Back to Kompasiana
Artikel

Agama

Wahyuni Susilowati

pengembaraan raga, penjelajahan jiwa, perjuangan menggali makna melalui rangkaian kata .... ( https://twitter.com/zayshello )

Satu Jengkal Menuju Ramadhan

OPINI | 25 June 2010 | 01:09 Dibaca: 160   Komentar: 0   0

Alhamdulillah, tibalah bulan Rajab dalam putaran almanac Hijriah kita. Tinggal sejengkal –yakni setelah Sya’ban- datanglah dekapan Ramadhan nan dimuliakan. Well, sudah seberapa banyak sih bekal yang kita siapkan untuk berinvestasi dalam tambang emas pahala berlipat ganda yang disediakanNya?

Ubaidah bin Shamit menceritakan bahwa pada suatu hari bulan dalam Ramadhan, Rasulullah Saw bersabda,” Ramadhan, bulan yang diberkati, telah datang pada kalian. Di dalamnya Allah melindungi kalian dan menurunkan rahmat, menghapus kesalahan, dan mengabulkan doa. Allah akan melihat perlombaan kalian di dalamnya dan membanggakan kalian terhadap malaikat-malaikatNya. Lalu mereka (malaikat) memperlihatkan kebaikan kalian di hadapan Allah…” (HR Thabrani).

Yeah, kapan lagi kita nan coreng-moreng dengan dosa ini secara khusus difasilitasi untuk sedikit ‘pamer’ di hadapan makhluk Allah sesuci malaikat kecuali di bulan Ramadhan? Sementara di saat yang sama pula segala tetek bengek yang menteror pikiran kita diredam, kesusahan yang menyesakkan dada diangkat, segenap kebengkokan langkah diluruskan, dan semua kebutuhan hidup mendapat pemenuhan. Lantas apa seluiruh anugerah itu tercurah secara cuma-cuma pada setiap orang dengan begitu saja?

Well, ibarat kata no free lunch in this world, kuncinya sebagaimana tersurat dalam kutipan hadis di atas terletak pada kata perlombaan. Segala jenis lomba dari tingkat RT sampai skala dunia, semuanya akan melahirkan peringkat-peringkat juara dan to be a winner, pastinya perlu persiapan ekstra bagus. Begitu pula kalau kita berharap menjadi salah satu pemenang dalam keberkahan Ramadhan, tentu butuh berbagai perlengkapan agar bisa masuk kualifikasi. Kira-kira apa saja bekal yang harus kita timbun untuk menggali keuntungan maksimal dari Ramadhan tahun ini?

Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy (2000) mengutip Ibn Khuzaimah yang meriwayatkan dari Salman r.a.,” Rasulullah Saw pada hari terakhir dari bulan Sya’ban berkhutbah di hadapan kami. Maka beliau bersabda,’Wahai manusia, sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkatan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan, bulan yang Allah telah menjadikan puasaNya suatu fardhu dan qiyam (shalat) di malam harinya suatu tathawwu’ (sunnah). Barangsiapa mendekatkan dirinya kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya samalah dia dengan orang yang menunaikan satu fardhu di bulan yang lain. Dan barangsiapa menunaikan suatu fardhu di dalam bulan Ramadhan, samalah dia dengan orang yang mengerjakan tujuhpuluh fardhu di bulan yang lain. Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu pahalanya adalah surga. Ramadhan itu adalah bulan memberikan pertolongan dan bulan Allah menambah rezeki para mukmin di dalamnya. Barangsiapa memberi makanan berbuka, di dalamnya pengampunan bagi dosanya dan kebebasan dirinya dari neraka.Orang yang memberikan makanan berbuka puasa baginya pahala orang yang mengerjakan puasa itu, tanpa sedikit pun berkurang (pahala orang yang diberi).

Berdasarkan hadis di atas dapat diklasifikasikan berbagai bekal Ramadhan yang harus disiapkan meliputi :
1. Ilmu
Banyak-banyak deh melahap buku-buku Islami, menyimak tausiyah para da’I di teve atau di radio agar paham betul seluk beluk puasa wajib di bulan Ramadhan serta hal-hal lain yang dapat memberikan nilai tambah bagi ibadah kita. Ilmu pun bermanfaat untuk mempertebal keimanan dan memperkuat tekad kita dalam mensukseskan Ramadhan yang akan segera tiba.
2. Kesehatan
Ikhtiarkan stamina yang bagus dan kondisi yang fit mulai dari sekarang mumpung masih ada waktu pra Ramadhan. Menjaga asupan makanan, rutin berolahraga, cukup istirahat, dan konsultasi dengan dokter bila memiliki penyakit berat agar dapat semaksimal mungkin menjalankan puasa secara penuh. Persiapkan pula kebugaran tubuh untuk menjalani shalat tarawih dan ibadah-ibadah tambahan lainnya sepanjangRamadhan.
3. Pundi-pundi uang
Idealnya sih dari hasil kerja selama 11 bulan sebelumnya, ada pos untuk disimpan sebagai anggaran Ramadhan agar pikiran dan hati lebih khusyu’ beribadah di bulan suci nanti. Anggaran ini dimaksudkan selain untuk kebutuhan logistik keluarga, zakat fitrah, biaya silaturahmi Idul Fitri; juga untuk kepentingan menyantuni para dhuafa agar sedikitnya mereka memiliki makanan yang layak untuk berbuka puasa sepanjang Ramadhan.

Mudah-mudahan Allah Swt memampukan kita semua untuk membekali diri sebaik mungkin hingga dapat memakmurkan Ramadhan sejalan dengan keridhoanNya. Amin.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mahalnya Parkir di Jepang …

Sunardialbanyumasi | | 30 September 2014 | 00:50

Membaca Karakter SBY Lewat Sidik Jari …

Indra Sastrawat | | 30 September 2014 | 10:10

Kesaktian Pancasila, PKI, dan Polemik …

Zulkarnaen Lubis | | 30 September 2014 | 11:34

Mengapa Kelucuan Pelawak Tak Bertahan Lama? …

Odios Arminto | | 30 September 2014 | 02:28

Kamukah Pemenang Sun Life Syariah Blog …

Kompasiana | | 29 September 2014 | 09:44


TRENDING ARTICLES

UU Pilkada, Ahok dan Paham Minoritas …

Edi Tempos | 4 jam lalu

Hobi Berbahaya Anak Muda di Saudi …

Umm Mariam | 5 jam lalu

Inilah Cara SBY Membatalkan UU Pilkada …

Rullysyah | 6 jam lalu

Pembantu yang Berani Mimpi Jadi Big Bos …

Seneng Utami | 8 jam lalu

Meluapkan SBY, Melupakan PS …

Thamrin Sonata | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Wow… SBY Mendapat Penghargaan Doktor …

Dheandra Kusumah | 7 jam lalu

Beberapa Dinas Bebal, Implementasi Perwali …

Surya Rahmah Labetu... | 7 jam lalu

Sektor Kelautan Kini Punya Payung Hukum …

Jejaka Bahari | 7 jam lalu

I’m Jomblo and Very Happy …

Nur Rahma Nisrina H... | 7 jam lalu

Humor Revolusi Mental #012: Mengapa Buah …

Felix | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: