Back to Kompasiana
Artikel

Agama

Subagyo

Tinggal di Pegunungan di tengah hutan 40 Km Jauh dari kota Pekalongan Tepatnya Desa Sidomulyo selengkapnya

Hidup yang Manfaat bagi Allah

OPINI | 23 May 2010 | 05:43 Dibaca: 316   Komentar: 0   0

Sebenarnya apasih tujuan hidup kita didunia ini apakah kita yang mempunyai kehendak hidup ini sehingga kita berada didunia ini sehingga kita selalu memperturutkan kehendak nafsu kita sendiri sehingga kita akan bangga dengan kekhusu’an kita dalam sholat bangga dengan kearifan kita karena kita adalah di anugehari ilmu oleh Allah sehingga kita membuat terperangah ummat atau kita mungkin berbangga dengan kekayaan kita dengan kecantikan atau kegantengan kita dengan kesufian kita dengan zuhud kita.

Ternyata kesemua itu adalah suatu nafsu yang semuanya memperturutkan kehendak kita sehingga kita terbelenggu dengan norma masyarakat akibatnya apabila masyarakat tidak mengakui atau menghormati tentang segala kehendak kita maka kita menjadi sedih tidak percaya diri putus asa dan berkeluh kesah kepada sanak saudara. Itulah apabila kita memperturutkan kehendak kit.

HIDUP INI TELAH DICUKUPKAN

Sebenarnya kita hidup ini adalah atas kehendak Allah Swt sehingga segala kebutuhan kita dari semasih dikandungan ibu sudah dijamin atas keselamatannya makananya kemudian kita lahir kedunia ini tanpa kita membeli susu Allah telah menyediakan melalui ibu dengan kasih sayang Allah yang dilimpahkan ke ibu maka kita dirawat sampai kita dewasa seperti saat ini hal itu tidak terlepas kasih sayang Allah kepada kita kewjiban kita kepada ibu kita hanyalah bahwa kita itu haruslah manjadi anak yang menurut (anut).

Kita bisa merasakan apabila kita rewel maka kita bisa dijewer atau mungkin kita tidak diberi uang jajan atau mungkin dihajar oleh orang tua kita sehingga kita merasakan sakit.

Hal ini bukanlah rasa kesalnya ibu kita terhadap kita melainkan bentuk kasih sayang ibu kepada kita dengan alasan agar kita itu menjadi anak yang penurut tidak bengal yang selalu mengeluh selalu rewel meminta sesuatu harus segera ada banyak tuntutan yang tidak masuk akal . Sebenarnya tidak banyak yang ibu harapkan dari kita hanyalah agar kita itu menjadi anak yang soleh atau solekhah artinya anak yang bisa taat terhadap orang tua.Dengan dicukupinya oleh yang maha berkehendak ibarat kita tidak meminta hidup tetapi Allah memberikanya untuk itu sebagai orang yang berakhlak sudah sepatutnya kita itu berterima kasih dan memuliakan yang memberi dan sebagai rasa imbal balik terhadap yang memberi kita itu maka kita mestinya harus menghargai atau hormat angkat topi atau tabik atau membungkukkan badan atau sujud atau taat atau penurut (anut) apa yang telah dan akan dikehendaki kepada kita (pemberian) dari Allah Swt.

MENGELUH BENTUK PELECEHAN TERHADAP ALLAH
Bila kita itu menjadi orang yang mengeluh selalu meminta diberikan gampang rezeki gampang jodoh gampang segala mengatasi kesulitan kita maka kita sebenarnya telah menghina Allah atau artinya kita mengatakan bahwa Allah bukan rohman rohim wlaupun kita setiap saat membaca Bismillahirohmannirrohim sebenarnya kita adalah melecehkan Allah. Kita hanya pandai berkata tanpa bukti (talk only no action). mungkin kita tidak pernah meninggalkan sholat lima waktu tetapi kita selalu meninggalkan apa makna dari sholat kita.Kita selalu kebingungan bagaimana nasib bisnis kita bila sedang sepi kebingungan bila tak punya uang kebingungan bila tempat kerja kita bangkrut kebingungan bila kita dipecat,kebingungan bila sedang sakit dst. Padahal kita mungkin selalu menjalankan sholat,puasa,zakat, haji tetapi itu berarti kita selalu menyepelekan kehendak Allah.

BERBAIK SANGKA KEPADA ALLAH (khusnudhon billah)

Seperti diterangkan diatas bagaimana kasih sayang seorang ibu agar anaknya menjadi soleh maka ia menjewer anaknya. itu bukan bentuk kebencian seoang ibu terhadap anaknya melainkan bentuk kasih sayang seorang ibu agar anak tersebut menjadi penurut terhadap orang tua. segala disiplin orang tua kita memaksa sholat,sekolah,belajar,makan,minum susu dan sebagainya itu punya maksud baik terhadap anaknya bukan kebencian.

Kita akan menyadari kebenaran itu setelah kita dewasa dan hormat terhadap orang tua . Akhirnya kita berkata oh kalau saja saya dulu tidak dipaksa sholat maka apa jadinya oh kalau kita tidak dipaksa belajar giat maka apa jadinya.Kita mungkin sering berkeluh kesah kepada tetanggaatau teman oh kenapa saya di jadikan seperti ini apa dosa saya. Kenapa Allah begitu kejam dan sebagainya.
Padahal kesemua itu adalah bentuk kasih sayang Allah agar kita itu kembali kepada kekuasaan Allah atau kehendak Allah (Innalillahi wa innalillahi roji’un) segalanya datang dari Allah dan kembali kepada Allah.

Dengan demikian kita selalu berbaik sangka kepada Allah apapun yang diberikan atau dikehendaki Allah biarpun itu menyakitkan hati( kita bagi yang belum terbiasa). Karena tak satupun kejadian dibumi ini tanpa seijinAllah dan tanpa maksud baik dari Allah.

hanya orang yang sudah terbiasa mengembalikan kepada Allah saja yang bisa mengerti akan maksud baik Allah itu atau pada umumnya orang mengatakan mencari hikmah dibalik peristiwa. tetapi sebelum hikmah datang kita selalu berburuk sangka terhadap pemberi peristiwa baik berupa musibah atau kenikmatan dunia.

Kita mungkin selalu menolak atau melawan segala bentuk fitnahan,hujatan,dizalimi orang,penyakit,kematian dan sebagainya padahal kesemua itu tanpa kehendak Allah itu tak mungkin terjadi dan itu adalah bentuk kekuasaan Allah yang ditunjukan kepada kita agar kita itu menyadari bahwa kita itu adalah ummat ciptaanya yang bila tanpa kehendaknya kita bukanlah apa-apa.

BERTAUBAT KEPADA ALLAH

Kita diciptakan dengan penuh kelemahan,lupa dan dosa.
Maka kewajiban kita hanyalah mohon ampun yang sebenar-benarnya ampun (taubatan Nasuha). Segala dosa kita mohonkan ampun kepada Allah dari akhil baligh sampai sekarang karena banyak dosa kecil hingga dosa yang besar yang karena sangat besarnya kesombongan kita sehingga kita tidak bisa melihat dosa kita.

Kita tidak punya pamrih dihadapan Allah hanyalah kita diampuni segala dosanya saja. Tidaklah mengharapka yang aneh aneh karena apabila segala dosa kita telah diampuni maka jelas segalanya telah tersedia. Yaitu kenikmatan yang abadi.

BERSYUKUR ATAS PEMBERIAN NIKMATNYA
Bila kita menjadi orang yang ahli sujud atau taat lalu menerima dengan ikhlas atas segala yang menimpa diri kita. Kewajiban kita lagi yaitu mensyukuri apa yang telah Allah berikan kepada kita baik yang enak maupun tidak enak sekali lagi itu adalah pemberianya maka kewajiban kita sebagai orang yang diberi (amanat) maka kita wajibnya berterima kasih atau bersukur kepada maha pemberi dan janganlah kita meremehkan pemberianya.

Sebagai bentuk syukur kita maka sudah selayaknya kita mengajak teman atau saudara sesama ciptaan Allah agar sekiranya bersama-sama menjadi seorang penurut (sujud) maka kita sampaikan kepada Allah melalui doa tentang nasib saudara kita mohonkan ampun kepada Allah agar saudara kita sesama ciptaan Allah itu bisa diampuni atas segala dosa dan bisa kembali sujud,atau taat alias penurut dihadapan Allah
TAWAKAL KEPADA ALLAH (berserah diri)

kita serahkan segala persoalan hidup ini kepada Allah. Karena Allah adalah sebaik-baiknya maha pengatur. Kita bukanlah apa-apa. Perbuatan baik ataupun perbuatan buruk kita serahkan kepada Allah maha penilai dari segala perbuatan kita sekecil apapun. Sehingga kita tak punya apa-apa alias nol. Kita hanya menyerahkan segala amal yang berkeingingan ibadah saja kepada Allah yaitu dorongan dari malaikat dan perbuatan yang ingin melulu melampiaskan nafsu dunia atau dorongan iblis.

Kita serahkan semua kepada Allah agar Allah lah maha adil dari segala pengadilan. sehingga kita bersih dari perbuatan baik ataupun buruk bersih seperti bayi karena kebaikan dan keburukan kita serahkan kepada Allah.

HIDUP YANG BERMANFAAT BAGI ALLAH

Bila kita telah menyerahkan segala persoalan hidup ini kepada Allah maka kita adalah orang yang kosong tak punya kehendak tak punya apa-apa selain kecenderungan hati ini kepada Allah maka mohon kepada Allah untuk apa hidup ini.

Kita bertanya kepada Allah hidup ini adalah bukan kehendak sendiri bukan keinginan sendiri maka jelas atas kehendakNya maka tiada lain adalah agar bermanfaat bagi yang menghendaki hidup ini.

Kita mempersilahkan kepada Allah agar hidup ini bisa dimanfaatkan oleh Allah terserah Allah mau untuk apa hidup saya ini itu adalah hak Allah janganlah mengandai-andai dan menagih.

Bila sudah kita serahkan hidup ini maka sudah urusan Allah. Kita Cuma menyerahkan hidup ini dan terserah Allah akan memanfaatkan apa hidup ini apakah menjadi alat atau aparat Allah dimuka bumi ini

sehingga ucapanya,penglihatnya,hasrat hatinya,pikiranya, segala tindakanya adalahtidak lepas dari bimbingan Allah. Sehingga bisa bermanfaat bagi Allah otomatis bagi ummat manusia.

Tetapi bila hidup ini tidak akan dimanfaatkan oleh Alllah maka sebaiknya kita segera mohon agar kita dikembalikan kepangkuanNYa saja. Agar hidup ini tidak hanya menjadi sampah yang tiada berarti tak bermafaat bagi sesama manusia apalagi bagi Allah. Semoga Allah selalu membimbing kita semua amien..

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tuntutan Kenaikan Upah Buruh yang Tak …

Agus Setyanto | | 31 October 2014 | 13:14

Soal Pembully Jokowi, Patutkah Dibela? …

Sahroha Lumbanraja | | 30 October 2014 | 20:35

“Nangkring” bareng Tanoto …

Kompasiana | | 27 October 2014 | 10:31

Hanya Kemendagri dan Kemenpu yang Memberi …

Rooy Salamony | | 31 October 2014 | 11:03

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

Inikah Sinyal PKS Bakal Cabut UU Pornografi? …

Gatot Swandito | 3 jam lalu

Hasil Evaluasi Timnas U-19: Skill, Salah …

Achmad Suwefi | 7 jam lalu

Kabinet Jokowi Tak Disukai Australia, Bagus! …

Aqila Muhammad | 7 jam lalu

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | 7 jam lalu

Pencitraan Teruus??? …

Boyke Pribadi | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Senandung Rindu …

Ariesa Putris | 8 jam lalu

Perlukah Bbm Naik Karena Subsidi Jebol? …

Shohibul Hadi | 8 jam lalu

Serba Salah: Jokowi dan AM Tukang Tusuk Sate …

Stephanus Jakaria | 8 jam lalu

Hati Beling …

Binoto Hutabalian | 8 jam lalu

Berkaca Pada Dekrit Presiden …

Haries Sutanto | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: