Back to Kompasiana
Artikel

Agama

Gunawan Eswe

Insan biasa yg mencoba berbagi hal2 melingkupi kita walaupun kecil namun insyaAllah ada manfaatnya.....

Tidak Berjilbab Sama dengan Berzina?

OPINI | 04 November 2010 | 01:58 Dibaca: 1130   Komentar: 2   0

Seorang muslimah yang belum berjilbab sama saja dengan melakukan zina? Secara nalar rasanya masuk akal karena keduanya berujung pada tindakan tidak mematuhi (perintah/larangan) Allah SWT.  Tapi memang faktanya, banyak sekali alasan bagi seorang muslimah untuk tidak segera menutup auratnya.

Apa yg lebih sering dijadikan alasan oleh seorang muslimah belum berhijab (memakai jilbab)? Yang paling sering saya dengar adalah karena mereka belum siap (hatinya). Ada juga yang beralasan tempat kerja tidak mengizinkan. Dan banyak lagi alasan lain.

Ada seorang teman menanyakan kepada sahabatnya mengapa belum berjilbab. “Saya belum siap, mungkin belum dibukakan hati oleh Allah…” Aneh, pikir saya.

Belum siap bagaimana, bukankah memakai jilbab itu hukumnya wajib bagi seorang muslimah? Kalau begitu, dengan sadar dia tiap hari melakukan dosa kepada Allah, karena melanggar perintah-Nya. Ibaratnya sholat 5 waktunya (kalau dia sholat 5 waktu) pun jadi sia-sia karena pahalanya segera terhapus dengan dosa-dosanya karena membuka aurat.

“Kalau nggak ikhlas, memakai jilbab juga percuma… ” Kilahnya lagi. Tambah aneh.

Mau ikhlas atau tidak, bagaimana perintah Allah harus dijalankan bukan? Bukankah yang terpenting adalah kita bisa terhindar dari dosa setiap hari karena tidak berjilbab? Masalah keikhlasan itu pun lebih tepat kita serahkan kepada penilaian Allah SWT.

Coba saja kita ingat, saat pertama akhil baligh, dan harus mulai menjalankan sholat 5 waktu, apakah waktu itu kita mempermasalahkan kita sholatnya ikhlas atau tidak.  Saya kok hampir seratus persen yakin, kita masih menjalankan sholat 5 waktu pertama kalinya ya ikut-ikutan atau karena takut, dlsb. Seiring berjalannya waktu, kita bisa menata hati kita untuk menjalankan sholat dengan lebih khusyuk dan ikhlas.

“Alaaahhh… yang pakai jilbab saja banyak yang berkelakukan tak baik…” Wowowo… kok malah ngomongin/nyalahi orang lain… Jangan tambah dong dosa kita karena berghibah dan fitnah.

Mereka yang beralasan tidak dibolehkan tempat kerja juga merupakan tantangan keimanan seorang muslimah. Tantangan apakah ia punya keyakinan bahwa rezeki itu hanya datang dari Allah SWT, atau dari yang lainnya. Toh tidak sedikit wanita berjilbab untuk punya karir yang baik di berbagai perusahaan. “Cari kerja kan tidak semudah membalik telapak tangan…” katanya. Ya itu kembali, bahwa alaasan belum berjilbab karena tempat kerja adalah merupakan tantangan keimanan seorang muslimah.

Tak sedikit muslimah yang belum berjilbab ini juga penentang keras poligami.  Hal ini lebih aneh. Perintah Allah SWT untuk berjilbab tidak dijalankannya, juga syariat tentang poligami ditentangnya. Bagaimana ini? Apakah memang syariat itu bisa dipilah-pilih untuk  dijalankan hanya yang enak-enak saja bagi kita?  Bukankan kita dituntut untuk menjalankan syariat secara kaffah (menyeluruh)?

Ada kisah, seorang perokok dimarahi oleh seorang perempuan yang tidak berjilbab. Perokok itu balik marah dan berkata panjang lebar, “Apa yang saya lakukan ini hanya mengganggu ibu bukan? Tapi apa yang ibu lakukan (membuka aurat) telah membuat dosa pada Allah, juga pada saya karena saya jadi melihat aurat ibu… “

Sang perempuan akhirnya malah tersipu malu dan ditenangkan oleh temannya perempuan yang kebetulan sudah berjilbab, meskipun akhirnya sang perokok mematikan rokoknya.

Bertakwa kepada Allah SWT itu artinya menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Diantaranya adalah tidak mendekati zina, tidak menjalankan riba, minum minuman keras, dan juga menutup aurat. Apakah kita akan memilih menjalankan beberapa perintah-Nya saja, sementara yang lainnya kita abaikan?

Ada anggapan bahwa tidak mematuhi perintah memakai jilbab sama saja tidak mematuhi perintah untuk sholat 5 waktu, sama juga tidak mematuhi larangan Allah untuk menjauhi zina. Mengapa demikian? Karena pada dasarnya semuanya adalah berujung pada tindakan tidak mematuhi Allah SWT. Apakah itu berarti boleh dikatakan seorang muslimah yang belum berjilbab sama saja dengan melakukan zina? Itu hanya analisis saya yang fakir dan dhoif. Hanya Allah lah Yang Maha Mengetahui.

Astaghfirullahal ‘adzim, saya mohon ampun pada Allah SWT dan berdoa semoga tulisan ini bisa menginspirasi dan para muslimah yang belum memakai jilbab mendapat hidayah Allah SWT untuk secepatnya bertaubat dan memakai jilbab. Amiin… ya robbul’alamin..

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Perjalanan Malam Hari di Jalur Pantura …

Topik Irawan | | 24 July 2014 | 15:41

“Telitinya” Petugas PT KAI dalam …

Iskandar Indra | | 24 July 2014 | 16:25

Indonesia Bikin Kagum Negara Tetangga …

Apriliana Limbong | | 24 July 2014 | 20:51

Berlibur Sejenak di Malaka …

G T | | 24 July 2014 | 15:51

Permohonan Maaf kepada Ahmad Dhani …

Kompasiana | | 24 July 2014 | 20:27


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: