Back to Kompasiana
Artikel

Agama

Dara Hilda

seorang pelajar SMANSA MEULABOH, Aceh Barat.. masih dalam proses belajar menulis nulis.. salam

Pertanyaan Besar dalam Otakku

REP | 15 August 2010 | 05:17 Dibaca: 105   Komentar: 9   2

kenapa Allah menciptakan kita berbeda beda sedangkan ia hanya ingin di sembah dengan satu cara?

kalau ini di tanyakan berarti kita meanyakan  apa yang di fikirkan tuhan. kalau kita tahu yang di fikirkan tuhan maka tuhan tidak ada hebatnya.

pemikiranini memerlukan pemecahan melalui updatul qubro, yaitu tiga pertanyyaan besar yang harus di jawab oleh manusia

  • untuk apa kita di ciptakan?
  • mau apa kita hidup di dunia ini?
  • akan kemana kita nanti?

semua pertannyaan tersebut akan terjawab  dengan menggunakan potensi akal yang telah di anugrahkan Allah hanya kepada manusia. tiga pertannyaan tersebut dan pertanyaan awal tadi  baru akan terjawab apabila pemikiran kita menyeluruh kedalam tentang : alam semesta, manusia, hidup sebekum kematian dan hidup sesudah kematian. semua akan terhubung dan akan menjadi jaawaban apa yang saya tanyakan.

pertanyaan ini melahirkan terus pertanyaan dengan tak terjawabkan secara utuh karena seperti yang sudah saya sebutkan diatas tak ada manusia yang tau apa yang di fikirkan tuhan. hingga ada suatu akhir yang mungkin belum akhir nantinya akan menimbulkan pemikiran seperti ini

” berarti kita tidak salah jika kita melakukan kesalahan karena itu ingin tuhan membuat manusia yang bersalah dan satu lagi, tuhan menciptakan berarti tuhan butuh terhadap yang di ciptakan atau butuh kawan. nantinya lagi akan terfikir bahwa tuhan itu ada karena kita telah memikirkannya “. dan banyak pemikiran pemikiran lain yang timbul pernah mendengar iblis menggugat tuhan? beginilah jadinya.

solusi besar dari masalah ini adalah kita membutuhkan IMAN.  ini lah pembebeda tuhan yang menciptakan kita. ada batasan yang tak bisa  di lampaui yang menempatkanNya sebagai tuhan yang tak bisa di jangkau. maka dari itu kita utuh iman. taukah tentang Iman? Iman itu bisa di definisikan dengan indah yaitu Iman sebagai kekuatan besar yang mempercayai hal di luar logika atau penghubung penghubung logika. dan kalian pasti tau da yang namanya gila atau tidak waras?  itu adalah batas akhir dari fikiran. maka manusia butuh iman mempercayai hal yang tak mampu untuk di fikir dan di luar logika. semua bisa di jawab hanya dengan iman. kita bbebas berfikir tapi kebebasan kita terbatas ini lah yang membutuhkan iman. dan tuhan tau apa yang dilakukanNya melebihi segala galanya dari kita. setiap yang Ia ciptakan tidak ada kesalahan sedikit pun tujuan Nya.

kita harus mengenal tuhan agar niscaya Iman itu melekat pada diri kita.  untuk lebih mengenal tuhan kenalilah dirimu sendiri maka kita akan mengagumiNya dan percaya padaNya melebihi apapun.  dan kalau kita menanyakan dzat tuhan, jawabannya tidak terjangkau. dzat tuhan tidak mampu dan tidak akan mampu di ukur oleh ilmu sains manapun. itulah hebatnya tuhan kita, tak pernah bisa di jangkau oleh fikiran manusia.

kita fikirkan saja apa yang di ciptakanNya maka kita akan mengenal Dia, Dia dekat dengan kita bahkan melebihi nadi kita sendiri. Dialah Allah ta’ala.allah

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Wisata Purbalingga] Sepotong Kisah Lingga …

Kandar Tjakrawerdaj... | | 22 December 2014 | 16:24

Percuma Merayakan Hari Ibu! …

Wahyu Triasmara | | 22 December 2014 | 11:58

Tumbangnya Pohon Beringin Tanda Bencana …

Cariefs Womba | | 22 December 2014 | 20:33

Melatih Anak Jadi Kompasianer …

Muslihudin El Hasan... | | 22 December 2014 | 23:47

Ibu Renta Itu Terusir …

Muhammad Armand | | 22 December 2014 | 09:55


TRENDING ARTICLES

Penyelidikan Korupsi RSUD Kota Salatiga …

Bambang Setyawan | 6 jam lalu

Akankah Nama Mereka Pudar?? …

Nanda Pratama | 8 jam lalu

Kasih Ibu dalam Lensa …

Harja Saputra | 10 jam lalu

Hebatnya Ibu Jadul Saya …

Usi Saba Kota | 11 jam lalu

Gabung Kompasiana, Setahun Tulis 8 Buku …

Gaganawati | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: