Back to Kompasiana
Artikel

Agama

Fidia Larakinanti

Aku memang manusia biasa, yang tak sempurna dan kadang salah

Misteri Ka’bah (Kesaksian Neil Amstrong)

REP | 17 January 2011 | 00:26 Dibaca: 9369   Komentar: 13   1

Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekkah adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian ilmiah.

Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata, “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ?”

Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di internet. Tetapi sayangnya, 21 hari kemudian website tersebut tidak dapat ditemukan ketika kita melakukan pencarian melalui mesin pencari situs website. Itu artinya website tersebut telah dihapus dan sepertinya ada alasan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.

Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekkah, tepatnya berasal dari Ka’bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite (tidak berujung). Hal ini terbukti ketika para peneliti tersebut mengambil foto Planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’bah di Planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.

Di tengah-tengah kutub utara dan kutub selatan, terdapat suatu area yang disebut sebagai ‘Zero Magnetism Area‘. Artinya, apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik antara kedua kutub sama besarnya.

Itulah alasannya, jika seseorang tinggal di Mekkah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, sebab ia tidak terkena banyak pengaruh kekuatan gravitasi. Karena itu, ketika kita mengelilingi Ka’bah, maka diri kita seakan-akan di-recharged oleh suatu energi misterius. Hal ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.

Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan bisa mengambang di air -berbeda dengan batu lainnya yang umumnya tenggelam di air. Di sebuah museum di Inggris, ada tiga buah potongan dari batu Hajar Aswad. Pihak museum mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.

Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW bersabda : “Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya berwarna hitam”.

Ada juga sebuah kabar yang mengatakan bahwa Neil Amstrong mendengar sayup-sayup suara aneh ketika menancapkan bendera negaranya di Bulan. Diduga suara tersebut adalah suara kumandang adzan. Ia terheran-heran, bagaimana bisa suara seperti itu bisa sampai ke Bulan yang nota bene memiliki jarak cukup jauh dari Bumi.

Entah, ia dapat menemukan jawaban atas pertanyaannya itu atau tidak. Beberapa waktu kemudian, dikabarkan pula bahwa ia kemudian memeluk agama Islam karena pengalaman anehnya itu. Wallahu’alam

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Melukis Malam di Bawah Lansekap Cakrawala …

Dhanang Dhave | | 21 October 2014 | 13:50

Kisah Setahun Jadi Kompasianer of the Year …

Yusran Darmawan | | 21 October 2014 | 11:59

[ONLINE VOTING] Ayo, Dukung Kompasianer …

Kompasiana | | 16 October 2014 | 14:46

Merencanakan Anggaran untuk Pesta Pernikahan …

Cahyadi Takariawan | | 21 October 2014 | 10:02

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Sttt… Bos Kompasiana Beraksi di …

Dodi Mawardi | 4 jam lalu

Film Lucy Sebaiknya Dilarang! …

Ahmad Imam Satriya | 6 jam lalu

20 Oktober yang Lucu, Unik dan Haru …

Alan Budiman | 7 jam lalu

Tangisan Salim Said & Jokowi’s …

Iwan Permadi | 9 jam lalu

Off to Jogja! …

Kilian Reil | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Gara-Gara Konflik, Warga NU di PPP Akan Lari …

Diskusi Gemasaba | 8 jam lalu

Jangan Tagih Janji Jokowi …

Slamet Dunia Akhira... | 8 jam lalu

Terima Kasih Pak Begawan @Boediono …

Arif L Hakim | 8 jam lalu

Satpam Internaional Asli Bule Ramaikan Pesta …

Teberatu | 8 jam lalu

Citilink Kok Nggak Ngaret Lagi Sih…? …

Sony Hartono | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: