Back to Kompasiana
Artikel

Agama

Renungan Agama Membangun Eksistensi Manusia

REP | 27 September 2010 | 14:11 Dibaca: 74   Komentar: 0   0

“Agama”, pandangan dan pedoman hidup setiap manusia yang meyakini adanya kekuasaan di atas segalanya; pandangan dan pedoman hidup setiap manusia yang meyakini akan kehidupan berkelanjutan setelah hidup di dunia; pandangan dan pedoman hidup setiap manusia yang meyakini nilai-nilai perbuatan yang akan dipertanggungjawabkan dihadapan Yang Maha Kuasa; pandangan dan pedoman hidup setiap manusia yang meyakini aturan perintah dan larangan yang harus dilakukan dalam hubungan dengan Tuhannya dan sesama manusia serta makhluk lainnya.
Pandangan hidup manusia dalam segala aktifitas tidak lain hanyalah mengharapkan kebaikan - kebahagian - keselamatan yang haqiqi. Semua ini bisa didapat bila manusia memegang prinsip-prinsip kehidupan sebagai berikut :
a. Pandangan dan pedoman sikap pribadi diharapkan dapat dimiliki setiap pribadi :
1. I’tiqod, memegang keyakinan dengan lurus;
2. Sidiq, memegang teguh kebenaran;
3. Amanah, memegang teguh kejujuran;
4. Adil, berbuat adil untuk dirinya dan sesama;
5. Istiqomah, terus menerus berbuat kebaikan (konsistensi);
6. Ibda bi nafsik, koreksi diri dalam segala perbuatan (instropeksi);
7. Himmah, niat - keinginan dan cita-cita yang kuat;
8. Ghiroh, semangat memperjuangkan cita-cita.

b. Pandangan dan pedoman sikap kebersamaan diharapkan dapat dimiliki setiap pribadi :
1. Rukhama, menebar kasih sayang kepada semua manusia;
2. Ta’ awun, memberikan pertolongan kepada yang membutuhkan;
3. Musawah/muadalah, mengakui kesamaan hak;
4. Iththihad, menjaga persatuan dan kesatuan;
5. Ihtama, memberikan kepedulian manusia dan lingkungan;
6. Tawazun, melakukan sesuatu dengan keseimbangan;
7. Tasamuh, menghormati dan menghargai manusia (toleransi);
8. Tabayun, memberikan penyelesaian masalah (klarifikasi);
9. Tawasuth, memberikan penengah dari perbedaan pendapat (mediasi);
10. Ikhtikaron, selalu bersikap merendahkan diri;

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

5 Kompasianer Beropini tentang Paspampres …

Kompasiana | | 02 September 2014 | 15:41

Keuntungan-keuntungan dari Kasus Florence …

Andreas Ab | | 02 September 2014 | 12:43

Mengapa Plagiarisme Disebut Korupsi? …

Himawan Pradipta | | 02 September 2014 | 11:59

Menyaksikan Sinta Obong di Yogyakarta …

Bugi Sumirat | | 02 September 2014 | 12:19

Inilah Pemenang Lomba Kompetisi Blog ACC! …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 12:25


TRENDING ARTICLES

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 4 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 6 jam lalu

Halusinasi dan Penyebabnya, serta Cara …

Tjiptadinata Effend... | 7 jam lalu

Vonis Ratu Atut Pamer Kekuatan Mafia Hukum …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

3 Langkah Menjadi Orang Terkenal …

Seneng Utami | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: