Back to Kompasiana
Artikel

Agama

Hanan Waskitha

Mahasiswa Teknik Fisika Universitas Gadjah Mada. Mantan santri di salah satu pesantren di Yogyakarta. Sedang selengkapnya

Mempertanyakan Keberadaan Allah

OPINI | 14 October 2010 | 09:43 Dibaca: 1236   Komentar: 23   0

“Di manakah Allah berada?”.

Sebuah pertanyaan mendasar terkait rasa keingintahuan terhadap eksistensi tuhan yang ghaib. Hingga kemudian muncul beberapa hipotesa jawaban dari pertanyaan di atas, di atas Arsykah? Di dalam hatikah? Atau mungkin di dapur? Atau mungkin Allah ada di mana-mana?

Pendapat terakhir di atas jelas tertolak. Jika memang tuhan ada di mana-mana berarti akal rasional akan berkesimpulan bahwa tuhan itu jamak (plural). Padahal sudah dinyatakan dengan jelas dan tegas dalam al-Qur’an bahwa ALLAH ITU AHAD!

Ketika ada pendapat, tuhan bersemayam di atas Arsy, sudah tepatkah? Jawaban yang satu ini memang mengandung unsure kebenaran, namun tidak tepat untuk menjawab kegundahan hati para pencari tuhan. Memang wajar jika Allah bersemayam di atas singgasana-Nya sendiri (Arsy), namun seakan-akan Allah jauh sekali dengan umat manusia. *_*

Kemudian sesaat saya ingat firman Allah surat al-Baqarah: 186,

dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

Ya! Kita tidak perlu banyak mempertanyakan letak Allah! Mau dihitung letak geografis maupun astronomisnya dengan rumus apapun walau melintas jarak 1000 tahun cahaya baik sekarang atau lima puluh tahunlagi tidak akan berhasil! Letak koordinat dan sudut deviasi pasti keberadaan Allah hanya sendiri Allah yang mengetahui. Otak manusia tidak akan mampu menguasai ilmu pasti keberadaan Allah.

Allah itu dekat bung! Jika ingin bukti, mintalah sesuatu maka Allah akan mengabulkannya. PASTI. Baik itu langsung maupun tidak langsung.

Walaupun wujud Allah tak terlihat (kecuali di akhirat nanti), tapi rasakanlah teman, dengan hati terbuka dan pikiran jernih. Pertolongan Allah selalu ada bersama niat baik hamba-Nya. Nama Allah akan selalu abadi di lidah orang-orang yang berdzikir. Jalan Allah selalu menemani langkah kaki hamba yang berjalan Allah dengan mengharap ridho-Nya. Keagungan Allah selalu hadir menenangkan hati gundah hamba yang selalu mengingat-Nya. Luasnya rahmat Allah selalu ada di sekitar hamba-Nya yang selalu bersyukur.

Subhanallah. Terkadang kita merasa jauh dari Allah, padahal Dia selalu dekat dengan kita! Ketika manusia tersesat dan merasa tidak ada lagi pertolongan yang sanggup menolongnya, siapakah yang masih peduli mengasihinya? HANYA ALLAH!

Percayalah, prasangka Allah akan selalu sama dengan prasangka hamba-Nya. Maka berhusnudzonlah kepada Allah, maka Dia akan memberikan yang terbaik. Hidup itu indah, dan akhirat itu lebih indah.^_^

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bledug Kuwu, Fenomena Langka Alam Indonesia …

Agoeng Widodo | | 27 August 2014 | 15:18

Taufik Mihardja dalam Sepenggal Kenangan …

Pepih Nugraha | | 27 August 2014 | 22:34

Ini yang Harus Dilakukan Kalau BBM Naik …

Pical Gadi | | 27 August 2014 | 14:55

Cinta dalam Kereta (Love in The Train) …

Y.airy | | 26 August 2014 | 20:59

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Hilangnya Acara Budaya Lokal di Televisi …

Sahroha Lumbanraja | 10 jam lalu

Lamborghini Anggota Dewan Ternyata Bodong …

Ifani | 11 jam lalu

Cara Mudah Latih Diri Agar Selalu Berpikiran …

Tjiptadinata Effend... | 12 jam lalu

3 Kebebasan di K yang Buat Saya Awet Muda …

Hendrik Riyanto | 13 jam lalu

Boni Hargens cs, Relawan atau Buruh Politik …

Munir A.s | 22 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: