Back to Kompasiana
Artikel

Agama

Eri Kurniawan

Saya pelajar, pengajar dan orang yang akan senantiasa 'kurang ajar' (dalam makna positif). Sekarang sedang selengkapnya

Makanan Haram yang Pernah Aku Lumat

REP | 21 January 2011 | 17:07 Dibaca: 3345   Komentar: 13   2

Kue Tiramisu (sumber: http://sites.google.com/site/meltonrecipe/tiramisu)

Kue Tiramisu (sumber: http://sites.google.com/site/meltonrecipe/tiramisu)

Yang namanya makanan haram itu bertebaran di mana-mana, baik di daerah mayoritas Muslim apalagi di daerah minoritas Muslim. Sebagian bahkan dianggap tidak haram karena ketidaktahuan atau ketidakmautahuan. Contohnya Rum, minuman terbuat dari gula tebu yang mengandung 40% alkohol. Jelas-jelas itu haram. Kalau tersaji dalam gelas sloki atau botol, orang pasti menghindarinya. Tapi kalau dijadikan bahan kue seperti dalam Tiramisu, kue sus, atau bahkan black forest, orang menyangka sah-sah saja. Kan bahan kue ini. Lagian, belum ada ceritanya orang mabuk setelah melumat Tiramisu. Padahal dalam prinsip agama, zatnya yang jadi patokan. Kalau memabukkan, sedikit atau banyak tetap haram vonisnya.

Berbagai jenis rum (sumber: http://t3.gstatic.com)

Berbagai jenis rum (sumber: http://t3.gstatic.com)

Mertua saya pun sempat terkejut ketika diberitahu mengenai status haramnya rum ini, karena menurut beliau, itu hanya bahan kue, yang gampang dicari. Bisa jadi tidak sedikit kue-kue jajanan pasar yang menggunakan rum sebagai salah satu bahannya. Dan, karena ketidaktahuan kita, kita kerap lahap saja semua itu dengan modal percaya.

Ketika hijrah ke kota Iowa, AS, kurang lebih 4 tahun ke belakang, saya begitu waspada akan makanan yang boleh saya makan, karena saya tinggal di negara yang mayoritas bukan Muslim. Otomatis makanan yang tersedia luas tidak terjamin kehalalannya. Waktu itu, prinsip sederhananya, jangan makan/minum yang beralkohol dan babi (karena saya tidak mungkin makan darah dan bangkai =). Padahal babi pun banyak ragamnya.

Teman istri saya pernah bercerita bahwa dia berpesan ke pihak sekolah bahwa anaknya tidak boleh disuguhi makanan yang ada pork-nya. Karena ketidaktahhuan (atau mungkin keteledoran), sekolah  masih menyajikan bacon dan ham, karena bukan pork, kilahnya. Ya sama saja. Pork, bacon dan ham semuanya merujuk ke daging babi.

Saya pun pernah memakan sosis, yang ternyata sosis babi. Waktu itu, dalam resepsi acara presentasi ilmiah di jurusan, tersaji sosis. Saya berprasangka baik bahwa sosisnya pasti sapi karena jurusan lebih sensitif akan keragaman keyakinan mahasiswanya. Ternyata, yang belanja makanan untuk resepsi ini bisa siapa saja yang bersedia, termasuk mereka yang tidak tahu akan keragaman agama dan larangan memakan makanan dari babi untuk Muslim. Dengan santainya, saya lahap sosis itu satu per satu, sampai akhirnya saya bertanya, karena penasaran. Ketua jurusan menjelaskan bahwa default-nya sosis itu babi kecuali kalau disebutkan sapi atau kalkun di dalam kemasannya. Saya pun menjadi eneg dibuatnya. Sedari itu, saya lebih waspada dan banyak bertanya akan makanan yang disajikan orang luar.

Marshmallows (sumber: http://www.instructables.com)

Marshmallows (sumber: http://www.instructables.com)

Makanan haram lainnya yakni marshmallows. Makanan yang satu ini kerap dijadikan pelengkap seperti dalam susu coklat atau kue. Saking populernya, marshmallows ini jadi santapan ringan orang piknik atau camping. Marshmallows ditusuk seperti sate baru kemudian dibakar di atas api. Yang pernah saya makan itu susu coklat marshmallows yang memang kesukaan saya. Apalagi di musim dingin (salju). Betapa tidak, minuman hangat seperti itu bisa jadi ‘obat’ penghangat badan ketika kedinginan. Sampai suatu hari, saya diberi informasi oleh Muslim dari negara bagian lain bahwa marshmallows ini mengandung gelatin. Gelatin ini rupanya adalah zat dari kolagen di dalam tulang dan kulit babi. Repot juga ya babi dipakai sampai ke urusan minuman dan kue.

(Sumber: http://www.jiffymix.com)

(Sumber: http://www.jiffymix.com)

Selain itu, untuk menghemat pengeluaran, saya dan istri sering membuat pizza sendiri dengan membeli pizza crust mix dan bahan-bahan lain untuk isiannya. Pernah kami membeli Jiffy Pizza Crust Mix, yang mengandung Lard. Awalnya kami tidak begitu ngeh dengan lard ini. Tapi karena penasaran, kami teliti. Eh ternyata, lard ini adalah lemak babi. Ampuuun.

Keripik atau chips merupakan salah satu makanan ringan yang doyan saya makan, apalagi sambil menyaksikan pertandingan olahraga semisal sepakbola atau American football. Bertahun-tahun, saya mengkonsumsi chips ini dari pelbagai merk (Lays, Doritos, Tortilos, Cheetos, SunChips, Stacy’s dll.) karena memang enak dan relatif terjangkau. Ternyata, beberapa bulan yang tahu teman dari Texas memberitahu bahwa sebagian produk keripik bermerk tersebut mengandung porcine, yang notabene adalah enzim babi. MasyaAllah, babi berkeliaran di setiap makanan. Untuk info lengkap mengenai chips yang bebas porcine, bisa dikunjungi langsung website perusahaannya.

Sushi (sumber: http://www.sushiexpresstogo.com)

Sushi (sumber: http://www.sushiexpresstogo.com)

Makanan Jepang dan China tidak luput dari incaran kami, sebagai alternatif karena susah mencari (bahan) makanan Indonesia di kota kecil ini. Makanan seperti sushi dan teriyaki pernah kami cicipi. Setelah riset, makanan Jepang dan China ini tidak luput dari cooking wine. Untuk sushi dan teriyaki, umumnya menggunakanmirin. Cooking wine sudah jelas haram karena memang yang dipakai adalah minuman beralkohol, anggur. Mirin ini rupanya adalah sejenis anggur beras rasanya manis yang beralkohol 14%, kurang sedikit dari sake yang juga sering dipakai dalam masakan Jepang.  Tobat! Makanan kok harus memakai alkohol.

Pasta Kedelai khas Korea (sumber: http://web.tradekorea.com)

Pasta Kedelai khas Korea (sumber: http://web.tradekorea.com)

Makanan haram yang baru kami makan terakhir ini adalah Korean hotpepper soybean paste. Semacam pasta kedelai dengan cabai untuk bumbu sayuran atau tumisan. Kami tahu akan pasta ini dari teman Indonesia lain (Muslim). Memang lezat makanan yang dibumbui pasta jenis ini. Tapi, ternyata setelah diselidiki, pasta itu mengandung spirits. Spirit ini ternyata minuman alkohol tanpa rasa yang disuling dengan persentase alkohol paling tidak 20%. MasyaAllah.

Bisa jadi masih banyak lagi bahan makanan haram yang pernah saya makan. Tentunya, semuanya bermodalkan ketidaktahuan. Makanya, semakin hari saya semakin teliti ketika bertandang ke tempat teman dan disuguhi hidangan. Banyak hal yang kita anggap aman ternyata mengandung zat yang dilarang Tuhan.

Dari semua ini, dua hal yang bisa dijadikan pelajaran.

Label makanan Kosher (sumber: http://0.tqn.com/d/kosherfood)

Label makanan Kosher (sumber: http://0.tqn.com/d/kosherfood)

1. Don’t take it for granted. Jangan asal makan, selalu bertanya apalagi ketika kita mencoba memakan makan yang tak jelas rupa (maksudnya tidak dikenal =). Makanan yang sudah biasa kita makan oleh sebagian orang bisa jadi ditambahi barang-barang haram sebagai penyedap makanan. Makanya, selalu bertanya!

2. Untuk makanan yang dibeli di supermarket seperti keripik dan makanan lainnya, selalu cari yang berlabelkan Kosher (Yahudi) di bagian bawah kemasan karena dijamin bebas dzat atau bahan dari babi. Label tersebut tidak sembarang pasang. Laiknya label halal di kita, label kosher ini harus melalui proses pemeriksaan seorang rabbi yang begitu hapal akan aturan hukum Yahudi.

Mudah-mudahan kita senantiasa diberikan bimbingan, kemauan dan kemampuan oleh Allah SWT agar bisa menghindarkan diri kita dari aneka ragam (bahan) makanan yang dilarang oleh-Nya. Pun, semoga Allah SWT mengampuni saya sekeluarga atas semua makanan haram yang tak sengaja kami lahap.

Semoga semua informasi ini berguna bagi mereka yang peduli akan apa yang dimakannya.

Kisah nyata menarik lainnya:

Si Bayi Pembawa Rezeki
Tamu Tak Diundang di Negeri Sebrang
Ada SIM Tembak di Amrik?!?
STMJ: Studi Terus Mabok Jalan
Jadi Pemulung di Amrik
Pipis di Negerinya Obama
Cari Terasi Sampai ke Washington DC
Bule, kok Ngomong Sunda?
Ke Amrik Bermodalkan Mimpi? Bisa Dong!
Shalat aja Kok Repot!!!
Ada Alien di Rumahku: Kisah Nyata
“Profesor apa Rocker?”

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Pileg] Pertarungan antar “Kontraktor …

Syukri Muhammad Syu... | | 23 April 2014 | 22:57

Pengalaman Jadi Pengamen Pada 1968 – 2013 …

Mas Ukik | | 23 April 2014 | 21:14

Ini yang Penting Diperjelas sebelum Menikah …

Ellen Maringka | | 23 April 2014 | 13:06

Bumiku Sayang, Bumiku Malang …

Puri Areta | | 23 April 2014 | 16:46

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 15 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 17 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 17 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 18 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 19 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: