Back to Kompasiana
Artikel

Agama

Bambang Priyanto

Lahir di Solo, sekolah dan besar di Jakarta. Sehari-hari sebagai buruh pabrik, menyempatkan diri sebagai selengkapnya

Refleksi Halal Bihalal 1431 H

REP | 08 October 2010 | 04:04 Dibaca: 298   Komentar: 2   0

(Disarikan dari ceramah Prof. DR. KH. M. Quraish Shihab pada acara Halal bi halal 1431 H  PT Indocement  di Aula Masjid As-Salaam, Pabrik Citeureup. Mengangkat tema Bagusnya Silaturahmi, Memperkokoh Kekeluargaan)

Halal bihalal, dua kata berangkai yang sering diucapkan dalam suasana Idul Fitri, adalah satu dari istilah-istilah “keagamaan” yang hanya dikenal oleh masyarakat Indonesia. Halal bi halal tidak berhubungan dengan hukum fiqih Islam yang lima (Halal, Sunah,Haram, Makruh dan mubah).

Dalam pendekatan terminologi ber-halal bihalal merupakan bentuk aktifitas yang mengantarkan para pelakunya untuk menyelesaikan kesulitan dan problem yang menghalang terjalinnya keharmonisan hubungan. Boleh jadi dalam aktifitas sehari-hari kita melakukan/memutuskan sesuatu perkara yang kita anggap adil tetapi melukai hati pihak lain, atau kita tidak melakukan sesuatu yang haram tetapi berperangai dingin, keruh, dan kusut yang membuat orang lain tidak nyaman, retak hubungan dan salah paham. Maka secara kultural perlu diselesaikan secara baik; yang beku dihangatkan, yang kusut diluruskan, dan yang kusut diurai atau dilepaskan. Keretakan hubungan hendaknya disikapi dengan; Menahan amarah (Walkaziminal Ghaiza), Memberi maaf/ memaafkan (Wal’afina Aninnas) dan Melakukan kebaikan kepada orang yang diberi maaf (Wallahu Yuhibbul Muhsinin).

Pesan moral lainnya adalah perlunya kita mengimpelementasikan nilai-nilai silaturahmi yaitu menyambung kasih sayang kepada semua hamba Allah; manusia, tumbuhan, hewan dan lingkungan hidup. Itulah nilai universalitas agama berupa pengenalan terhadap Tuhan dan memberikan rasa damai untuk kehidupan; berilah kedamaian sebanyak banyaknya, kalau tidak mampu memberi jangan mengambil hak orang lain. Untuk mencapai Bagusnya Silaturahmi harus dengan hati karena semakin erat hubungan maka semakin banyak yang dapat dihasilkan dan bukannya semakin dekat hubungan semakin banyak tuntutan.

Kita harus mendorong diri sendiri dan orang lain sebanyak-banyaknya untuk berbuat baik dan mencegah perbuatan munkar segigihnya. Jadilah orang baik dan berbuat kebajikan, tatkala keadaan lapang maupun pas-pasan. Berbuat baik tidak perlu menunggu banyak, akan tetapi kalau dapat banyak itu lebih baik. Dunia ini penuh dengan orang yang nasibnya tidak menyenangkan, maka senangkanlah mereka dengan apa dan seberapa yang kita mampu, sesuai dengan kapasitas masing-masing.

Halal-bihalal yang merupakan tradisi khas bangsa Indonesia merefleksikan bahwa Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin adalah agama toleran, yang mengedepankan pendekatan hidup rukun dengan semua agama. Perbedaan agama bukanlah tanda untuk saling memusuhi dan mencurigai, tetapi hanyalah sebagai sarana untuk saling berlomba-lomba dalam kebajikan. Ini sesuai dengan Firman Allah, Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (QS. Al Hujarat : 13)

Tags: add new tag

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kyai Jumairi dan Pengobatan Orang Stress …

Junanto Herdiawan | | 15 September 2014 | 21:54

Wisata Murah Meriah di Pinggir Ibukota …

Agung Han | | 16 September 2014 | 03:59

Asuransi Kesehatan Komersial Berbeda dengan …

Ariyani Na | | 15 September 2014 | 22:51

Awas Pake Sepatu/Tas Import kena …

Ifani | | 16 September 2014 | 06:55

Nangkring Bareng Paula Meliana: Beauty Class …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 10:14


TRENDING ARTICLES

Ternyata Ahok Gunakan Jurus Archimedes! …

Tjiptadinata Effend... | 2 jam lalu

Revolusi Mental, Mungkinkah KAI Jadi …

Akhmad Sujadi | 4 jam lalu

RUU Pilkada: Jebakan Betmen SBY buat Jokowi, …

Giri Lumakto | 10 jam lalu

Timnas U-23 Pimpin Grup E Asian Games …

Abd. Ghofar Al Amin | 11 jam lalu

Festival Film Bandung, SCTV, dan Deddy …

Panjaitan Johanes | 18 jam lalu


HIGHLIGHT

Aceh Semakin Terpuruk …

Jeffry Watumena | 7 jam lalu

Safe Area Goradze: Sebuah Komik Tentang …

Achmad Hidayat | 7 jam lalu

Benarkah Menara Saidah Miring? …

Jonatan Sara | 7 jam lalu

Wahai Guru Indonesia, Tidak Semua Hal di …

Vera Wati | 8 jam lalu

Jika (Calon) Istri Menyembunyikan Status …

Syaiful W. Harahap | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: