Back to Kompasiana
Artikel

Agama

Bani Kiber

Pengamat Sosial

Lebaran Ketupat

OPINI | 17 September 2010 | 06:09 Dibaca: 64   Komentar: 0   0

Dalam tradisi masyarakat jawa setelah seminggu lebaran Idul fitri ada hajat bersama ditengah-tengah kehidupan masyarakat dengan berbondong-bondong sejak pagi yang masih agak gelap, serta membawa ketupat dan sayurnya berupa opor ayam, sayur tahu, tempe, lodeh dan sejenisnya dalam merangka acara makan ketupat bersama dan inilah yang disebut dengan lebaran ketupat, biasanya ketupat tersebut dibawa ke masjid sejak pagi yang agak gelap.

Tradisi kupatan merupakan sarana mempererat silaturahmi , agar terjalin kebersamaan ditengah-tengah kehidupan masyarakat setempat dan inilah kebiasan yang banyak ditunggu-tunggu masyarakat sebagai sarana temu saudara dan tetangga di kampung, untuk mempererat hubungan kekeluargaan.

Setelah hidangan siap, bapak Kyai masjid setempat membacakan do’a, dengan selesainya membaca do’a maka ada sebagian panitia yang langsung membagikan ketupat dan sayurnya, sehingga terasa kekeluargaan begitu dekat dengan makan ketupat bersama, sungguh tradisi yang penuh hikmah dan berkah.

Di saat makan ketupat bersama terkadang terjadi suasana gaduh dan ramai, karena menjadi ajang pertemuan  masyarakat kampung. Bertambah seru ketika anak-anak saling berebut hidangan yang disediakan di tradisi ini, dan meleburlah satu sama lain yang saling mengakrabkan. Semua yang hadir nampak menikmati, karena berlangsung penuh keakraban dan kekeluargaan.

Di hari lebaran ketupat ini jejaring sosial Indonesia kiber ( www.kitaberbagi.com ) mengucapkan selamat hari raya ketupat, semoga menjadi tradisi yang bermanfa’at bagi yang melestarikannya, amiens………

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Wisata Purbalingga] Sepotong Kisah Lingga …

Kandar Tjakrawerdaj... | | 22 December 2014 | 16:24

Percuma Merayakan Hari Ibu! …

Wahyu Triasmara | | 22 December 2014 | 11:58

Tumbangnya Pohon Beringin Tanda Bencana …

Cariefs Womba | | 22 December 2014 | 20:33

Berani Duduk di Bangku Paling Depan—Cupu …

Frida Kurniawati | | 22 December 2014 | 18:22

“Share Your Dreams” dengan Paket …

Kompasiana | | 26 November 2014 | 11:24


TRENDING ARTICLES

Kasih Ibu dalam Lensa …

Harja Saputra | 2 jam lalu

Hebatnya Ibu Jadul Saya …

Usi Saba Kota | 4 jam lalu

Gabung Kompasiana, Setahun Tulis 8 Buku …

Gaganawati | 4 jam lalu

Evan Dimas, Tengoklah Chanathip ‘Messi …

Achmad Suwefi | 11 jam lalu

Dampak ‘Mental Proyek’ Pejabat …

Giri Lumakto | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: