Back to Kompasiana
Artikel

Agama

Ulul Rosyad

Suka nulis apa saja salah satunya di http://www.blogkosutho.com

Mengintip Wanita Teladan

OPINI | 25 May 2010 | 11:51 Dibaca: 691   Komentar: 1   0

Wanita …

Sumber mata air kehidupan. Sebagai air yang menghilangkan dahaga haus. Sebagai air yang mampu membersihkan debu dan kotoran yang menempel di badan. Sebagai air hujan yang mampu menyirami bumi dan menumbuhkan pepohonan dan memberi kehidupan bagi manusia di alam semesta.

Suatu hari saya amat terpukau dengan wejangan guru saya. Beliau mengatakan bahwa kehancuran moral dan perilaku manusia abad modern ini di sebabkan rusaknya moral kaum muslimat. Masih wejangan guru saya, banyak wanita saat ini kekurangan akal dan agama. Memang tidak semua demikian……??????

Tapi hampir rata-rata memang benar-benar kekurangan akal dan agama.

Kita bisa lihat betapa banyak saat ini banyak sekali wanita yang merasa keberatan dan mereka protes akan anjuran Islam untuk menutupi kecantikan wajah dan kemolekan tubuh mereka di hadapan laki-laki yang bukan muhrimnya dan mereka tidak pernah menyadari sama sekali bahwa kecantikan wajah dan tubuh mereka sudah di jadikan alat bisnis dan alat pelecehan martabat wanita.

Masih wejangan guru saya….

Beliau mengatakan bahwa saat ini banyak sekali kaum wanita yang sudah lupa akan perintah Allah untuk selalu menutup aurat. Karena menurut mereka kemajuan itu adalah pakaian terbuka, dansa, minum-minuman dan obat terlarang. Menurut anggapan mereka kemajuan adalah hamil di luar nikah. Membuka paha setinggi mungkin. Kencan dengan pria. Dan bermain mesum di tempat gelap dengan laki-laki yamg bukan muhrim. Maka tidaklah heran betapa amburadulnya moral manusia saat ini.

Rasulullah SWT pernah bersabda “ bahwa wanita utama itu ada tiga. Pertama asiyah isteri fir’aun. Kedua adalah maryam binti imron. Sedangkan yang ketiga adalah khadijah binti khuwailid “. Lantas kenapa khadijah masuk dalam kategori wanita teladan?

Sebab khadijah merupakan wanita setia dan wanita yang rela mengobarkan jiwa dan hartanya demi kepentingan suaminya.

Khadijah bahkan rela meninggalkan kepentingan pribadinya demi melayani kebutuhan sang suami dengan pelayanan terbaik.

Coba kita simak rangkaian kisah keteladanan yang luar biasa dari sososk khadijah. Disasat Rasulullah menyukai budak khadijah. Yaitu Zaid bin Haritsah. Khadijah pun dengan sepenuh hati memberiakanya kepada Muhammad. Disaat suaminaya berhasrat mengajak salah seorang anak pamannaya yaitu Ali bin Abi Tholib tinggal di rumahnya iapun dengan lapang dada menyetujuinya, padahal khadijah punya hak penuh atas permintaan suaminya untuk lebih mempertimbangkanya lagi. Betapa tidak….?

Khadijah kaya dan Muhammad miskin, bukankah Khadijah memiliki hak pula untuk menolak permintaan suaminya.

Tapi Khadijah adalah wanita utama yang di muliakan Allah dan dicintai Muhammad. Khadijah bukanlah type wanita egois dan kasar layaknya wanita sombong yang lebih kaya dari suaminya pada zaman sekarang.

Sosok Khadijah ibarat mata air yang memberi kehidupan kepada alam sekitar. Saya sungguh terkesan kepada pribadi Khadijah sasat pertolonganya kepada Nabi SAW sang suami tercinta. Dialah yang memotivasi Rasulullah disaat menanggung beban yang begitu kejam dari uamatnya.

Maka tidaklah heran jika Nabi pernah bersabda, “ sebaik-baiknya wanita surga adalah maryam binti imron dan khadijah binti Khuwailid” (HR.Bukhari)

Wahai kaum muslimat, bisakah engkau mengekspresiakan cinta kalian seperti cintanya Khadijah kepada Nabi SAW?

Tags: idaman wanita

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Paskah di Gereja Bersejarah di Aceh …

Zulfikar Akbar | | 19 April 2014 | 08:26

Apakah Pedofili Patut Dihukum? …

Suzy Yusna Dewi | | 19 April 2014 | 09:33

Jangan Prasangka Pada Panti Jompo Jika Belum …

Mohamad Sholeh | | 19 April 2014 | 00:35

Perlukah Aturan dalam Rumah Tangga? …

Cahyadi Takariawan | | 19 April 2014 | 09:02

Memahami Skema Bantuan Beasiswa dan Riset …

Ben Baharuddin Nur | | 18 April 2014 | 23:26


TRENDING ARTICLES

Sstt, Pencapresan Prabowo Terancam! …

Sutomo Paguci | 4 jam lalu

Paskah di Gereja Bersejarah di Aceh …

Zulfikar Akbar | 5 jam lalu

Mengintip Kompasianer Tjiptadinata Effendi …

Venusgazer™ | 11 jam lalu

Suryadharma Ali dan Kisruh PPP …

Gitan D | 12 jam lalu

Kasus Artikel Plagiat Tentang Jokowi …

Mustafa Kamal | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: