Back to Kompasiana
Artikel

Agama

Wijaya Kusumah

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta selengkapnya

Obat Hati, Ada 5 yang Harus Kita Lakukan

OPINI | 05 December 2010 | 07:45 Dibaca: 26432   Komentar: 31   2

12915349522141695061obat hati ada lima perkaranya

yang pertama, baca Qur’an dan maknanya

yang kedua, sholat malam dirikanlah

yang ketiga, berkumpullah dengan orang sholeh

yang keempat, perbanyaklah berpuasa

yang kelima, dzikir malam perpanjanglah

salah satunya siapa bisa menjalani

moga-moga Gusti Allah mencukupi

===========================================================================

Bait-bait syair lagu tombo ati yang dinyanyikan oleh mas Opick membuat hati ini serasa terobati. Enak di dengar di telinga, dan serasa teduh di hati. Obat hati memang obat yang pas di hati.

Sebenarnya bila kita melaksanakan apa yang kita nyanyikan itu, akan damailah hati kita. Hidup pun serasa tentram dan damai. Tak ada resah dan gelisah, karena kita menyadari bahwa kita hanya makhluknya yang lemah. Berusaha keras untuk menjauhi kepongahan, dan kesombongan yang terkadang masih menjadi baju utama kita.

Adapun langkah-langkah yang terpenting untuk dapat mengobati hati kita adalah:

  1. Membaca Al-Qur’an dan maknanya
  2. Sholat malam dirikanlah
  3. Berkumpullah dengan orang sholeh
  4. Perbanyaklah berpuasa, khususnya di hari Senin dan kamis
  5. Dzikir malam perpanjanglah

Kita telah sering mendengarkan lagu ini, bahkan lagu tombo ati ini telah banyak dinyanyikan oleh berbagai kalangan. Dari kalangan tua maupun muda. Di radio maupun televisi. Namun sayang, sedikit sekali dari kita yang mampu mengamalkannya dengan baik. Mengapa? Karena kita begitu mudah dirayu dan digoda oleh syetan yang sudah masuk ke dalam hati kita. Syetan telah mampu menggandeng hawa nafsu kita agar tak melakukan kelima obat itu. Alhasil, hati kita pun menjadi rusak dan berkarat.

Bila saja kita mampu membaca Al-Qur’an dengan baik setiap harinya, tentu kita akan mampu beriteraksi dengan Allah, karena di sana dikumpulkan segala macam firman Allah yang memberi petunjuk agar manusia melakukan kebaikan kepada sesama manusia dan perintah ibadah kepada Allah.

Begitupun dengan sholat malam. Sedikit sekali dari kita yang mampu menegakkannya. Mampu senantiasa komitmen dan konsisten dalam melakukannya. Melapor kepada Allah tentang apa yang terjadi kepada dirinya, dan memohon ampun dari segala dosa dan kehilafan. Di saat-saat sepertiga malam itulah, doa-doa kita lebih didengar oleh sang maha Pencipta. Sebab komunikasi dengan Allah serasa cepat, karena hanya sedikit hambaNya yang memohon di sepertiga malam itu.

Bila kita sudah sering membaca Al-Qur’an dan sering melakukan sholat malam, maka berkumpullah dengan orang-orang sholeh. Di sana kita bisa mengkaji diri. Belajar kepada para Murrobbi untuk memahami perintah Allah, dan mempelajari Al-Qur’an dan Al Hadist nabi dengan baik sesuai ajaran agama Allah.

Ketika kita telah bergabung dengan orang-orang sholeh, maka akan terasalah dalam diri ini untuk senantiasa berpuasa di hari Senin dan kamis sebagai upaya membersihkan jiwa. Tubuh kita harus dilatih dengan perut kosong, karena dengan perut lapar itulah kita akan merasakan derita si miskin, dan ada rasa empati untuk berbuat baik dan berbagi rezeki kepada mereka yang mengalami kesulitan hidup dari sisi ekonomi.

Bagi mereka yang sholeh, mereka senantiasa berdzikir kepada Allah. Berharap ampunan dari segala dosa. Berharap berkah dari langit dan bumi.  Dengan berdzikir mereka akan selalu mengingat Allah. Bila Allah selalu diingat, maka akan tersadarlah bahwa dirinya hanya makhluk kecil ciptaannya. Bahkan sangat kecil dihadapanNya.

Akhirnya, Obat hati yang terdiri dari 5 perkara membuat hati saya merasakan sebuah kenikmatan yang tiada terkira, bila kita sanggup menjalankan kelima perkara itu dengan baik. mari kita obati hati kita masing-masing dengan 5 perkara yang sering kita nyanyikan.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kiprah Ibu-ibu Masyarakat Biasa di Tangerang …

Ngesti Setyo Moerni | | 27 November 2014 | 07:38

Jakarta Street Food Festival: Ketika Kuliner …

Sutiono | | 27 November 2014 | 11:06

Tulis Ceritamu Membangun Percaya Diri Lewat …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 14:07

Peningkatan Ketahanan Air Minum di DKI …

Humas Pam Jaya | | 27 November 2014 | 10:30

Tulis Aspirasi dan Inspirasi Aktif Bergerak …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Petisi Pembubaran DPR Ditandatangani 6646 …

Daniel Ferdinand | 6 jam lalu

Senyum dan Air Mata Airin Wajah Masa Depan …

Sang Pujangga | 7 jam lalu

Timnas Lagi-lagi Terkapar, Siapa yang Jadi …

Adjat R. Sudradjat | 8 jam lalu

Presiden Kita Bonek dan Backpacker …

Alan Budiman | 8 jam lalu

Prabowo Seharusnya Menegur Kader Gerindra …

Palti Hutabarat | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Lawan Laos: Antara Kebanggaan dan Harga …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

[Cerbung] Green Corvus #11 …

Dyah Rina | 8 jam lalu

Menghadiri Japan Halal Expo 2014 di Makuhari …

Weedy Koshino | 8 jam lalu

Pengabaian Arbitrase di Kasus TPI dan …

Dewi Mayaratih | 8 jam lalu

Bu Susi, Bagaimana dengan Kualitas Ikan di …

Ilyani Sudardjat | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: