Back to Kompasiana
Artikel

Agama

Fidia Larakinanti

Aku memang manusia biasa, yang tak sempurna dan kadang salah

Misteri Ka’bah (Kesaksian Neil Amstrong)

REP | 17 January 2011 | 00:26 Dibaca: 9498   Komentar: 13   1

Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekkah adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian ilmiah.

Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata, “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ?”

Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di internet. Tetapi sayangnya, 21 hari kemudian website tersebut tidak dapat ditemukan ketika kita melakukan pencarian melalui mesin pencari situs website. Itu artinya website tersebut telah dihapus dan sepertinya ada alasan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.

Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekkah, tepatnya berasal dari Ka’bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite (tidak berujung). Hal ini terbukti ketika para peneliti tersebut mengambil foto Planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’bah di Planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.

Di tengah-tengah kutub utara dan kutub selatan, terdapat suatu area yang disebut sebagai ‘Zero Magnetism Area‘. Artinya, apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik antara kedua kutub sama besarnya.

Itulah alasannya, jika seseorang tinggal di Mekkah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, sebab ia tidak terkena banyak pengaruh kekuatan gravitasi. Karena itu, ketika kita mengelilingi Ka’bah, maka diri kita seakan-akan di-recharged oleh suatu energi misterius. Hal ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.

Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan bisa mengambang di air -berbeda dengan batu lainnya yang umumnya tenggelam di air. Di sebuah museum di Inggris, ada tiga buah potongan dari batu Hajar Aswad. Pihak museum mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.

Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW bersabda : “Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya berwarna hitam”.

Ada juga sebuah kabar yang mengatakan bahwa Neil Amstrong mendengar sayup-sayup suara aneh ketika menancapkan bendera negaranya di Bulan. Diduga suara tersebut adalah suara kumandang adzan. Ia terheran-heran, bagaimana bisa suara seperti itu bisa sampai ke Bulan yang nota bene memiliki jarak cukup jauh dari Bumi.

Entah, ia dapat menemukan jawaban atas pertanyaannya itu atau tidak. Beberapa waktu kemudian, dikabarkan pula bahwa ia kemudian memeluk agama Islam karena pengalaman anehnya itu. Wallahu’alam

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tuna Netra, Tuna Rungu, dan Tuna Wicara yang …

Mbah Ukik | | 23 May 2015 | 09:25

Langkah Ekspatriat Spanyol Menuju Kursi …

Ardiansyah | | 23 May 2015 | 18:26

[Blog Competition] Ceritamu bersama …

Kompasiana | | 08 May 2015 | 18:25

Fitriya N A Dewi, Peneliti Daun Katuk untuk …

Gapey Sandy | | 20 May 2015 | 20:03

Kota Batam Gandeng Yokohama untuk Menjadi …

Isson Khairul | | 23 May 2015 | 20:23


TRENDING ARTICLES

Menyoroti Pembangunan Rel Kereta Api di …

Johanis Malingkas | 3 jam lalu

Dua Kali Ke Toilet, Saldo Multitrip Dipotong …

Endang Priyono | 4 jam lalu

Air Mata Ema Tumpah di Korem 151 Binaya …

Rusda Leikawa | 5 jam lalu

500 Becak Disiapkan Menjemput Tamu …

Niken Satyawati | 6 jam lalu

Skripsi, Thesis, Disertasi dan Budaya …

Amirsyah | 7 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: