Back to Kompasiana
Artikel

Agama

Bani Kiber

Pengamat Sosial

Lebaran Ketupat

OPINI | 17 September 2010 | 06:09 Dibaca: 65   Komentar: 0   0

Dalam tradisi masyarakat jawa setelah seminggu lebaran Idul fitri ada hajat bersama ditengah-tengah kehidupan masyarakat dengan berbondong-bondong sejak pagi yang masih agak gelap, serta membawa ketupat dan sayurnya berupa opor ayam, sayur tahu, tempe, lodeh dan sejenisnya dalam merangka acara makan ketupat bersama dan inilah yang disebut dengan lebaran ketupat, biasanya ketupat tersebut dibawa ke masjid sejak pagi yang agak gelap.

Tradisi kupatan merupakan sarana mempererat silaturahmi , agar terjalin kebersamaan ditengah-tengah kehidupan masyarakat setempat dan inilah kebiasan yang banyak ditunggu-tunggu masyarakat sebagai sarana temu saudara dan tetangga di kampung, untuk mempererat hubungan kekeluargaan.

Setelah hidangan siap, bapak Kyai masjid setempat membacakan do’a, dengan selesainya membaca do’a maka ada sebagian panitia yang langsung membagikan ketupat dan sayurnya, sehingga terasa kekeluargaan begitu dekat dengan makan ketupat bersama, sungguh tradisi yang penuh hikmah dan berkah.

Di saat makan ketupat bersama terkadang terjadi suasana gaduh dan ramai, karena menjadi ajang pertemuanĀ  masyarakat kampung. Bertambah seru ketika anak-anak saling berebut hidangan yang disediakan di tradisi ini, dan meleburlah satu sama lain yang saling mengakrabkan. Semua yang hadir nampak menikmati, karena berlangsung penuh keakraban dan kekeluargaan.

Di hari lebaran ketupat ini jejaring sosial Indonesia kiber ( www.kitaberbagi.com ) mengucapkan selamat hari raya ketupat, semoga menjadi tradisi yang bermanfa’at bagi yang melestarikannya, amiens………

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bilangan Bahasa Jawa is Very Difficult …

Eddy Roesdiono | | 25 January 2015 | 13:07

Mengapa Komentar Menkopolhukam Tedjo …

Fandi Sido | | 25 January 2015 | 13:36

Kota Malang: Dulu Ijo Royo-royo, Sekarang …

Sri Krisna | | 25 January 2015 | 13:48

Mereguk Lukisan Mahakarya Sang Pencipta di …

Tjiptadinata Effend... | | 25 January 2015 | 13:01

[Tutorial] Google Hangout dan Cara …

Kompasiana | | 09 January 2015 | 22:15


TRENDING ARTICLES

Surat Terbuka kepada Megawati Sukarnoputri …

Ilyani Sudardjat | 9 jam lalu

Dewasanya Polri, Liciknya Oknum KPK …

Ar Kus | 9 jam lalu

Saran Urgent agar Jokowi Tidak Tumbang di …

Teguh Sunaryo | 12 jam lalu

Sikap Jokowi Menang Tanpa Menyakiti Lawan …

Bagoes Triatmojo | 14 jam lalu

Kekeliruan Hendropriyono dan Tedjo soal …

Muslihudin El Hasan... | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: