
Seorang Ibu yang sedang belajar menulis, di-Blog, di FB dan di Kompasiana. Insya Allah juga pengin menulis buku, tentang perjuangan dan pengalaman hidupnya dalam membina dan membimbing anak meraih sukses.
Dibaca: 152
Komentar: 0
1 dari 1 Kompasianer menilai Inspiratif
Malam ini suasana sepi suami dan anak-anak ku telah masuk keperaduan, mereka asyik menikmati dunia mereka masing-masing. Habibie sudah berada di tempat tidur ditemani dua ponsel kesayangannya sebuah iPhod dan BB nya, asyik otak-atik di keyped. Gugun asyik diruang computer diruang kerja adiknya, maklum kalau siang hari computer ini dimonopoli Habibie. Jadi dia mengalah memakainya malam harinya. Suami ku tengah asyik pelukan dengan guling kesayangannya ditempat tidur, aku yakin pasti dia belum tidur walau kedua matanya nampak tertutup.
Aku sendiri masih asyik dengan laptop ku membaca-baca email yang seharian belum sempat dibuka. Juga buka facebook melihat wall, barang kali ada tulisan-tulisan baru. Mata ku tertarik membaca sebuah judul yang sangat menarik perhatian ku “Siapkan Surga Untuk Mereka”. Tak terasa air mata ku mengucur deras tak tertahankan. Terbawa emosi pada tulisan yang sangat menyentuh hati ku.
“Sungguh mulia engkau anak ku” begitu kata hatiku.
Surga……
Ya surga, entah mengapa surga lah yang tiba-tiba melesat di pikiranku. Aku pun tak tahu, surga seolah-olah menjadi headline news dan prioritas utama dalam tulisan hidupku saat ini.
Banyak orang yang menganggap ku kuat, namun itu salah.
Semua pengunjung begitu menjagokan ku ketika aku di atas panggung, mereka menyaksikan ku bak pahlawan yang menang menaklukan pertandingan fana. Itu lebih salah.
Aku jauh dari sosok itu. Di hadapan Allah, aku rapuh, kerdil dan tak berdaya.
Ya Allah, aku hebat bukan karena aku. Aku mohon jangan jadikan ini semua ajang kesombonganku yang menarikku menjauhi surgaMu.
Aku hidup didewasakan oleh cinta dari malaikat sekitarku. Betul, aku menyebut mereka sebagai malaikatku. Malaikat yang tidak pernah lelah menemani dan tersenyum kepadaku. Membuka pelukan hangat mereka untukku, disaat yang lain sibuk menyaksikan ketidak sempurnaan ku.
Ya Allah, tidak ada kata seindah puisi. Takkan ada puisi yang mampu melebihi sakralnya do’a. Namun tak akan pantas do’a yang ku lantunkan tanpa kusebut nama mereka.
“Mamah, Papah, mas Frida, mas Mendo, mas Andan, mba Lia, mas Oci, mas Gugun, mba nur dan Rhara”.
Ya Allah, aku bukan siapa-siapa tanpa mereka. Aku juga bukan manusia pilihanMu, yang bisa menjanjikan surga Mu untuk mereka. Tapi aku mohon pada Mu Ya Allah, siapkanlah surga Mu untuk mereka. Bukan karena do’a ku, tapi karena ketulusan mereka hadir di hidup ku. Dan kumpulkanlah kami semua disana.
Ya Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang
Angkatlah mereka para malaikat hidupku , ke tempat yang Engkau muliakan baik di dunia maupun di akhirat. Sungguh ya Allah aku sangat menyayangi mereka sebagaimana mereka menyayangi ku. Hanya kebahagiaan merekalah yang ingin kupenuhi di sisa hidupku,
Catatan hati seorang Habibie Afsyah…. Love you all my Angels <3
Semoga anda tidak meneteskan air mata.
http://www.facebook.com/notes/habibie-afsyah/siapkan-surga-untuk-mereka/132608160110737
Ternyata Habibie telah menyiapkan surga dunia dan akhirat bagi kami semua, keluarga besarnya. Engkau adalah “surgaku nak.”