Back to Kompasiana
Artikel

Agama

Dewi Haroen

Penulis Buku "PERSONAL BRANDING Kunci Kesuksesan Berkiprah Di Dunia Politik". Psikolog, Trainer dan Motivator Lulusan Fakultas selengkapnya

Bersyukur

OPINI | 04 November 2010 | 15:40 Dibaca: 240   Komentar: 3   1

Dan (ingatlah juga), tatkala Rabbmu berkata: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih. (QS. Ibrahim :7)

Alunan indah lagu Alhamdulillah yang dinyanyikan Opick bersama Amanda mengingatkan kita kembali akan makna satu kata penting dalam hidup kita, yaitu SYUKUR . Kata “syukur” berasal dari bahasa Arab yang dalam kamus Bahasa Indonesia diartikan sebagai: (1) rasa terima kasih kepada Allah, dan (2) untung(lah) yang menyatakan lega, senang, dan sebagainya.

Mengapa kita harus bersyukur, tentunya karena Dia telah memberikan segalanya bagi kita. Kita bisa hidup dengan memakai panca indera kita dan akal kita, sehat jasmani rohani, bisa makan dan minum, bisa mengenyam pendidikan, dan bisa mendapatkan rezeki yang berlimpah serta berbagai kenikmatan dunia lainnya. Termasuk kita wajib bersyukur menjadi seorang Muslim yang merupakan anugerah terindah yang kita miliki karena itu Hidayah Allah SWT yang tidak bisa ditukar dengan apapun.

Kebanyakan manusia tidak memahami bahwa manfaat syukur bukan untuk Tuhan melainkan untuk dirinya sendiri. Allah menegaskan hal tersebut dalam Al Quran (AN-Naml : 40) :

”Dan barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri, dan barangsiapa yang kufur (tidak bersyukur), maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya (tidak membutuhkan sesuatu) lagi Mahamulia”

Artinya disini Allah SWT tidak memerlukan apapun dari manusia, hanya memberi saja tanpa mengharap imbalan apapun. Dengan melakukan syukur kepada Allah, manusia mengakui segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT. Sehingga, manusia yang mampu meneladani Tuhan dalam sifat-sifat-Nya, yaitu yang memberi tanpa menanti syukur (balasan dari yang diberi) atau ucapan terima kasih, akan mencapai tingkat yang terpuji disisi Allah SWT.

Adapun cara bersyukur ada 3 macam, yaitu:

  1. Syukur dengan hati, yaitu merasakan kepuasan batin atas anugerah
  2. Syukur dengan lidah, yaitu dengan mengakui anugerah dan memuji pemberinya dengan mengucapkan ‘Alhamdulillah”.
  3. Syukur dengan perbuatan, yaitu dengan memanfaatkan anugerah yang diperoleh sesuai dengan tujuan penganugerahannya.

Segala aktivitas manusia di waktu siang dan malam atau sepanjang waktu menurut syair Opick hendaknya merupakan manifestasi dari syukurnya. Manusia dituntut mengucapkan Alhamdulillah saat dimana ia merasakan adanya nikmat Ilahi. Hal ini dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW yang tidak jemu-jemunya mengucapkan “Alhamdulillah” pada setiap situasi dan kondisi.

Maka bertasbihlah kepada Allah di waktu kamu berada dipetang hari, dan waktu kamu berada di waktu subuh, dan bagi-Nyalah segala puji di langit dan di bumi dan di waktu kamu berada pada petang hari dan ketika kamu berada di waktu zuhur (Ar Rum: 17-18)

Pulomas, 4 November 2010

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bukti Nyata Power Sosial Media; Jonan, Ahok, …

Prayitno Ramelan | | 23 November 2014 | 10:59

Supermaterial yang Akan Mengubah Wajah Dunia …

Rahmad Agus Koto | | 23 November 2014 | 11:02

Akrobat Partai Politik Soal Kenaikan BBM …

Elde | | 22 November 2014 | 21:45

Awal Musim Dingin di Gunung Manin, Daejeon, …

Ony Jamhari | | 23 November 2014 | 11:49

Saatnya Kirim Reportase Serunya Nangkring …

Kompasiana | | 12 November 2014 | 11:39


TRENDING ARTICLES

Selamat ke Pak Tjip, Elde dan Pakde Kartono …

Pakde Kartono | 8 jam lalu

Kesan-kesan Saya Ikuti Kompasianival 2014, …

Djarwopapua | 16 jam lalu

Catatan Kompasianival 2014: Aksi Untuk …

Achmad Suwefi | 18 jam lalu

Duuuuuh, Jawaban Menteri iniā€¦ …

Azis Nizar | 21 November 2014 22:51

Zulkifli Syukur, Siapanya Riedl? …

Fajar Nuryanto | 21 November 2014 22:00


HIGHLIGHT

Bagaimana Menjadi Penulis Opini, Kuliah …

Hendi Setiawan | 10 jam lalu

Di bawah Alunan Malam …

Arrizqi Titis Anugr... | 10 jam lalu

Cenderamata Kompasianival 2014 …

Mabate Wae | 11 jam lalu

Awal Musim Dingin di Gunung Manin, Daejeon, …

Ony Jamhari | 11 jam lalu

Benarkah Reformasi Birokrasi Harus Dipaksa? …

Efendy Naibaho | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: