Back to Kompasiana
Artikel

Agama

Investor_me

Latihan menulis

[Tesa4] tunjukkan yang benar itu benar dan yang batil itu batill

OPINI | 24 December 2010 | 19:52 Dibaca: 805   Komentar: 1   0

hmmmm…..otak-otak tengiri…. :p

saya coba kosong kan otak saya dulu… mo koment…..*kosong2 (mensugesti) :p

kosong itu isi…isi itu kosong = ya otak kita itu…..

ada orang yg katanya bijak mengatakan….bahwa ada jutaan bahkan miliaran sel2 pembentuk otak….hanya 25% DNA otak yang diketahui fungsinya dalam mengingat….motorik del el el, oleh peneliti2 barat yg katanya jagoan itu….

oke ‘kosongkan’ lagi….

otak adalah alat…..alat yang diberikan oleh Allah….yang diciptakan oleh Allah untuk manusia, untuk membantu manusia menyerap informasi, menggunakan fungsinya sebagai pencerna akal yang membedakan kita dengan hewan,

maka entry point saya adalah dengan pertanyaan bahwa…apakah selama ini informasi yang sudah kita serap/terima yang kita pahamkan ke akal kita sudah ‘benar’? lalu apakah kebenaran itu? kebenaran itu milik siapa?

saya akan sedikit bercerita tentang sebuag analogi sederhana….

ada seorang anak, dari kecil, dari umur batita,,,sudah di didik menjadi copet….orangtuanya tiap hari nyuruh dia nyopet….klo pulang ga bawa uang hasil copet….si anak ini kena pukul….bawa pulang uang sedikit juga kena pukul bapaknya….si anak ini ga pernah ketemu guru, ga pernah sekolah, ga pernah nerima informasi dari luar…..ngga pernah kenal ustadz / pendeta/ pemuka agama…….intinya pokoknya ngga ada informasi lain yang bisa dia serap….tahunya ya klo ga bawa uang kerumah dari hasil nyopet bakal kena pukul….dan fatalnya sampe dewasa anak ini tetap mencopet…..karena apa?

ya tentu anda sudah tahu jawabannya….karena informasi yang datang pada dirinya, sehingga otak /akalnya mencerna informasi itu….BAHWA..hanya nyopet adalah hal yang PALING BENAR….karena klo dia ga nyopet….ga bawa uang banyak untuk dikasihkan ke bapak ibunya dia kena marah dan kena pukul….(kasian sekali sianak ini)

jadi sangat penting dari mana dan bagaimana informasi yang datang itu kita serap…..

lalu apakah informasi itu benar? ya itulah keterbatasan manusia….kadang kita tidak bisa tahu kebenaran sejati..karena yang kebenaran absolut/sejati hanya milik Allah….itu karena keyakinan saya berkata seperti itu….belum tentu keyakinan orang lain demikian.,,,

buat manusia ‘kebenaran’ dicapai dengan 2 metode…..

1. kebenaran yang dihasilkan karena memang ANDA TAHU

begini analoginya…….misalnya anda melihat, meyaksikan, dengan mata kepala anda sendiri….mengalami sendiri….ada kecelakaan motor dihadapan anda….motornya rusak …anda lihat sendiri motornya ban nya lepas..bodinya penyok….orang nya luka….anda liat sendiri orang yang tadinya naik motor itu tangannya mengeluarkan darah karena jatuh dari motor……pokoknya pada inti ANDA TAHU, bahwa anda menyaksikan,,,,bahkan mungkin membantu orang yang mengalami kecelakaan motor dijalan raya itu,,,,mungkin anda angkat si orang jatuh ini kepinggir jalan….ato motornya di pinggirkan biar ngga mengganggu lalu lintas….anda ngerti…anda paham….bisa bersaksi bahwa ada nya memang ada…betulnya memang betul ….ada kejadian kecelakaan…..anda ada di TKP…

artinya ANDA TAHU informasi itu secara langsung…..direcly from hot pan…..no broker…..

2. kebenaran yang dihasilkan karena dari ANDA PERCAYA…..

maksudnya begini….percaya/kepercayaan itu dari mana….orang anda tidak pernah bertemu dengan Yang Maha Betul….

misalnya anda dibawa oleh orang tua anda berjalan2….trus tanpa anda sadari bapak kandung anda membawa anda ke makam kakek anda…..bapak anda berkata ‘nak…ini makam kakekmu….’ trus apakah anda tidak akan percaya dengan perkataan bapak kandung anda tadi?

anda tidak pernah tahu,,,,tidak tahu….tidak pernah bertemu dengan kakek kandung anda, karena sebelum anda lahir kakek anda sudah tiada/meninggal, bapakmu lah yang sering menceritakan mengenai kakek anda, memberikan informasi mengenai kehidupan masa2 sebelum kakek anda meninggal….dan kemudian menunjukkan makam kakek anda, apakah dengan ini anda bisa langsung percaya sama bapak anda?

anda tidak pernah mengalami, tidak pernah langsung melihat, tidak pernah langsung berbicara dan menggali informasi dari sumbernya secara langsung….

maka kepercayaan itu dari mana?

kepercayaan itu timbul dari seseorang yang mempunyai KEWIBAWAAN….sekali lagi wibawa….jumawa….KEWIBAWAAN ini …kekuatan ini….yang menjadikan seseorang mampu untuk mempengaruhi / meyakinkan anda…..bahwa yang betul itu betul, yang salah itu salah….dan anda terpengaruh untuk meyakini yang salah/betul ini….

kekuatan KEWIBAWAAN dan informasi yang anda merasa memang ANDA TAHU ini, yang mempengaruhi seluruh aktifitas berpikir anda baik lahiriah maupun jasmaniah…bahkan sampai anda mati…

lalu bagaimana dengan Agama?

anda tidak pernah bertemu dengan NABI pembawa wahyu, tidak pernah berinteraksi secara langsung,….tetapi begitu besar pengaruh ajarannya dalam kehidupan anda dan kita….begitu besar kekuatan KEWIBAWAAN mereka dalam meyakinkan keyakinan kita….menanamkan informasi2 kedalam hati dan pikiran kita….menjadikan kita merasakan adanya ‘kebenaran’,,,,,

jadi artinya apa ini semua?

artinya keyakinan dan kesepahaman itu tidak bisa dipaksakan, kalau kita lihat dengan seksama…begitu sangat terbatasnya otak kita dalam cara menyerap informasi….begitu terbatasnya indera manusia dalam menangkap pengetahuan Allah…..kok masi saja banyak orang yg berdiri sombong di muka bumi ini….ya karena informasi yg datang padanya dan serba keterbatasannya yg menjadikan demikian…..

Kebenaran hanya milik Allah….smua kosong…..Hanya Allah yang mengisi….jasmani kita milik Allah…hati dan pikiran kita milik Allah….dunia dan seisinya milik Allah….maka jika ‘ditimbang’ dunia dan seisinya ini dengan lafat Lailahaillallah… maka jauh akan lebih berat ..lafat la ila haillallah….

dan maka dengan keterbatasannya hendaklah manusia menjadi percaya…bahwa hidayah itu ada….materialisme itu hanya keterbatasan manusia menangkapn dengan inderanya…hidayah yang sangat irrasional…sangat2 tidak rasional….itu ada….saya yakinkan anda dengan KEWIBAWAAN saya…..:p …oleh karena kita hanya bisa bersaksi…karena kita tidak punya kebenaran absolut….hanya tesa-tesa yg kita pegang sampai tiba masa penentuan….kita bersaksi bahwa Allah adalah Tuhan kita…tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad utusannya….lafal syahadat itulah yg menjembatani keterbatasan kita…..

doa’ : tunjukkan yang benar itu benar dan yang batil itu batill….ya memang sudah ‘betul’ itu doa’ …,..

semoga Allah SWT senantiasa memberikan hidayah kepada kita…dan semoga Allah membimbing kita kejalan yg benar, ke jalan yg Dia ridloi….

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pemuda Papua Unjuk Kreativitas Seni ‘Papua …

Viktor Krenak | | 28 November 2014 | 11:45

Harusnya Nominal Subsidi Tetap 1500 Perak, …

Dhita A | | 28 November 2014 | 13:34

Terpana Danau Duma …

Lukman Salendra | | 28 November 2014 | 12:25

Senangnya Terpilih Menjadi Host Moderator …

Edrida Pulungan | | 28 November 2014 | 13:43

Ayo Tulis Ceritamu untuk Indonesia Sehat! …

Kompasiana | | 25 November 2014 | 21:46



HIGHLIGHT

Tata Bangunan Kota Banda Aceh …

Rahmat Syah | 7 jam lalu

Komando Nelayan, Sebuah Pemikiran untuk …

Wahyudi Sebatik | 8 jam lalu

Naiknya Harga BBM Memaksa Gerak Lebih Cepat …

Muthiah Alhasany | 8 jam lalu

Menembus Batas-batas Pikiran …

Wira Dharmapanti Pu... | 8 jam lalu

Gerdema: Merevolusi Desa, Merevolusi Bangsa …

Octaviana Dina | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: