Back to Kompasiana
Artikel

Agama

Haniva Az Zahra

a psychologist to be. jangan pernah takut belajar untuk menjadi lebih baik. karena itu salah selengkapnya

Keutamaan Surat Al-Kahfi

OPINI | 29 September 2010 | 01:03 Dibaca: 11899   Komentar: 5   0

Al Kahfi adalah salah satu surat yang memiliki keutamaan yang luar biasa. Ada dua keutamaan surat al kahfi, pertama adalah karena Rasulullah selalu rutin membacanya di hari jumat karena akan diampuni segala dosa yang kita perbuat dari jumat ke jumat. Kedua adalah jaminan bagi orang yang membaca surat Al kahfi adalah akan terpelihara dari gangguan Dajjal. Dalam surat al kahfi sebenarnya diceritakan empat cerita besar yang bisa kita ambil pelajarannya. Surat al kahfi juga merupakan surat pekanan atau surat yang dianjurkan untuk dibaca di setiap pekan. Al kahfi juga bisa menolong kita dari gangguan Dajjal, maka ada nasihat yang berkata bahwa apabila kita bertemu Dajjal maka dipersilakan untuk meludah ke sebelah kiri dan membaca sepuluh ayat terakhir dari surat ini.

Seperti yang sudah disebutkan di atas, ada empat cerita besar dalam surat al kahfi. Kali ini, penulis mencoba untuk menelaah nya satu persatu. Pertama, adalah cerita tentang pemuda yang menyelamatkan akidah mereka. Ya, ini cerita tentang Ashabul Kahfi. Peristiwa seluar biasa peristiwa ini adalah kemudahan bagi Allah swt untuk dijalankan. Cerita tentang pemuda yang tertidur selama beratus ratus tahun ini adalah tanda bahwa yang kita butuhkan adalah petunjuk agar kita tetap mampu bertahan di jalan yang lurus. Bahwa Allah swt selalu ada bagi hambanya yang membutuhkan pertolonganNya. Dari cerita ini kita bisa mengambil pelajaran, bahwa bersabarlah berada di dalam jalan dakwah, kita perlu keteguhan hati berada di dalam jalan ini, butuh kekonsistenan, butuh mental yang pantang menyerah.

Ada tiga ciri dari jalan dakwah. Pertama, jalan dakwah adalah jalan yang sangat panjang dan berliku. Sehingga membuat jalan dakwah bukanlah jalan yang mudah untuk dilalui. Kedua, jalan dakwah pun hanya memiliki sedikit SDM, hanya sedikit orang yang mau bersusah payah bertahan di jalan ini, karena banyak orang lebih senang berada di jalan yang menawarkan kemudahan dunia. Terakhir adalah beban di jalan dakwah sangat lah banyak, sehingga jelas dibutuhkan orang orang yang luar biasa untuk berada di dalamnya. Akidah adalah pondasi utama, sedang jalan dakwah adalah bukti konkret kita dalam berakidah.

Cerita kedua adalah tentang fitnah harta. Ada dua orang berbeda yang memiliki sikap berbeda terhadap harta yang mereka punya. Satu orang sangat menyadari bahwa semua itu adalah titipan Allah, sedangkan yang lain lupa dan menganggap bahwa itu adalah kerja kerasnya. Satu hal lagi yang bisa kita dapatkan dari sin adalah kesadaran bahwa segala sesuatu yang kita miliki di dunia adalah titipan dari Allah, Allah berhak mengambil nya kapanpun Ia mau.

Cerita ketiga adalah cerita tentang penyikapan kita terhadap ilmu. Kali ini cerita tentang nabi Musa yang serba tahu dan memiliki banyak sekali ilmu. Sampai pada suatu ketika nabi Musa khilaf dan lupa bersyukur serta lupa bahwa ada Allah yang Maha Mengetahui yang mengizinkannya untuk bisa mengetahui tentang banyak hal. Kemudian juga dilanjutkan tentang kisah nabi Musa dan nabi Khidir, yang pada akhirnya bisa menyadarkan bahwa nabi Musa bukanlah satu satunya orang yang paling pintar, dan selalu saja ada hal hal yang kita tidak ketahui dari dunia yang begitu luas. Kerendahhatian adalah hal yang aneh, dia pergi saat kita menyadari bahwa kita memilikinya. (2010)

Terakhir, adalah cerita tentang penyikapan terhadap kekuasaan. Cerita tentang benteng besi yang dibangun Zulkarnaen dan tidak bisa ditembus oleh siapapun. Kemudian ditutup dengan sepuluh surat terakhir berisi nasihat bahwa orang yang beriman dan beramal sholeh pasti akan masuk ke dalam surga. Maka yang harus kita lakukan sebagai umat yang merindukan surga adalah bekerja dengan amalan sholihah dan jangan pernah menduakanNya.

Surat al kahfi mengajarkan empat prinsip saat kita menjalani kehidupan di dunia yang penuh dengan ujian. Empat cerita yang mengajarkan hikmah dan jawaban tentang bagaimana penyikapan terbaik terhadap segala ujian yang pasti kita alami saat menjalani kehidupan. Manusia terbaik adalah manusia yang mampu mengambil pelajaran dalam kehidupan ini, maka ketika Al Kahfi mengajarkan banyak pelajaran semoga kita semua mampu untuk menarik hikmah dan mengaplikasikannya dalam kehidupan.

*Tulisan ini dibuat sebagai refleksi diri, setelah kajian bersama dalam acara Kajian Fiqih PerempuanĀ  PPSDMS Putri NF dengan Usth Eko Yuliarti S.Pd.I agustus 2010.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Lewis Hamilton Akhirnya Juara Dunia GP …

Hery | | 24 November 2014 | 21:17

Parade Foto Kompasianival Berbicara …

Pebriano Bagindo | | 24 November 2014 | 18:37

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11

Berbisnis Buku Digital: Keuntungan dan …

Suka Ngeblog | | 24 November 2014 | 18:21

Olahraga-olahraga Udara yang Bikin Ketagihan …

Dhika Rizkia | | 11 November 2014 | 13:41


TRENDING ARTICLES

Tjiptadinata, Menang Karena Senang …

Felix | 8 jam lalu

Butuh Rahma Azhari untuk Bekuk Filipina? …

Arief Firhanusa | 10 jam lalu

Tanggapan Negatif Terhadap Kaesang, Putera …

Opa Jappy | 12 jam lalu

Sikap Rendah Hati Anies Baswedan dan Gerakan …

Pong Sahidy | 12 jam lalu

Putra Presiden Konsumsi Babi …

Muhammad Armand | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Nasib atau Takdir? …

Imam Sr | 7 jam lalu

Tips Tampil PD ala Kispray …

Sandra Nurdiansyah | 8 jam lalu

Cinta Tak Melulu Indah …

Anugerah Oetsman | 8 jam lalu

Lisa Rudiani, Cantik, Penipu dan Pencuri …

Djarwopapua | 8 jam lalu

Revolusi Biru …

Dinoto Indramayu | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: