Artikel

Agama

Muhammad Nur,se

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Hanya ingin terus berkarya hingga akhir hayat, membaca, menulis , bernyanyi, main gitar adalah Hobi dan tak bisa dipisahkan dari kehidupan. Bermukim di Provinsi Sulawesi Barat.

Toleransi dan Kebersamaan di Hari Natal & Tahun Baru Bawa Damai


REP | 24 December 2010 | 08:55 Dibaca: 201   Komentar: 19   3 dari 4 Kompasianer menilai Aktual

12931558911610183119

tribun manado.by google

NATAL DAN TAHUN BARU

Hari Natal tanggal 25 Desember 2010, tepat jatuh pada Hari Sabtu, dan tahun baru 1 Januari 2011, juga hadirnya di hari Sabtu. Dalam Islam, Ada beberapa kalangan ummat Islam yang mempermasalhkan berpuasa pada hari Sabtu tapi ada pula Ulama bahwa hadist yang melarang Ummat Islam berpuasa pada Hari Sabtu lemah, dan membolehkan berpuasa pada Hari Sabtu.

Hari Sabad ada antara hari Jum’at dan Sabtu ( kalau salah mohon koreksi ),  menurut kebanyakan Ummat Kristiani  adalah Hari perhentian dan salah satu karunia Allah yang terbesar kepada Ummat Manusia, kebanyakan Ummat Kristen setuju bahwa pemeliharaan hari Sabat, adalah bagian penting dari penyembahan Allah. (  sabda Space ).

TOLERANSI DAN KEBERSAMAAN

Manusia di ciptakan  Oleh Tuhan diatas bumi dengan berbagai perbedaan  Ras, suku, Bangsa dan Agama Kepercayaan,  untuk menjalin pergaulan yang harmonis, dengan membangun kerukunan diantara perbedaan, perbedaan bukan melahirkan kebencian dan permusuhan tetapi kedamaian demi kemaslahatan Ummat Manusia.

Tak ada satupun manusia yang bisa hidup tanpa manusia  dan lingkungan alam sekitarnya , sebagai makluk sosial sekaligus makhluk pribadi Manusia membutuhkan sesamanya manusia dan alam untuk melestarikan keberadaanya hidup di dunia yang terus berkembang ke arah globalisasi. Dalam konteks ini manusia diharapkan selalu menjaga kebersamaan dan silaturrakhmi sebaik-baiknya, dengan semua Ummat manusia diatas muka bumi dan ini yang sering dikatakan sebagai toleransi.

Toleransi beragama, jangan cuma sampai dimulut saja, toleransi berarti saling menghormati dan berlapang dada terhadap Agama lain, tidak memaksakan kehendak Agama, tidak mencampuri Agama masing-masing, boleh bekerja sama dengan pemeluk Agama lain bukan untuk ikut menjalankan kepercayaan dan Ibadahnya tapi berpastisipasi dan bekerjasama dalam bidang demi kemaslahatan Ummat Manusia.

PERAYAAN NATAL

Saya tertarik waktu berkunjung ke salah satu daerah yang mayoritas penduduknya Kristen ( tak perlu saya menyebut nama kotanya ) di saat jelang perayaan Natal. Toleransi yang sangat tinggi di tunjukan oleh masyarakat daerah ini baik dalam menyambut Natal maupun hari-hari Raya Islam.

Apa yang mereka lakukan ? Pada saat jelang hari Natal, masyarakat Islam yang mampu akan memberi bahan-bahan untuk keperluan Natal, seperti  bahan-bahan untuk membuat kue, daging wah tak perlu saya sebutkan satu persatu pada keluarga, tetangga ataupun orang yang tak mampu, sebaliknya pada saat Hari-hari Raya Islam masyarakat yang beragama lain pun akan memberi dan menerima.

Yang tak kalah menarik disamping saling memberi dan menerima mereka saling membantu dalam kegiatan yang diselenggarakan, menyiapkan peralatan, bergotong-royong membersihkan tempat sekitar penyelenggaraan, bergotong royong membuat hidangan dan sebagainya.

Pada Malam Natal ataupun jelang Natal, untuk mencegah terjadinya upaya-upaya sabotase dari orang-orang yang tak bertanggung jawab mengacaukan peristiwa sakral bagi Ummmat Kristen,  pemuda-pemuda Islam akan turun membantu pihak pengamanan di lingkungan masing-masing, dan disetiap tempat-tempat penyelenggaraan perayaan Natal. Begitupun sebaliknya kalau Ummat Islam memperingati Hari-hari besar Islam.

Perlu saya garis bawahi walaupun daerah ini Mayoritas penduduknya beragama Kristen, tapi sampai saat ini tak pernah ada gejolak, berkat Toleransi dan Kebersamaan Negeri ini Aman, damai **



 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: