Back to Kompasiana
Artikel

Agama

Andy Naburju

Diberkati untuk menjadi berkat

Iman Abraham

OPINI | 14 December 2010 | 09:10 Dibaca: 201   Komentar: 23   1

Jadi apakah akan kita katakan tentang Abraham, bapa leluhur jasmani kita?

Sebab jikalau Abraham dibenarkan karena perbuatannya, maka ia beroleh dasar untuk bermegah, tetapi tidak dihadapan Allah.

Sebab apakah dikatakan nas Kitab Suci? “lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran”.

Kalau ada orang yang bekerja, upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah, tetapi sebagai haknya.

Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada DIA yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran.

Seperti juga Daud menyebut berbahagia orang yang dibenarkan Allah bukan berdasarkan perbuatannya :

“Berbagahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya;

berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya”

Adakah ucapan bahagia ini hanya berlaku bagi orang yang bersunat saja atau juga bagi orang tak bersunat? Sebab telah kami katakan, bahwa kepada Abraham iman diperhitungkan sebagai kebenaran.

Dalam keadaan manakah hal itu diperhitungkan? Sebelum atau sesudah ia disunat? Bukan sesudah disunat, tetapi sebelumnya.

Dan tanda sunat itu diterimanya sebagai meterai kebenaran berdasarkan iman yang ditunjukkannya, sebelum ia bersunat. Demikianlah ia dapat menjadi bapa semua orang percaya yang tak bersunat, supaya kebenaran diperhitungkan kepada mereka;

dan juga menjadi bapa bagi orang-orang bersunat, yaitu mereka yang bukan hanya bersunat, tetapi juga yang mebgikuti jejak iman Abraham, bapa leluhur kita, pada masa ia belum disunat.

Sebab bukan karena hukum Taurat telah diberikan janji kepada Abraham dan keturunannya, bahwa ia akan memiliki dunia, tetapi karena kebenaran, berdasarkan iman.

Sebab jika mereka yang mengharapkannya dari hukum Taurat, menerima bagian yang dijanjikan Alah, maka sia-sialah iman dan batallah janji itu.

Karena hukum Taurat membangkitkan murka, tetapi di mana tidak ada hukum Taurat, di situ tidak ada juga pelanggaran.

Karena itulah kebenaran berdasarkan iman supaya merupakan kasih karunia, sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham. Sebab Abraham adalah bapa kita semua.

Seperti ada tertulis : ” Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa”, dihadapan Allah yang kepadaNYA ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firmanNYA apa yang tidak ada menjadi ada.

Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan : “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.”

Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya sudah telah kira-kira seratus tahun, dab bahwa rahim Sara telah tertutup.

Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah,

dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah IA janjikan.

Karena itu hal ini diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran.

Kata-kata ini, yaitu “hal ini diperhitungkan kepadanya”, tidak dituliskan untuk Abraham saja,

tetapi ditulis juga untuk kita;

(Roma 4)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Basuri Tjahaja Purnama: 20 tahun Mendatang …

Olive Bendon | | 01 October 2014 | 06:58

Penumpang KA Minim Empati …

Agung Han | | 01 October 2014 | 04:25

Cerita Dibalik Sekeping Emas Cabang Wushu …

Choirul Huda | | 01 October 2014 | 02:11

Menulis Cerpen Itu Gampang, Mencari Peminat …

Sugiyanto Hadi | | 01 October 2014 | 03:16

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Tanpa Ibra, PSG Permalukan Barca …

Mike Reyssent | 3 jam lalu

Benefit of Doubt: Perpu dari SBY …

Budiman Tanjung | 5 jam lalu

Masalah Pilkada: Jangan Permainkan UU! …

Jimmy Haryanto | 6 jam lalu

Beraninya Kader PAN Usul Pilpres oleh MPR, …

Sahroha Lumbanraja | 6 jam lalu

Guru Pukul Siswa, Gejala Bunglonisasi …

Erwin Alwazir | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Indonesia Tanpa Pancasila …

Fadjar Hadi | 7 jam lalu

16 Milyar Rupiah Hanya untuk Sumpah Janji …

Muhammad Nur,se | 7 jam lalu

[DAFTAR ONLINE] Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | 7 jam lalu

BKKBN dan Kompasiana Nangkring Hadir di …

Kompasiana | 7 jam lalu

Anggota DPR RI dan Gadget …

Topik Irawan | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: