Back to Kompasiana
Artikel

Agama

Hanan Waskitha

Mahasiswa Teknik Fisika Universitas Gadjah Mada. Mantan santri di salah satu pesantren do Yogyakarta. Sedang selengkapnya

Mempertanyakan Keberadaan Allah

OPINI | 14 October 2010 | 09:43 Dibaca: 1219   Komentar: 23   0

“Di manakah Allah berada?”.

Sebuah pertanyaan mendasar terkait rasa keingintahuan terhadap eksistensi tuhan yang ghaib. Hingga kemudian muncul beberapa hipotesa jawaban dari pertanyaan di atas, di atas Arsykah? Di dalam hatikah? Atau mungkin di dapur? Atau mungkin Allah ada di mana-mana?

Pendapat terakhir di atas jelas tertolak. Jika memang tuhan ada di mana-mana berarti akal rasional akan berkesimpulan bahwa tuhan itu jamak (plural). Padahal sudah dinyatakan dengan jelas dan tegas dalam al-Qur’an bahwa ALLAH ITU AHAD!

Ketika ada pendapat, tuhan bersemayam di atas Arsy, sudah tepatkah? Jawaban yang satu ini memang mengandung unsure kebenaran, namun tidak tepat untuk menjawab kegundahan hati para pencari tuhan. Memang wajar jika Allah bersemayam di atas singgasana-Nya sendiri (Arsy), namun seakan-akan Allah jauh sekali dengan umat manusia. *_*

Kemudian sesaat saya ingat firman Allah surat al-Baqarah: 186,

dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

Ya! Kita tidak perlu banyak mempertanyakan letak Allah! Mau dihitung letak geografis maupun astronomisnya dengan rumus apapun walau melintas jarak 1000 tahun cahaya baik sekarang atau lima puluh tahunlagi tidak akan berhasil! Letak koordinat dan sudut deviasi pasti keberadaan Allah hanya sendiri Allah yang mengetahui. Otak manusia tidak akan mampu menguasai ilmu pasti keberadaan Allah.

Allah itu dekat bung! Jika ingin bukti, mintalah sesuatu maka Allah akan mengabulkannya. PASTI. Baik itu langsung maupun tidak langsung.

Walaupun wujud Allah tak terlihat (kecuali di akhirat nanti), tapi rasakanlah teman, dengan hati terbuka dan pikiran jernih. Pertolongan Allah selalu ada bersama niat baik hamba-Nya. Nama Allah akan selalu abadi di lidah orang-orang yang berdzikir. Jalan Allah selalu menemani langkah kaki hamba yang berjalan Allah dengan mengharap ridho-Nya. Keagungan Allah selalu hadir menenangkan hati gundah hamba yang selalu mengingat-Nya. Luasnya rahmat Allah selalu ada di sekitar hamba-Nya yang selalu bersyukur.

Subhanallah. Terkadang kita merasa jauh dari Allah, padahal Dia selalu dekat dengan kita! Ketika manusia tersesat dan merasa tidak ada lagi pertolongan yang sanggup menolongnya, siapakah yang masih peduli mengasihinya? HANYA ALLAH!

Percayalah, prasangka Allah akan selalu sama dengan prasangka hamba-Nya. Maka berhusnudzonlah kepada Allah, maka Dia akan memberikan yang terbaik. Hidup itu indah, dan akhirat itu lebih indah.^_^

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Real Madrid 1 – 0 Bayern Muenchen …

Arnold Adoe | | 24 April 2014 | 04:37

Sebenarnya, Berapa Sih Jumlah Caleg Gagal di …

Politik 14 | | 23 April 2014 | 14:46

Rp 8,6 Milyar Menuju Senayan. Untuk Menjadi …

Pecel Tempe | | 24 April 2014 | 03:28

Pojok Ngoprek : Tablet Sebagai Pengganti …

Casmogo | | 24 April 2014 | 04:31

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Prabowo Beberkan Peristiwa 1998 …

Alex Palit | 6 jam lalu

Capres Demokrat Tak Sehebat Jokowi, Itu …

Dini Ambarsari | 9 jam lalu

Salah Kasih Uang, Teller Bank Menangis di …

Jonatan Sara | 9 jam lalu

Salah Transfer di Internet Banking …

Ifani | 11 jam lalu

Hotman Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 20 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: