Back to Kompasiana
Artikel

Agama

Jonny Hutahaean

Sarjana Strata 1, hobby membaca

Jenis-jenis Setan

OPINI | 20 August 2010 | 16:22 Dibaca: 1468   Komentar: 1   0

Sesuai jam kerja dan pengalaman dalam menjerumuskan manusia, tingkat senioritas setan itu dibagi tiga kategori.

1. Setan Anak-anak. Jenis setan ini adalah setan yang menjerumuskan manusia dengan cara mencubit anak kecil hingga menangis, menggoda agar bolos dari sekolah atau kantor, atau  lupa beribadah (sholat atau ke gereja). Setan yg menggoda kita agar menunda pekerjaan, terlambat masuk kantor,  termasuk kategori  ini. Setan kategori ini tidak ada apa-apanya, gampang banget dihadapi.

2. Setan Dewasa. Jenis setan inilah yg menggoda manusia untuk merampok, berzinah, membunuh, korupsi, membakar, membinasakan, mengintimidasi, mengancam, memaksa. Biasanya setan ini mudah dikenali karena wajah sangarnya. Kita hanya perlu sedikit beriman untuk dapat menghindarinya, tidak perlu menjadi orang saleh.

3. Setan yg sudah agak tua, berpengalaman. Yang ini yang susah dihadapi, karena setan ini justru memakai ayat-ayat kitab suci, yang sedikit dibengkokkan, dibelokkan, sedemikian halus hingga kita tidak menyadarinya, sehingga kita merasa sedang melaksanakan perintah Tuhan. Setan-setan seperti ini gentayangan dengan cara amat elegan, mereka berilmu, faham ayat-ayat dari kitab suci, terlihat sangat alim, sedemikian alim sehingga kita memandangnya hampir seperti dewa. Mereka sama sekali tidak menunjukkan ciri-ciri setan. Setan inilah sesungguhnya yg paling banyak menjerumuskan manusia, tanpa manusia sadar bahwa dia sudah terjerumus. Setan ini paling banyak mengutip ayat-ayat kitab suci. HATI-HATILAH SAUDARA TERHADAP JENIS SETAN YG SATU INI, BERBAHAYAAAAAAAAA.

TUGAS MANUSIA ADALAH MENJADI MANUSIA, BUKAN MENJADI DEWA, DAN JUGA BUKAN MENJADI SETAN.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kekecewaan Penyumbang Pakaian Bekas di …

Elde | | 25 October 2014 | 12:30

Rafting Tidak Harus Bisa Berenang …

Hajis Sepurokhim | | 25 October 2014 | 11:54

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15

Dukkha …

Himawan Pradipta | | 25 October 2014 | 13:20

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 6 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 12 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 12 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 13 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Tentang Peringatan di Dinding Kereta …

Setiyo Bardono | 7 jam lalu

Musik Adalah Hidup …

Nitami Adistya Putr... | 7 jam lalu

Dilema Struktur Kabinet …

Yanuar Nurcholis Ma... | 8 jam lalu

Untuk Anak-anakku di Negeri Hijrah …

Gayatri Shima | 8 jam lalu

Pengalihan Subsidi BBM …

Kwee Minglie | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: