
alangkah lucunya negeri ini..... dan kompasiana lebih lucu lagi.
Dibaca: 123
Komentar: 4
2 dari 3 Kompasianer menilai Bermanfaat
PLN byar-pet menjadi-jadi, byar-pet sampai menghabiskan waktu. Waktunya tidurpun si pln masih saja mati, walhasil si ac juga mati. Si abang kepanasan tak bisa tidur, bapaknya mesti kipas-kipas persis seperti sedang nyate. Kipas dan kipas terus, sampe si abang tidur. Tangan terasa ringan membuai si abang sampai ia lelap tertidur. Ini kali yang namanya sengsara membawa nikmat.
Tengah malam si abang terbangun… ngek (suara merengek) begitu suaranya. Minta dipipisin, lalu membawa si abang ke kamar mandi. Walaupun mata mengantuk, tapi langkah serasa ringan, mungkin ini yang namanya sengsara membawa nikmat.
Lagi-lagi terdengar suara si abang, kepengen minum susu dengan dodot kesayangannya. Momminya lelap tertidur, lantas bapaknya yang bikin susu. Lagi-lagi serasa kantuk menghilang. Dengan penuh semangat menyeduh susu. Ya lagi-lagi sungguh sengsara membawa nikmat.
Kumandang adzan subuh nyaring terdengar. Lagi-lagi si bapak lelap tertidur. Akhirnya sholat subuh menjelang pagi (sekitar pukul 6 lewat). Ya Itulah cobaan iman. Menyayangi anak sepenuh hati, tapi menyayangi Allah seperlunya hati. Nah yang ini namanya nikmat membawa sengsara.
(bersambung)
http://hiburan.kompasiana.com/group/humor/2010/10/19/lucunya-punya-anak-kritis/