Back to Kompasiana
Artikel

Agama

Padri Setiawan

seseorang mahasiswa undip

Training Rohis PSIK FK Undip

OPINI | 08 December 2010 | 17:45 Dibaca: 129   Komentar: 2   0

Training rohis

Training rohis merupakan agenda tiap tahun yang diadakan oleh fosimik program studi ilmu keperawatan universitas diponegoro. Telah 10 tahun psik fk undip berdiri maka telah 10 kali juga training rohis dilaksanakan di di psik fk undip.
Saya sebagai mahasiswa baru psik fk undip angkatan 2010 merupakan salah satu peserta dari training rohis tersebu yang diadakan pada tanggal 4 dan 5 desember 2010. 3 hari sebelum dimulainya training rohis psik fk undip kakak-kakak senior kami memberitahukan bahwa akan diaksanakannya training rohis tersebut dan pada saat itu pula kami dibagi kelompoknya sesuai dengan kelompok mentoring damana di universitas diponegoro memberikan kegiatan mentoring kepada seluruh mahasiswa 2010 atau mahasiswa barunya.setelah kami dibagikan kelompok kami juga diberitahukan apa-apa saja yang harus kami bawa saat training rohis tersebut. Kami  diharapkan membawa al-quran,sarung(kain),sandal,tepung,ember,lilin,perlengkapan mandi karena kami menginap selama 1 malam.
Dua hari sebelum dimulainya training rohis tersebut saya bersama kelompok saya sangat antusias sekali mempersiap ssegala hal yang yang dibutuhkan dalam training rohis pada nantinya tersebut mulai dari membuat yel-yel,membuat cocard dll. Semua siap dan hari kegiatan training rohis pun dimulai.
Pada hari pertama kami dalam keluarga psik fk undip A10.2 yang mana terdiri dari banyak kelompok training rohis menyewa tiga buah angkot kuning(tujuan ngesrep-undip),,hhaa yang pada saat itu kami sater untuk mengantarkan kami menuju gedung diklat semarang dima tempat kami melaksanakan training rohis ini. Dengan mengandalkan uang kas kelas kamipun berangkat dengan senang ria. Sesampai disana kami melaksanakan registrasi pesrta dan disitulah dimulainya kami sebagai ikhwan dipisahkan dengaan para akhwat.
Kegiatan pertama dimulai dengan dibaginya kamar untuk masing2 kelompok dimana satu kelompok untuk empat peserta jadi kelompok kami mendapat dua kamar karena anggota kami berjumlah 8 orang. Sesampai dikamar kami berbenah,menata segala hal dengan menyusun rapi dalam kamar kami. Setelah itu kami diberi makan ( sungguh sangat baik kakak-kakak senior atau panitia kami saat itu setelah itu kemudian kami pun dikumpulkan disuatu gedung untuk diberikan materi-materi yang sangat menarik,memotivasi dan masih banyak lagi manfaatnya. Disore harinya kami diberikan tugas perkelompok untuk mencari tahu masalah-masalah apa saja yang ada di masyarakat kami pun langsung terjun kemasyarakat. Dimalam harinya kami diminta untuk persentasi atas masala-masalah yang ada dalam masyarakat tersebut. Disaat kami persentasi yg temanya adalah anak-anak diwarga tersebut tidak ada yang mengaji dimushola karena tidak ada yang mengajari dan dalam hal tersebut kelompok kami menyimpulkan bahwa tidak ada guru ngajinya karena para warga bekerja sebagi PNS jadi kelompok kami mengharapkankan agar warga tidak beerja sebagai PNS,,hhhhaaa. Disitu banyak kelompok lain yang menyangah hal tersebut padahal kami sengaja belum memberitahukan apa sebenarnya PNS yang kami maksut dalam hal ini,sudah banyak sekali yang protes dan pada akhirnya saya menceploskan apa sebenarnya PNS yang kami maksut adalah pekerja ngelembur seharian,,wkkk semua tertawa dan pada akhirnya tidak ada lagi yang protes,,hhheee.. tepat pukul 22.00 kami hafalan salah tiga ayat dalam surat albaqarah setelah itu kemudian kami disuruh tidur oleh panitian karna untuk dibangunkan pada puku 02.00 untuk shalat thajud. Setelah shalat tahajud kami diberikan sebuah ceminan rosulullah,ibu, dan alam kubur agar kami semuwa tersadarkan akan kelakuan-kelakuan kami yang kura baik selama ini, dalam cerminan seorang ibu dimana panitian menceritakan seolah-olah ibu kami meninggal disitu kami sebagai peserta menangis dengan suara yang cukup keras karna kami saat itu sangat jauh dari orang tua karna kami semua sebagai mahasiswa rantauan. Kami yang aawalnya dikampus terlihat keren,maco,tampan tapi setelah diberikan hal semacam itu kami juga pada akhirnya menangis jerit-jerit tanpa menghiraukan linkungan sekitar ( cengeng-cengeng ).
Dipagi harinya setelahshalat subuh dan sarapan pagi kami memulai outbon dimana sangat seru sekali outbond tersebut. Ada perang-perangan dimana kelompok kami kalah dalam semifinal karna saya sebagai andalan kelompok terkena tembakan air tepung,, ( basah semua jadinya ), lomba duduk brjalan seperti ular, estapet manusia dimana saya yang menjadi manusia yg diestapetin ( sungguh malang nasib saya ). Selesai outbond dipilihlah satu orang ketua untuk memimpin angkatan kami dan dipanggilnya beberapa calon ketua dan saya lagi-lagi dipanggil untuk menjadi calon tapi ketika maju kedepan saya menolak karna saya masih merasa belum cocok menjadi ketu karna saya lebih suka jadi MC (wkkkk promosi euyyyy ).
Itulah sekedar pengalaman saya dalam training rohis yang yang diadakan oleh fosimik psik fk undip..
Hidup mahasiswa !!
Hidup masyarakat Indonesia !!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tim Indonesia Meraih Emas dalam Taste of …

Ony Jamhari | | 20 September 2014 | 13:35

Pendaftar PNS 1,46 juta, Indonesia Minim …

Muhammad | | 20 September 2014 | 12:59

Dari Melipat Kertas Bekas Bergerilya Berbagi …

Singgih Swasono | | 20 September 2014 | 17:28

Di Pantai Ini Tentara Kubilai Khan Mendarat! …

Mawan Sidarta | | 20 September 2014 | 13:30

Beli Bahan Bakar Berhadiah Jalan-jalan ke …

Advertorial | | 20 September 2014 | 07:12


TRENDING ARTICLES

Jokowi Pernah Disumbang Tahir, Kenapa TNI …

Aqila Muhammad | 8 jam lalu

Heboh!Foto Bugil Siswi SMP Di Jakarta …

Adi Supriadi | 10 jam lalu

Kisah Perkawinan Malaikat dan Syaiton …

Sri Mulyono | 11 jam lalu

Beda Kondisi Psikologis Pemilih Jokowi …

Rahmad Agus Koto | 11 jam lalu

Hanya di Indonesia: 100 x USD 1 Tidak Sama …

Mas Wahyu | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

[Blog Reportase] Nangkring dan Test Ride …

Kompasiana | 8 jam lalu

Hargai Penulis dengan Membeli Karyanya …

Much. Khoiri | 8 jam lalu

Kompilasi Buku, Haruskah Ada Ijin dari …

Cucum Suminar | 8 jam lalu

“Kematian Allah” untuk Kehendak …

Ps Riswanto Halawa | 9 jam lalu

Masyarakat Pedesaan Pikir-Pikir Beli Elpiji …

Akhmad Alwan A | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: