
Lahir Surabaya, 1968,Apoteker, anak 4, 1 istri
Dibaca: 394
Komentar: 9
1 dari 1 Kompasianer menilai Bermanfaat
foto irisan membujur pada daun, tempat berlangsungnya fotosintesis
Alhamdulillah, segala puja dan puji bagi Allah SWT Tuhan seru sekalian alam, sehingga penulis bisa menyampaikan artikel Al Qur’an Memang Kitab Suci seri 4
Dalam ilmu Botani (biology tumbuhan), diyakini kebenaran teori sel; disebutkan bahwa perkembang biakan tumbuhan tidak hanya bisa dilakukan melalui biji, stek, tunas, geragih (stolon), tetapi bisa dengan suatu teknik kultur jaringan/kultur sel. Mengapa, karena setiap sel memiliki kesatuan system yang lengkap terdiri atas semua komponen yang dibutuhkan bagi perkembangan sel, sampai pada proses pembelahan sel membentuk sel-sel (baca individu) yang baru, dan sel diyakini sebagai struktur dasar terkecil yang sempurna pada setiap mahkluk hidup termasuk manusia. Jadi Sel tumbuhan disebut sebagai benda mati, karena pada keadaan ini tidak bisa berkembang biak dalam keadaan alami (hidup dibiarkan di alam terbuka atau diluar kontrol) menjadi individu yang lengkap dengan bagian daun,akar,batang,buah dstnya , karena pada alam terbuka yang di tanam adalah biji, umbi, stek dan lainnnya yang merupakan cara yang sudah dilakukan sebelumnya. Maka dengan perkembangan ilmu botany menjadi Ilmu Biology Cellular, kita cukup mengambil sedikit (satu sel saja) jaringan yang segar (dari kulit, daun, buah, biji, dst) dan dilakukan pemisahan sel yang satu dengan yang lainnya, maka setiap sel dapat ditumbuhkan dengan teknik khusus pada media agar/gel (Plant Propagation Agar) dan mengatur lingkungan seperti suhu, kelembaban, cahaya, serta memberkan mineral yang sesuai, maka tumbuhlah kalus, dan selanjutnya dipindahkan ke media (tempat tumbuh yang sesuai) dan sterusnya tumbuh menjadi individu tanaman baru di kondisi alamiah
Kemajuan ilmu Biology cellular mendorong perkembangan Kloning/clone ( kultur sel pada hewan), yang menghasilkan Domba bernama Dolly di Scotland ,Eropa tahun 1996. Terbukti bahwa benda mati (sel baik hewan maupun tumbuhan ) menjadi individu baru yang bisa dikembang biakkan secara alami. Maka tepatlah ayat tersebut di atas “Al ladzi khlaqal mauta wal hayaata liyab luwakum ay yukum ahsanu ‘amalaa, wa huwal ‘azizul ghafuur. ( Yang menciptakan mati dan hidup, karena Dia hendak mengujimu: Siapa di antaramu yang lebih Al baik amal perbuatannnya. Dan Dia Maha Kuasa dan Pengampun).
Di dalam kehidupan sehari-hari biasa kita dapatkan kejadian ini, batang ketela pohon/singkong yang tidak mempunyai akar dan daun, bahkan sudah terlihat mengering, ditancapkan di tanah yang subur, maka akan tumbuh, berkembang menjadi pohon yang menghasilkan umbi yang dapat dipanen, Subhanallah,Walhamdulillah, Wa Laailaha illallahu Allahhu Akbar, Walillahilham.
Juga terjadi hubungan secara kontak langsung antara benda mati (fisik) dengan benda/makhluk hidup (tumbuhan, hewan,manusia) di dalam kelangsungan hidup dan kehidupan di alam semesta ini.
Sinar Matahari mengandung sinar UV (ultra violet) adalah sinar yang tidak tampak mata, merupakan benda mati yang mutlak harus ada bagi kehidupan tumbuhan yang melakukan proses fotosintesa. Tumbuhan tidak bisa mengubah unsur-unsur hara dari tanaman, air, udara (oksigen, Carbon, Nitrogen dstnya) menjadi senyawa penyusun buah, daun, dan bagian tumbuhan itu sendiri. Bahkan tumbuhan itu sendiri dan seluruh makhluk hidup tersusun atas benda-benda mati yang disebut unsur kimia, yang dalam ilmu kimia telah dikenal 107 macam unsur (dalam system periodic). Hal photosintesa menjadi kajian tersendiri dalam cabang ilmu biokimia (biochemistry).
Dari kemajuan ilmu pengatahuan dan teknologi inilah, Allah SWT ingin mengetahui sikap manusia sebagai makhluk yang diberi kesempurnaan dengan akalnya, apakah akan beriman, atau sebaliknya menjadi ingkar. Jika menjadi beriman maka manusia mengakui kebesaran sang Pencipta/Khalik sebagai penguasa/pemilik dan pemelihara alam semesta (Rabbil ‘Alamin) , sebaliknya jika menurutkan hawa nafsunya, bahwa ilmu itu diakui sebagai kehebatan otak atau pikirannya semata, maka manusia akan menjadi ingkar/kafir. Maka sambungan ayat “Al ladzi khalaqal mauta wal hayaata liyab luwakum ay yukum ahsanu ‘amalaa, wa huwal ‘azizul ghafuur. ( Yang menciptakan mati dan hidup, karena Dia hendak mengujimu: Siapa di antaramu yang lebih baik amal perbuatannnya. Dan Dia Maha Kuasa dan Pengampun).
“karena Dia hendak mengujimu : Siapa di antaramu yang lebih baik amal perbuatannya” tersebut dapat dimengerti. Maka sesungguhnya Allah SWT bersifat Maha Kuasa dan Maha Pengampun kepada hambaNya.
Reaksi Fotosintesa pada tumbuh-tumbuhan
Berikut ini adalah reaksi fotosintesa yang terjadi pada tumbuh-tumbuhan, yang melibatkan air (H2O), Karbon dioksida (CO2), Chlorophyll / zat hijau daun, sinar Ultra Violet.
6H2O + 6CO2 ———-> C6H12O6+ 6O2
Reaksi di atas menghasilkan Glukosa dan gas Oksigen, melibatkan 6 molekul air, 6 molekul karbondioksida, yang menghasilkan 1 molekul glukosa (dekstrosa) dan 6 molekul oksigen (illustration). Sedang sinar ultra violet berfungsi sebagai katalisator (penyedia energy) bagi reaksi biokimia tersebut di atas. Gula (C6H12O6) sebagai produk atau hasil biosintesa disimpan oleh tumbuhan sebagai cadangan makanan atau sebagai buah (baca hasil) yang dimanfaatkan oleh makhluk lain (manusia, hewan). Proses atau reaksi biokimia selalu terjadi pada makhluk hidup agar terjaga kelangsungannya, karena Glukosa (produk tumbuhan yang lain) berfungsi sebagai sumber energi kehidupan. Ini membuktikan benda mati dan makhluk hidup saling berkaitan, dan tidak bisa dipisahkan.
Berikut Allah SWT berfirman dalam Al Qur’an QS 32 As Sajdah ayat 4-11.
Ayat 4 : Allahul ladzii khalaqas samaawaati wal ardha wa maa baina humaa fii sistati ay-yaamin tsumma tawa ‘alal arsyi. Maa lakum min duunihii miw waliy-yiw walaa syafii’in afalaa tatadzak karuun. (Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan segala yang ada diantara keduanya dalam enam rangkaian masa, lalu Dia bertakhta di atas Singgasana Kekuasaan, Tiada pelindung tiada pula pembela bagimu kecuali Dia. Apakah kamu tidak dapat menarik suatu pelajaran dari padanya ?)
Ayat 5 : Yudab-birul amra minas samaai ilal ardhi tsumma ya’ruju ilahi fii yaumin kaana miqdaaruhuu alfa sanaatim mimmaa ta’udduun. (Dia mengatur segala urusan dari langit ke bumi, lalu semua urusan dunia naik kepadanNya dalam jangka waktu yang lamanya seribu tahun menurut ukuranmu.
Ayat 6 : Dzaalika ‘aalimul ghaibi wasy-syahaadatil ‘aziizur rahiim.( Itulah Dia Yang Maha Mengetahui alam gaib dan alam kenyataan, Perkasa dan Maha Penyayang).
Ayat 7 : Alladzii ahsana kulla syai-in khalaqahuu wa bada-a khalqal insaani min thiin. (Yang menciptakan segala sesuatu dengan indahnya, dan Dia mulai penciptaan manusia dari unsur tanah).
Ayat 8 : Tsum-ma ja’ala nas lahuu kin sulaalatim mim maa-im mahiin.( Seterusnya Dia jadikan keturunannya dari cairan yang sangat pelik)
Ayat 9 : Tsum-ma saw-wahuu wa nafakha fiihi mir ruuhihii wa ja’ala lakumus sam’a wal abshaara wal af-idah. Qaliilam maa tasykuruun. (Lalu disempurnakan Nya kejadiannya, ditiupkan Nya ruh ciptaan-Nya kepada tubuhnya, dan diperlengkapi-Nya kamu dengan pendengaran penglihatan dan pemikiran. Namun sedikit sekali kamu bersyukur).
Ayat 10 : Wa qaaluu a-idzaa dhalalnaa fil ardhi a-in-naa lafii khalqin jadiid. Bal hum biliqaa-i rab-bihim kaafirun.(Mereka berkata : ”Kalau tulang dan daging kami telah lumat di dalam tanah, apakah kami akan dibangkitkan kembali dalam penciptaan baru ?”. Sebenarnya mereka tidak percaya akan menemui Tuhannya).
Ayat 11 : Qul yatawaf-faakum malakul mautil ladzii wuk-kila bikum tsumma ilaa rab-bikum turja’uun. (Katakanlah : Malakul Maut yang diserahi tugas mematikan kamu akan mencabut nyawamu, kemudian kepada Tuhanmulah kamu dikembalikan!).
Dalam hal penciptaan langit dan bumi, juga segala yang ada di antara keduanya,tak satupun terkecuali, mulai dari partikel terkecil sampai yang terbesar, makhluk hidup maupun mati, aspek wujud maupun ghaib, semuanya diciptakan oleh Allah SWT. Terlebih juga, semua yang terjadi setelah proses penciptaan langit dan bumi tersebut di bawah kendali Allah SWT.Setiap makhluk melata di antara keduanya, mengenai rezeki, hidup mati, dan apapun dipelihara oleh Allah SWT. Allah SWT memegang semua ketetapan dan tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun.
Di alam, terjadi begitu banyak proses kehidupan yang sangat rumit, bahkan tidak terhitung jumlahnya oleh kemampuan manusia. Sebagai contoh, berapa banyak daun yang gugur dari tangkai pohon dan menyentuh permukaan bumi setiap detik, belum sampai selesai dihitung sudah berguguran daun yang lainnya, kalau sehelai daun berumur 40 hari (setiap tanaman berbeda-beda), maka belum selesai manusia menghitung jumlah keseluruhan, maka pohon yang sudah terhitung akan menggugurkan lagi daunnya yang lain. Padahal, secara biokimia proses gugrnya daun berlangsung sangat rumit dan kompleks, seperti rumitnya proses fotosintesa. Semua itu terkendali oleh kekuasaan Allah SWT.
Ada ribuan, jutaan reaksi baik biokimia, biofisika,dan seterusnya yang terdapat pada satu batang pohon, sementara berapa milyar pohon yang ada diseluruh permukaan bumi, semuanya melakukan proses kehidupan bersama sama,…bersambung (Al Qur’an Memang Kitab Suci 5)