Back to Kompasiana
Artikel

Agama

Jonny Hutahaean

Sarjana Strata 1, hobby membaca

Jenis-jenis Setan

OPINI | 20 August 2010 | 16:22 Dibaca: 1481   Komentar: 1   0

Sesuai jam kerja dan pengalaman dalam menjerumuskan manusia, tingkat senioritas setan itu dibagi tiga kategori.

1. Setan Anak-anak. Jenis setan ini adalah setan yang menjerumuskan manusia dengan cara mencubit anak kecil hingga menangis, menggoda agar bolos dari sekolah atau kantor, atau  lupa beribadah (sholat atau ke gereja). Setan yg menggoda kita agar menunda pekerjaan, terlambat masuk kantor,  termasuk kategori  ini. Setan kategori ini tidak ada apa-apanya, gampang banget dihadapi.

2. Setan Dewasa. Jenis setan inilah yg menggoda manusia untuk merampok, berzinah, membunuh, korupsi, membakar, membinasakan, mengintimidasi, mengancam, memaksa. Biasanya setan ini mudah dikenali karena wajah sangarnya. Kita hanya perlu sedikit beriman untuk dapat menghindarinya, tidak perlu menjadi orang saleh.

3. Setan yg sudah agak tua, berpengalaman. Yang ini yang susah dihadapi, karena setan ini justru memakai ayat-ayat kitab suci, yang sedikit dibengkokkan, dibelokkan, sedemikian halus hingga kita tidak menyadarinya, sehingga kita merasa sedang melaksanakan perintah Tuhan. Setan-setan seperti ini gentayangan dengan cara amat elegan, mereka berilmu, faham ayat-ayat dari kitab suci, terlihat sangat alim, sedemikian alim sehingga kita memandangnya hampir seperti dewa. Mereka sama sekali tidak menunjukkan ciri-ciri setan. Setan inilah sesungguhnya yg paling banyak menjerumuskan manusia, tanpa manusia sadar bahwa dia sudah terjerumus. Setan ini paling banyak mengutip ayat-ayat kitab suci. HATI-HATILAH SAUDARA TERHADAP JENIS SETAN YG SATU INI, BERBAHAYAAAAAAAAA.

TUGAS MANUSIA ADALAH MENJADI MANUSIA, BUKAN MENJADI DEWA, DAN JUGA BUKAN MENJADI SETAN.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mengintip Kerja Detektif Purbakala …

Dhanang Dhave | | 31 March 2015 | 11:45

Mencari Surga Melalui Film [Review ASDR] …

Agung Han | | 31 March 2015 | 06:01

Jadwal Kegiatan Kompasiana di Bulan April …

Kompasiana | | 31 March 2015 | 18:08

Berpetualang ke Padang Pasir Pinnacles, …

Tjiptadinata Effend... | | 31 March 2015 | 16:45

[Blog&Photo Competition] Saatnya Non …

Kompasiana | | 17 March 2015 | 16:48


TRENDING ARTICLES

Tragis, Indonesia Gagal Lolos ke Piala Asia …

Achmad Suwefi | 6 jam lalu

Psst! Sekarang Ada Front Pembela Ahok …

Pebriano Bagindo | 8 jam lalu

Begini Cara Lesbian Menyalurkan Hasratnya …

Seneng Utami | 10 jam lalu

Kata Siapa #JombloItuSehat? …

Hendra Wardhana | 10 jam lalu

Lucunya BBM Era Jokowi …

Alan Budiman | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: