pengetahuan yang berguna sebagai bekal kehidupan.

Pendidikan islam tidak terbatas pada bidang agama, apalagi sekadar ritual dan formalitas agama. Sekalipun penting, segi ini baru bermakna jika mampu mengantarkan anak didik kepada makna hakiki agama.

Tujuan pendidikan Islam tidak terlepas dari tujuan hidup manusia dalam Islam, yaitu untuk menciptakan pribadi-pribadi hamba Allah yang selalu bertakwa kepadaNya, dan dapat mencapai kehidupan yang berbahagia di dunia dan akhirat (Q. S. Al-Dzariat:56; AS. Ali Imran: 102).

7

Dalam konteks sosiologi pribadi yang bertakwa menjadi rahmatan lil ‘alamin, baik dalam skala kecil maupun besar. Tujuan hidup manusia dalam Islam inilah yang dapat disebut juga sebagai tujuan akhir pendidikan Islam.

Tujuan khusus yang lebih spesifik menjelaskan apa yang ingin dicapai melalui pendidikan Islam. sehingga konsep pendidikan Islam jadinya tidak sekedar idealisasi ajaran-ajaran Islam dalam bidang pendidikan. Dengan kerangka tujuan ini dirumuskan harapan-harapan yang ingin dicapai di dalam tahap-tahap tertentu proses pendidikan, sekaligus dapat pula dinilai hasil-hasil yang telah dicapai.

Menurut Abdul Fatah Jalal, tujuan umum pendidikan Islam ialah terwujudnya manusia sebagai hamba Allah. Jadi menurut Islam, pendidikan haruslah menjadikan seluruh manusia yang menghambakan kepada Allah. Yang dimaksud menghambakan diri ialah beribadah kepada Allah.

Islam menghendaki agar manusia dididik supaya ia mampu merealisasikan tujuan hidupnya sebagaimana yang telah digariskan oleh Allah. Tujuan hidup menusia itu menurut Allah ialah beribadah kepada Allah. Seperti dalam surat Adzariyat ayat 56 :

” Dan Aku menciptakan Jin dan Manusia kecuali supaya mereka beribadah kepada-Ku”.

Jalal menyatakan bahwa sebagian orang mengira ibadah itu terbatas pada menunaikan shalat, shaum pada bulan Ramadhan, mengeluarkan zakat, ibadah Haji, serta mengucapkan syahadat. Tetapi sebenarnya ibadah itu mencakup semua amal, pikiran, dan perasaan yang dihadapkan (atau disandarkan) kepada Allah. Aspek ibadah merupakan kewajiban orang islam untuk mempelajarinya agar ia dapat mengamalkannya dengan cara yang benar. Ibadah ialah jalan hidup yang mencakup seluruh aspek kehidupan serta segala yang dilakukan manusia berupa perkataan, perbuatan, perasaan, pemikiran yang disangkutkan dengan Allah.

8

Menurut al Syaibani, tujuan pendidikan Islam adalah :

1. Tujuan yang berkaitan dengan individu, mencakup perubahan yang berupa pengetahuan, tingkah laku masyarakat, tingkah laku jasmani dan rohani dan kemampuan-kemampuan yang harus dimiliki untuk hidup di dunia dan di akhirat.

2. Tujuan yang berkaitan dengan masyarakat, mencakup tingkah laku masyarakat, tingkah laku individu dalam masyarakat, perubahan kehidupan masyarakat, memperkaya pengalaman masyarakat.

3. Tujuan profesional yang berkaitan dengan pendidikan dan pengajaran sebagai ilmu, sebagai seni, sebagai profesi, dan sebagai kegiatan masyarakat.

Menurut al abrasyi, merinci tujuan akhir pendidikan islam menjadi

1. Pembinaan akhlak.

2. menyiapkan anak didik untuk hidup dudunia dan akhirat.

3. Penguasaan ilmu.

4. Keterampilan bekerja dalam masyrakat.

Menurut Asma hasan Fahmi, tujuan akhir pendidikan islam dapat diperinci menjadi :

1. Tujuan keagamaan.

2. Tujuan pengembangan akal dan akhlak.

3. Tujuan pengajaran kebudayaan.

4. Tujuan pembicaraan kepribadian.

Menurut Munir Mursi, tujuan pendidikan islam menjadi :

1. Bahagia di dunia dan akhirat.

2. menghambakan diri kepada Allah.

3. Memperkuat ikatan keislaman dan melayani kepentingan masyarakat islam.

4. Akhlak mulia.

9

Tujuan pendidikan Islam diklasikan menjadi dua bagian yaitu tujuan umum pendidikan Islam dan tujuan khusus pendidikan Islam.

Tujuan Umum Pendidikan Islam

Tujuan umum pendidikan Islam diberi perhatian dan tidak terkena perubahan dari waktu ke waktu. Finalitas kenabian secara implisit menyatakan finalitas cita-cita yang diiajarkan Nabi Saw. Jadi, tujuan umum pendidikan islam adalah tujuan yang berada jauh dari masa sekarang, sebuah hasil pencapaian yang tidak dapat terlaksana melalui sekali kerja. Takwa kepada Allah merupakan tujuan tertinggi dalam pendidikan Islam, ia sebagai ultimate goal dari serangkaian tujuan dari masing-masing tujuan tersebut mempunyai hubungan sistematik satu sama lainnya yang tak dapat dipisahkan.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3 yang menjelaskan bahwa “pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab”

Cita-cita luhur bangsa sebagai mana tertuang dalam tujuan pendidikan nasional tersebut adalah perwujudan nilai moral bangsa yang harus tertanam dan mengakar dalam pola hidup berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat. Oleh karena itu, pendidikan Islam menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan pola pembinaan, baik yang dilakukan dalam rumah tangga, masyarakat, dan sekolah sebagai pioneer yang paling berperan dalam pembentukan kepribadian anak.

Namun, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang melalui media cetak dan eletronik seolah telah mengambil alih fungsi-fungsi pendidikan orang tua, masyarakat, dan guru. Arus global yang bergerak begitu cepat melalui media Internet yang serba digital telah berhasil mengubah paradigma, pola dan gaya hidup, dan bahkan tata nilai, sikap dan prilaku yang berdampak pada menipisnya sendi-sendi moral dan akhlak anak

10

bangsa yang berimbas pada memudarnya kepribadian siswa. Keteladanan yang ditanamkan oleh para pendiri bangsa semakin lama semakin menipis, mulai dari memudarnya keteladanan para pemimpin, tokoh masyarakat, orang tua, dan bahkan guru sebagai pengemban utama pendidikan formal di sekolah.

Pendidikan merupakan suatu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dap roses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi diri untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian , kecerdasan ahlak mulia, dan keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara ( UU RI No 20 tahun 2003, Sisdiknas pasal 1). Selanjutnya dalam pasal 3 dijelaskan, pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta perdaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa bertujuan untuk berkembangnya potensi didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa , berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kraktif,mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggungjawab.

konsep pendidikan modern yang lebih menekankan pada pentingnya pendekatan dibandingkan apa yang diajarkan. Kantin kejujuran yang telah dipelopori oleh beberapa sekolah di sejumlah kota adalah contoh kasus yang amat baik dan efektif dalam mengajarkan perilaku jujur. Jujur adalah nilai - nilai universal. Kantin kejujuran tidak hanya memngajarkan perilaku jujur disekolah, tetapi juga dampak pada perilaku anak diluar sekolah dalam bentuk apa saja dan dimana saja dia berada. Perilaku dan budaya antri juga dapat di tanamkan melalui kantin kejujuran. Ketika aturan kantin kejujuran disusun bersama guru dan peserta didik, itu artinya pendidikan demokrasi telah berjalan. Dan ketika kesepakatan dijalankan, maka peserta didik telah belajar untuk taat hukum.

Kejujuran adalah investasi sosial yang harus dimiliki dan ditulari oleh guru untuk menimbulkan kepercayaan dari murid dan orang tua, masyarakat, dan para stakeholder. Kejujuran adalah mengakui, berkata atau memberikan suatu informasi yang sesuai kenyataan dan kebenaran. Dalam praktek dan penerapannya, secara hukum tingkat kejujuran seseorang biasanya dinilai dari

11

ketepatan pengakuan atau apa yang dibicarakan seseorang dengan kebenaran dan kenyataan yang terjadi. Bila berpatokan pada arti kata yang baku dan harafiah maka jika seseorang berkata tidak sesuai dengan kebenaran dan kenyataan atau tidak mengakui suatu hal sesuai yang sebenarnya, orang tersebut sudah dapat dianggap atau dinilai tidak jujur, menipu, mungkir, berbohong, munafik atau lainnya. Oleh karena itu, kejujuran harus menjadi senjata yang paling ampuh bagi guru dalam menjalankan tugas prefesinya sehingga nilai-nilai kejujuran itu dapat ditanamkan dalam diri siswa atau peserta didik.

Dari berbagai pendapat dari pakar tersebut, dapat disimpulkan bahwa ada dua tujuan pendidikan yaitubtujuan umum pendidikan Islam dan tujuan khusus pendidikan Islam. Tujuan umum pendidikan Islam : Mewujudkan ubudiyah yang totalitas kepada Allah Subhanahu Wata’ala dengan landasan hubungan yang kontinyu seorang hamba kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Sedangkan tujuan khusus pendidikan Islam yaitu: Mengembangkan kepribadian siswa secara totalitas dan integral, menyiapkan siswa yang dapat menguasai dan melakukan aktifitas-aktifitas yang baik dan positif, membangun Umat terbaik dan membangun peradaban manusia yang baik dan Islami.

Tujuan khusus Pendidikan Islam

Adapun yang dimaksud dengan tujuan khusus adalah perubahan-perubahan yang diingini yang bersifat cabang dan bagian yang termasuk di bawah tujuan umum pendidikan.

Dengan kata lain gabungan pengetahuan, keterampilan, pola-pola tingkah laku, sikap, nilai-nilai dan kebijaksanaan-kebijaksanan yang terkandung dalam tujuan tertinggi atau umum bagi pendidikan,yang tanpa terlaksananya, tujuan

12

tertinggi atau umum juga tidak akan terlaksana dengan sempurna. Sebagai contoh,tujuan “menumbuhkan semangat agama dan akhlak “pada tahap tujuan umum, maka kita akan dapati bahwa tujuan akhir atau tujuan umum yang serupa ini menghendaki terlaksananya berbagai tujuan khusus atau tertentu. Diantaranya:

1. mempekenalkan kepada generasi muda akan akidah-akidah Islam, dasar-darnya, usul-usul ibadah, dengan cara-cara melaksanakannya dengan betul, dengan membiasakan mereka berhati-hati,dan menghormati syiar-syiar agama.

2. menumbuhkan ksedaran yang betul pad diri pelajar terhadap agama termasuk prinsip-prinsip dan dasar-dasar yang mulia.

3. menambah keimanan kepada Allah, pencipta alam, juga kepada malaikat, rasul-rasul, kitab-kitab, dan hari akhir berdasar pada paham kesadaran dan keharusan perasaan.

4. menumbuhkan minat generasi muda untuk menambah pengetahuan dalam adab dan pengetahuan keagamaan agar patuh mengikuti hukum-hukum agama dengan kecintaan dan kerelaan.

5. menanamkan rasa cinta dan penghargaan kepada Al-Qur’an, berhubungan dengannya, membaca dengan baik, memahaminya, dan mengamalkan ajaran-ajarannya.

6. menumbuhkan rasa bangga terhadap sejarah dan kebudayaaan islam dan pahlawan-pahlawannya dan berusaha mengikuti jejak mereka.

7. menumbuhkan rasa rela, optimisme, kepercayaan diri, tanggung jawab, menghargai kewajiban, tolong menolong atas kewajibaqn dan taqwa dan sebagainya.

13

8. mendidik naluri, motivasi, keinginan generasi mudah, dan membentengi mereka menahan motivasi-motivasinya, mengatur emosi dan membimbingnya dengan baik. Begitu juga mengajari mereka, berpegang dengan adat kesopanan pada hubungan dan pergaulan mereka, baik disekolah dirumah atau dilingkungan masyarakat.

9. menanamkan iman yang kuat kepada Allah pada diri mereka, menguatkan perasaaan agama, menyuburkan hati mereka dengan kecintaan, dzikir dan takwa kepada Allah.

10. membersihkan hati mereka dari dengki, iri hati, benci, kedzaliman, perpecahan dan perselisihan

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kompasiana Nangkring bareng Pertamina …

Santo Rachmawan | | 01 September 2014 | 13:07

Intip Lawan Timnas U-23 di Asian Games : …

Achmad Suwefi | | 01 September 2014 | 12:45

Anda Stress? Kenali Gejalanya …

Cahyadi Takariawan | | 01 September 2014 | 11:25

‘Royal Delft Blue’, Keramik …

Christie Damayanti | | 01 September 2014 | 13:32

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 5 jam lalu

BBM Bersubsidi, Menyakiti Rakyat, Jujurkah …

Yunas Windra | 9 jam lalu

Rekayasa Acara Televisi, Demi Apa? …

Agung Han | 10 jam lalu

Salon Cimey; Acara Apaan Sih? …

Ikrom Zain | 10 jam lalu

Bayern Munich Akan Disomasi Jokowi? …

Daniel Setiawan | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Perbaikan Gedung DPRD Kab.Tasikmalaya …

Asep Rizal | 8 jam lalu

Kompasianer, dari Sekedar Komentator Hingga …

Sono Rumekso | 8 jam lalu

Legislator Karawang Sesalkan Lambannya …

Abyan Ananda | 8 jam lalu

Di The Hague [Denhaag], ada …

Christie Damayanti | 8 jam lalu

Inilah Buah Cinta yang Sebenarnya …

Anugerah Oetsman | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: