Back to Kompasiana
Artikel

Agama

Ulul Rosyad

Menyukai hal yang berbau misteri dan tempat bersejarah. http//www.akarasa.com

Mengintip Wanita Teladan

OPINI | 25 May 2010 | 11:51 Dibaca: 693   Komentar: 1   0

Wanita …

Sumber mata air kehidupan. Sebagai air yang menghilangkan dahaga haus. Sebagai air yang mampu membersihkan debu dan kotoran yang menempel di badan. Sebagai air hujan yang mampu menyirami bumi dan menumbuhkan pepohonan dan memberi kehidupan bagi manusia di alam semesta.

Suatu hari saya amat terpukau dengan wejangan guru saya. Beliau mengatakan bahwa kehancuran moral dan perilaku manusia abad modern ini di sebabkan rusaknya moral kaum muslimat. Masih wejangan guru saya, banyak wanita saat ini kekurangan akal dan agama. Memang tidak semua demikian……??????

Tapi hampir rata-rata memang benar-benar kekurangan akal dan agama.

Kita bisa lihat betapa banyak saat ini banyak sekali wanita yang merasa keberatan dan mereka protes akan anjuran Islam untuk menutupi kecantikan wajah dan kemolekan tubuh mereka di hadapan laki-laki yang bukan muhrimnya dan mereka tidak pernah menyadari sama sekali bahwa kecantikan wajah dan tubuh mereka sudah di jadikan alat bisnis dan alat pelecehan martabat wanita.

Masih wejangan guru saya….

Beliau mengatakan bahwa saat ini banyak sekali kaum wanita yang sudah lupa akan perintah Allah untuk selalu menutup aurat. Karena menurut mereka kemajuan itu adalah pakaian terbuka, dansa, minum-minuman dan obat terlarang. Menurut anggapan mereka kemajuan adalah hamil di luar nikah. Membuka paha setinggi mungkin. Kencan dengan pria. Dan bermain mesum di tempat gelap dengan laki-laki yamg bukan muhrim. Maka tidaklah heran betapa amburadulnya moral manusia saat ini.

Rasulullah SWT pernah bersabda “ bahwa wanita utama itu ada tiga. Pertama asiyah isteri fir’aun. Kedua adalah maryam binti imron. Sedangkan yang ketiga adalah khadijah binti khuwailid “. Lantas kenapa khadijah masuk dalam kategori wanita teladan?

Sebab khadijah merupakan wanita setia dan wanita yang rela mengobarkan jiwa dan hartanya demi kepentingan suaminya.

Khadijah bahkan rela meninggalkan kepentingan pribadinya demi melayani kebutuhan sang suami dengan pelayanan terbaik.

Coba kita simak rangkaian kisah keteladanan yang luar biasa dari sososk khadijah. Disasat Rasulullah menyukai budak khadijah. Yaitu Zaid bin Haritsah. Khadijah pun dengan sepenuh hati memberiakanya kepada Muhammad. Disaat suaminaya berhasrat mengajak salah seorang anak pamannaya yaitu Ali bin Abi Tholib tinggal di rumahnya iapun dengan lapang dada menyetujuinya, padahal khadijah punya hak penuh atas permintaan suaminya untuk lebih mempertimbangkanya lagi. Betapa tidak….?

Khadijah kaya dan Muhammad miskin, bukankah Khadijah memiliki hak pula untuk menolak permintaan suaminya.

Tapi Khadijah adalah wanita utama yang di muliakan Allah dan dicintai Muhammad. Khadijah bukanlah type wanita egois dan kasar layaknya wanita sombong yang lebih kaya dari suaminya pada zaman sekarang.

Sosok Khadijah ibarat mata air yang memberi kehidupan kepada alam sekitar. Saya sungguh terkesan kepada pribadi Khadijah sasat pertolonganya kepada Nabi SAW sang suami tercinta. Dialah yang memotivasi Rasulullah disaat menanggung beban yang begitu kejam dari uamatnya.

Maka tidaklah heran jika Nabi pernah bersabda, “ sebaik-baiknya wanita surga adalah maryam binti imron dan khadijah binti Khuwailid” (HR.Bukhari)

Wahai kaum muslimat, bisakah engkau mengekspresiakan cinta kalian seperti cintanya Khadijah kepada Nabi SAW?

Tags: idaman wanita

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bukti Nyata Power Sosial Media; Jonan, Ahok, …

Prayitno Ramelan | | 23 November 2014 | 10:59

Curhat Kang Emil pada Ko Ahok di …

Posma Siahaan | | 23 November 2014 | 16:12

Menikmati Kompasianival 2014 Lewat Live …

Gaganawati | | 23 November 2014 | 06:26

Saliman, Buruh Biasa yang Cepat Tangkap …

Topik Irawan | | 23 November 2014 | 16:44

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11


TRENDING ARTICLES

Selamat ke Pak Tjip, Elde dan Pakde Kartono …

Pakde Kartono | 12 jam lalu

Haru Biru di Kompasianival 2014 …

Fey Down | 17 jam lalu

Kesan-kesan Saya Ikuti Kompasianival 2014, …

Djarwopapua | 20 jam lalu

Catatan Kompasianival 2014: Aksi Untuk …

Achmad Suwefi | 22 jam lalu

Duuuuuh, Jawaban Menteri ini… …

Azis Nizar | 21 November 2014 22:51


HIGHLIGHT

Aku Muak!!! [Lisal] …

Singgih Swasono | 10 jam lalu

Kalau di Tokyo Berada di Stasiun yang Salah …

Andre Jayaprana | 10 jam lalu

High Lifestyle, Low Happiness …

Azzahra Khairunnisa | 10 jam lalu

Is It Date? di Rumah Sakit? …

Irma Sri Nurwati Ut... | 10 jam lalu

Uang Penglaris …

Isti | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: