Back to Kompasiana
Artikel

Agama

Mati Suri (Kick Andy Show Jum’at 13 Agustus 2010)

OPINI | 18 August 2010 | 04:16 Dibaca: 3404   Komentar: 1   0

Saya menonton siaran ulangan Kick Andy show edisi hari jum’at tanggal 13 Agustus 2010 tentang mati suri pada hari sabtu siang, tanggal 14 Agustus 2010 melalui saluran internet di metrotvnews.com. Sungguh suatu pengalaman yang sangat luar biasa yang telah dialami oleh mereka-mereka yang pernah mengalaminya, terutama pengalaman spritual ibu Haslina.

Sekitar tahun 70-an sampai 80-an ket ka saya masih dudukdi bangku sd, smp dan sma, saya pernah membaca cerita bergambar tentang kehidupan setelah mati. pada cerita bergambar itu memang diceritakan apa-apa yang akan ditanyakan oleh malaikat ketika jenazah sudah dikuburkan dan para pengantar jenazah baru saja tujuh langkah meninggalkan tanah pekuburan. Pertanyaannya adalah, siapa Tuhan kamu?, siapa pemimpin kamu, dimama kiblat kamu dan lain-lain. Ternyata pertanyaan pada buku cerita bergambar tersebut sama seperti pengalaman yang telah dialami oleh ibu Haslina ketika untuk beberapa jam lamanya dia dianggap telah meninggal.

Sungguh suatu momen yang sangat tepat Metro TV menghadirkan episode mati suri diawal bulan Ramadhan ini. seperti yang dikatakan oleh ibu Haslina dipenghujung ceritanya kepada Andy F. Noya bahwa dia ingin ceritanya itu dapat diambil hikmahnya oleh para penonton, baik yang berada di studio saat itu maupun yang menontonya melalui siaran televisi dan saluran internet di rumah-rumah.

Pada bulan dimana setiap langkah dan setiap kegiatan yang kita lakukan sebagai umat islam akan diganjar dengan pahala yang berlipat-lipat, mudah-mudahan cerita ibu Haslina dapat menyadarkan kita, betapa pembalasan yang akan diperoleh oleh manusia di akhirat kelak luar biasa pedihnya. karena itu jangan pernah main-main dengan perintah dan larangan Allah SWT.

Seandainya para koruptor dan pejnahat-penjahat kerah putih (terutama) yang telah dengan sistimatis membuat kehidupan rakyat Indonesia sengsara tujuh turunan ikut menontonnya, kita sangat berharap mereka mau berhenti menjadi pencuri uang negara. Bukankah tidak ada gunanya menumpuk harta, apa lagi harta yang diperoleh dengan cara menyengsarakan kehidupan orang banyak? tidak juga uang-uang haram tersebut dapat dipergunakan diakhirat kelak.

Ustadz K.H. Zainuddin MZ dalam salah satu ceramahnya mengatakan bahwa ada dua pertanyaan yang akan diajukan oleh para malaikat kelak di akhirat mengenai harta ini. Pertama dari mana atau dengan jalan apa harta itu diperoleh dan yang kedua untuk apa saja harta itu dipergunakan selama di dunia. Sungguh berat pertanggungjawaban yang harus dipikul si pemilik harta kelak.

Lalu pertanyaannya, mengapa mereka yang saya yakin seyakin-yakinnya tahu bahwa hukum mengambil harta orang lain itu adalah haram dan hukuman yang setimpal akan menanti mereka kelak baik di dunia maupun di akhirat, tetapi mengapa mengambil yang bukan haknya tetap saja dilakukan? bahkan akhir-akhir ini berita di media tentang semakin menggilanya korupsi di segala lini di tanah air semakin membuat kita miris?

Jawabannya, tanyalah pada rumput yang bergoyang.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Pileg] Pertarungan antar “Kontraktor …

Syukri Muhammad Syu... | | 23 April 2014 | 22:57

Pengalaman Jadi Pengamen Pada 1968 – 2013 …

Mas Ukik | | 23 April 2014 | 21:14

Ini yang Penting Diperjelas sebelum Menikah …

Ellen Maringka | | 23 April 2014 | 13:06

Bumiku Sayang, Bumiku Malang …

Puri Areta | | 23 April 2014 | 16:46

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 15 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 17 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 17 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 18 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 19 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: