Back to Kompasiana
Artikel

Agama

Katedrarajawen

"Merindukan Pencerahan Hidup Melalui Dalam Keheningan Menulis" ______________________________ Saat berkarya, kau adalah seruling yang melalui hatinya bisikan selengkapnya

Tamasya Ke Alam Surga dan Neraka

OPINI | 06 December 2010 | 08:03 Dibaca: 1570   Komentar: 13   0

Apakah kebenaran tentang surga dan neraka benarnya menurut versi masing-masing atau masih ada kebenaran yang belum bisa kita pahami? Banyak kebenaran yang muncul karena persepsi masing-masing penganut agama dalam hal iniā€¦

1291623505735344906

rvdirza.wordpress.com

Di dunia ini ada bermacam-macam tamasya. Bertamasya ke puncak gunung, ke pantai sampai dalam lautan, berkeliling dengan kapal pesiar. atau tempat-tempat reaksi lainnya. bahkan kini sudah bisa bertamasya ke ruang angkasa, yang memakan biaya sampai ratusan miliar rupiah.
Banyak tempat indah yang menjadi tujuan dari dalam sampai luar negeri. Berbagai sensasi dan persepsi dihadirkan melekat didalam otak para pelancong.

Dari semuanya menurut saya yang lebih asyik dan seru adalah bertamasya ke surga dan neraka.
Bengong?
Boleh percaya, tidakpun tak masalah bila saya katakan cerita tentang bertamasya ke surga dan neraka telah pernah saya dengar. Tak kurang juga membaca kisah dari mereka yang pernah diajak maupun pergi sendirian ke kedua tempat tersebut.
Diantara kita mungkin juga pernah mendengar langsung atau membaca kisahnya.

Ada yang mengalami peristiwa ini saat ketika mati suri dan rohnya masuk ke alam baka. Melihat peristiwa di surga dan ada juga yang di neraka.
Pernah pula dialami seseorang saat tertidur dan rohnya melayang jauh masuk ke surga atau neraka.
Tentu saja setelah mengalami peristiwa heboh ini diceritakan kembali untuk memberikan kesaksiannya.

Kata orang-orang pintar, peristiwa yang terjadi itu adalah untuk memberikan pembuktian tentang adanya surga dan neraka bagi yang tidak percaya.
Kesaksian untuk mengingatkan tentang kejamnya siksaan di neraka dan nikmatnya kehidupan di surga.

Tak masalah dan bisa diterima. Khususnya oleh saya dan banyak lagi lainnya. Walaupun tetap ada yang tak bisa terima. Semua dianggap khayalan belaka.
Biarkpun saya mempercayai kisah-kisah tamasya ke surga dan neraka yang dialami manusia tertentu. Tetap saja menghadirkan tanda tanya.

Loh, sudah percaya, mengapa masih dengan catatan ada tanda tanya?

Tanya tanyanya adalah terjadi versi-versi yang berbeda antara satu sama lainnya. Tentu hal ini berhubungan dengan keyakinan atau agamanya masing-masing.
Ada sedikit persamaan tapi banyak perbedaannya.

Mengapa bisa demikian, atau memang masing-masing agama surga dan nerakan berbeda diciptakan Tuhan?
Karena masing-masing dengan yakin memberikan kesaksian benar adanya. Melihat dengan jelas segala yang ada di alam sana dengan mata kepala sendiri.

Lalu salahnya dimana?
Apakah semua kebenaran itu telah terpersepsikan sesuai dengan ajaran yang dianut?
Kebenaran menurut versi masing-masing dan sulitnya adalah masing-masing merasa versinya yang paling benar dan sahih.
Ujung-ujungnya timbul perdebatan.

Menurut saya jalan tengahnya adalah perlu diadakan ekspedisi bersama-sama dari penganut agama yang ada ke kedua alam tersebut. Merekam semua peristiwa tamasya sehingga akan terekam keadaan yang sesungguhnya. Bukan hanya cerita dan katanya.
Kalau bisa pasti seru juga ya?!

Hanya sebuah pemahaman yang bodoh dari seseorang yang memang bodoh.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kekecewaan Penyumbang Pakaian Bekas di …

Elde | | 25 October 2014 | 12:30

Rafting Tidak Harus Bisa Berenang …

Hajis Sepurokhim | | 25 October 2014 | 11:54

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15

Dukkha …

Himawan Pradipta | | 25 October 2014 | 13:20

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 6 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 12 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 12 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 13 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Tentang Peringatan di Dinding Kereta …

Setiyo Bardono | 7 jam lalu

Musik Adalah Hidup …

Nitami Adistya Putr... | 7 jam lalu

Dilema Struktur Kabinet …

Yanuar Nurcholis Ma... | 8 jam lalu

Untuk Anak-anakku di Negeri Hijrah …

Gayatri Shima | 8 jam lalu

Pengalihan Subsidi BBM …

Kwee Minglie | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: