Back to Kompasiana
Artikel

Agama

Kornelius Ginting

yang tertulis akan abadi dan yang terucap akan berlalu bersama angin -”Scripta manet verba volant”. http://gintingkornelius.blogspot.com/ selengkapnya

Konsep Ketuhanan Secara Kristiani (Sebuah Opini)

OPINI | 12 October 2010 | 06:41 Dibaca: 633   Komentar: 0   0

Hari ini ada seorang teman yang menanyakan konsep KeTuhanan secara Kristiani, agak sulit saya menjawab pertanyaan tersebut dikarenakan saya bukan ahlinya dan juga takut membuka ruang perselisihan karena Konsep ini berbeda untuk masing - masing indvidu dan juga untuk masing - masing kepercayaan, tetapi dikarenakan ini merupakan tugas dari kampus dimana beliu menimba ilmu maka saya bersedia membantunya.

Dan ini jawaban saya mengenai Konsep Ketuhanan secara Kristiani, menurut saya pribadi. konsep iman terhadap Tuhan sudah termaktub didalam doa Aku Percaya. Seperti ini :

Aku percaya kepada Allah Bapa yang Mahakuasa khalik langit dan bumi, dan kepada Yesus anaknya yang tunggal Tuhan kita yang dikandung dari Roh Kudus lahir dari anak dara Maria yang menderita sengsara di bawah pemerintahan pontius pilatus, disalibkan, mati dan dikuburkan turun kedalam kerajaan maut. Pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati, naik ke surga duduk di sebelah kanan  Allah bapa yang Maha Kuasa. Dan akan dari sana IA akan datang untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati. Aku percaya kepada Roh Kudus , gerja yang kudus dan Am, persekutuan orang kudus, pengampunan dosa, kebangkitan tubuh dan hidup yang kekal Amien

Dari sini saya menyimpulkan bahwa sebagai orang kristiani, saya pribadi mengimani ke Tritunggalan ALLAH, Yaitu Allah Bapa, Allah Putra dan Allah Roh kudus. Dalam hal ini juga saya pribadi percaya bahwa yang tertulis dalam ALKITAB adalah benar merupakan Wahyu dari Tuhan yang ditulis oleh tangan manusia agar dapat di aplikasikan di dalam kehidupan ini. Dan konsep dasar Iman Kristiani yang terbesar menurut saya adalah pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib, dimana Dia benar - benar mengajarkan kasih secara nyata. Saat itu Dia punya kekuatan untuk melawan dengan segala kekuasaan yang DIA miliki tapi DIA tidak menggunakannya. Hal ini sama dengan ajaran Kasih dariNya, Jika engkau di tampar pipi kiri, maka berikanlah pipi kananmu. Bahkan ketika Dia di salib Dia tetap mendoakan orang yang menyalibNya (Bapa ampunilah kesalahan mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka lakukkan).

Kembali ke topik, secara pribadi saya percaya Bahwasannya Yesus, Allah dan Rohul Kudus adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Dimana sebagai umat yang percaya kepada Tuhannya , saya akan berusaha keras untuk mengaplikasikan semua ajaran Kristus didalam kehidupan pribadi. Sehingga tujuan akhirnya adalah memancarkan kasih setia yang kalau bisa se sempurna diriNya.

Siapa yang Tahu….

Salam Damai…

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kalahkan Norwich, Liverpool Kian Dekat …

Achmad Suwefi | | 20 April 2014 | 19:54

Ketagihan “Pecel Senggol” …

Hendra Wardhana | | 20 April 2014 | 16:01

Kebijakan Mobil LCGC Yang Akhirnya Membebani …

Baskoro Endrawan | | 20 April 2014 | 13:30

My Mother Is…? …

Salmah Naelofaria | | 20 April 2014 | 15:03

[Puisi Kartini] Petunjuk Akhir Event Puisi …

Fiksiana Community | | 20 April 2014 | 09:25


TRENDING ARTICLES

Awas Pacaran Sama Bule Player! Tips dari …

Cdt888 | 13 jam lalu

Mari Jadikan Sekolah Benar-Benar Sebagai …

Blasius Mengkaka | 15 jam lalu

Hargai Pilihan Politik Warga Kompasiana …

Erwin Alwazir | 15 jam lalu

Mandi Air Soda di Kampung, Ajaib! …

Leonardo Joentanamo | 16 jam lalu

Prediksi Indonesian Idol 2014: Virzha …

Arief Firhanusa | 17 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: