Back to Kompasiana
Artikel

Agama

Stephen Sihombing

setia dalam perkara-perkara kecil http://sgrsihombing.blogspot.com/

Khotbah Yeremia 30:1-7

OPINI | 29 November 2010 | 19:10 Dibaca: 1025   Komentar: 1   0

PEMBAHARUAN HIDUP DALAM MASA PENANTIAN

Saudara dalam Kasih Yesus,

Yeremia pasal 30 sampai pasal 33 merupakan satu kesatuan yang berbicara tentang pembaharuan yang dijanjikan Allah kepada umatNya. Janji pembaharuan Allah berisi pemulihan hidup secara menyeluruh sehingga umat hidup dalam perdamaian, keselamatan dan pengharapan. Nubuat nabi Yeremia yang disampaikan pada abad ke 6 ditujukan kepada bangsa Israel yang mengalami kesengsaraan yang sangat mengerikan. Bangsa itu telah menjadi lumpuh dan terpuruk total sebab para pahlawannya seperti wanita yang akan melahirkan dan ditimpa kegentaran yang luar biasa sehingga hanya dapat menjerit-jerit tak berdaya (5-6). Tidak ada pemimpin yang dapat diharapkan untuk memulihkan harkat dan martabat bangsa Israel sebagai negara berdaulat yang diberkati Allah. Mereka  tak dapat berbuat apa-apa sebab berada dalam jajahan bangsa Babel. Semua terjadi karena mereka melakukan apa yang jahat di mata Tuhan karena lebih suka hidup dalam penyembahan berhala, melakukan perbuatan amoral dan lebih mempercayai nubuat nabi palsu yang meramalkan kejayaan Israel tanpa campur tangan Tuhan.
Bangsa Israel tidak mungkin bangkit dengan kekuatannya sendiri. Allah dengan jelas mengatakan bahwa ‘akan datang waktunya’ (3). Penderitaan dan kegentaran akan berakhir jika Allah sendiri yang mengadakan pembaharuan. Artinya pembaharuan itu adalah anugerah Allah sebab mereka adalah bangsa yang berdosa (11). Pembaharuan yang dilakukan Allah adalah pembaharuan yang sejati sebab tujuan utama pembaharuan-Nya bukanlah sekadar membebaskan bangsa Yehuda dari jajahan bangsa lain (8, 9) ataupun memberikan kehidupan yang tenang dan aman (10). Tujuan utama pembaharuan Allah adalah agar Yehuda kembali beribadah kepada Allah (9). Arah pembaharuan sejati adalah mengembalikan manusia ke dalam hubungan yang benar dengan Allah yaitu manusia yang menyembah, memuliakan dan mentaati kehendak-Nya.
Janji pemulihan Allah jelas merupakan kabar baik yang membawa sukacita pengharapan karena Allah sejatinya tidak pernah meninggalkan umatNya. Allah tetap setia kepada umatNya dan memulihkan kehidupan mereka seperti yang dikehendakiNya. Tanpa campur tangan Allah, umat akan selamanya hidup dalam permusuhan, sakit penyakit, kesalahan dan mustahil dapat membangun masa depanNya. Di sini umat diarahkan untuk menantikan tindakan Allah yang memulihkan mereka  dengan selalu mempercayai kebenaran firman Tuhan yang sudah disampaikan hambaNya, Yeremia.
Saudara-saudari yang dikasihi Yesus,
Minggu Advent 1 mengarahkan kita sebagai gereja untuk menyambut kelahiran Sang Juruselamat dengan hidup yang sudah diperbaharui dan menantikan kedatangannya dengan sukacita  pengharapan. Sebagai anak-anak Allah, kita diperhadapkan dengan janji pemulihan yang berisi pengampunan dan keselamatan Allah. Allah menghendaki agar umatNya membuka hati dan pikirannya pada kuasa Roh Kudus yang bekerja melemahlembutkan kekerasan dan kedegilan hati manusia dan memperbaharui pikirannya dari  kesia-siaan.
Tindakan pembaharuan Allah menjadi peristiwa menakjubkan yang patut terjadi dalam hidup kita masing-masing jika iman, kasih dan pengharapan kita selalu tertuju kepada Tuhan Yesus, Firman Allah yang hidup dan kekal. Pembaharuan yang dialami hanya dapat terjadi jika kita berada dalam persekutuan dengan Firman Tuhan. Firman Tuhan menjadi jaminan mutlak atas janji Allah dan berkat-berkatNya yang sempurna dalam hidup kita. Karena itu tidak perlu kita mencari pembenaran diri, menolak kenyataan dan melemparkan kesalahan pada orang lain jika memang hidup kita saat ini berada dalam kebimbangan, kebuntuan dan kehancuran. Masa hidup suram dan kelam pekat pada akhirnya mengingatkan kita bahwa hidup dengan mengandalkan kekuatan pribadi dengan kelengkapan duniawi, tidak menghasilkan kehidupan yang dipenuhi damai sejahtera dan sukacita. Saudara diingatkan untuk memberi diri dituntun oleh Firman Allah dan menerima janji pemulihan Allah yang memperbaharui hati, pikiran dan perbuatan kita yang akhirnya dapat menyenangkan hati Allah.
Waktu Tuhan untuk bertindak membaharui hidup manusia adalah satu kepastian yang tidak perlu diragukan. Kepekaan terhadap kebenaran Firman Allah membuat masing-masing pribadi mendengar dengan jelas apa yang dikehendaki Allah sesuai petunjuk kuasa dan berarti agar kita dapat bersukacita atas kedatangan Kristus yang kedua kalinya. Memberi diri untuk melakukan apa yang dikehendaki Allah berarti kita bersedia untuk mengampuni yang salah, bertekun dalam doa, dan melayani dengan kasih Kristus.
Sebagai umat Tuhan kita berada dalam proses pembaharuan hidup yang terus menerus dibaharui sehingga tidak ada alasan untuk mengatakan bahwa segalanya sudah terlambat, atau tidak punya keberanian untuk meninggalkan kehidupan maksiat  dan menilai bahwa sudah tidak ada gunanya lagi hidup ini.  Pembaharuan hidup yang dikehendaki Allah mustahil terjadi jika kita menggunakan kelemahan daging kita dengan segala keterbatasannya. Kita diajarkan untuk berdiri teguh dalam menghadapi kuasa kegelapan dengan pedang roh yaitu Firman Allah dan iman yang teguh serta mengenakan seluruh kelengkapan senjata rohani. Peperangan rohani dapat dimenangkan jika sejak awal selalu terbit ucapan syukur yang melimpah kepada Allah.
Kita diingatkan untuk bersyukur atas karya keselamatan yang dianugerahkan Allah bagi kita sebab pembaharuanNya mengajarkan kita untuk berserah dan bergantung sepenuhnya kepada Kuasa Kristus yang sudah menebus dosa manusia, yang menyembuhkan segala penyakit kita dan yang mengaruniakan damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal. Dengan selalu bersyukur kepada Allah maka kita memberi diri bertumbuh dan menjadi kuat dalam iman kepada Tuhan Yesus. Ucapan syukur kepada Allah menolong kita untuk semakin diteguhkan bahwa bersama kuasa Tuhan Yesus kita cakap dalam menghadapi pergumulan hidup dan tidak kuatir sebab tidak ada yang mustahil bagi orang percaya yang mengasihi Tuhan Yesus.
Minggu Advent 1 juga mengajak kita semua untuk menantikan kedatangan Kristus dengan sikap hidup yang sudah diperbaharui oleh Firman Allah. Hidup yang diperbaharui Allah adalah suatu kepastian jika kita memang mau hidup dalam kehendak Allah yang kudus. Pembaharuan hidup itu tidak sebatas dalam sikap iman, tetapi juga dalam tugas kepemimpinan dan pelayanan kita yang selalu bercirikan kebenaran, keadilan, kejujuran dan kerendahan hati.  Saudara dan saya dihadirkan untuk menjadi pelaku-pelaku Firman Allah sehingga  sesama kita pun dapat mengalami pembaharuan hidup lewat perkataan dan perbuatan yang menghadirkan berkat Allah. Pembaharuan Allah memimpin kita untuk meninggalkan kepahitan hidup dan melangkah maju memasuki masa depan yang dipenuhi dengan berkat-berkat Allah.
Sungguh mengagumkan karya keselamatan Allah lewat hidup kita yang setia kepada Tuhan Yesus, sebab pada akhirnya kita dapat bersyukur kepada Allah dalam Kristus yang senantiasa mengasihi kita selama-lamanya. Pembaharuan Allah mendorong kita untuk mengasihi dengan anggota keluarga kita  dan saudara-saudara seiman dengan penyertaan kuasa Roh Kudus yang membebaskan kita dari kesalahan dan dosa serta mempersatukan kita semua dalam ikatan damai sejahtera sampai Kristus datang kembali. Kiranya karya keselamatan Allah dianugerahkan dalam hidup kita semua agar kita dapat mengabdikan hidup kita seutuhnya bagi kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus.  Amin.
 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | | 01 September 2014 | 14:02

Karet Loom Bands Picu Kanker …

Isti | | 01 September 2014 | 20:48

Manajemen Pergerakan dan Arah Perjuangan …

Jamesallan Rarung | | 01 September 2014 | 22:12

Florence …

Rahab Ganendra | | 01 September 2014 | 19:09

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 13:48


TRENDING ARTICLES

Ratu Atut [Hanya] Divonis 4 Tahun Penjara! …

Mike Reyssent | 7 jam lalu

Pak Jokowi, Saya Jenuh Bernegara …

Felix | 13 jam lalu

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 14 jam lalu

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 14 jam lalu

Ini Pilihan Jokowi tentang Harga BBM …

Be. Setiawan | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Koalisi Merah Putih di Ujung Tanduk …

Galaxi2014 | 7 jam lalu

Pemuda Solusi Terbaik Bangsa …

Novri Naldi | 8 jam lalu

Rasa Yang Dipergilirkan …

Den Bhaghoese | 8 jam lalu

Kisah Rhoma Irama “Penjaga …

Asep Rizal | 9 jam lalu

Marah, Makian, Latah. Maaf Hanya Ekspresi! …

Sugiyanto Hadi | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: