Back to Kompasiana
Artikel

Agama

Dedy Riyadi

saya hanya ingin jadi terang dunia

Parakletos

OPINI | 20 May 2010 | 07:19 Dibaca: 1086   Komentar: 8   0

Catatan Ringan menjelang hari Pentakosta

Dalam bahasa Yunani, Roh Kudus disebut Parakletos. Parakletos dalam NJV diartikan sebagai “Penolong” (Helper) sedangkan dalam KJV diterjemahkan sebagai “Penentram” (Comforter). Parakletos terdiri dari dua kata yaitu “para” yang arti literalnya adalah “yang berjalan berdampingan (dengan subyek)” dan “kletos” yang artinya adalah “yang dipanggil.” Jadi jika diterjemahkan dalam bahasa keseharian Parakletos artinya “yang ada bersama kita dan biasa kita panggil.” Siapakah dia?

Jawabnya tak lain dan tak bukan adalah TUHAN. Kenapa bisa TUHAN? Di sekeliling kita ada banyak oknum : orang tua, saudara, malaikat, setan, dll. Tapi siapa dari semua itu yang selalu ada bersama kita? Tidak selalu ada bukan? Lalu, siapa yang biasa kita panggil/seru? Katakanlah ada orang yang percaya bahwa di kanan kiri kita ada malaikat pencatat amal dan dosa, mereka selalu ada bersama kita. Tapi apakah pernah kita memanggil mereka? Tentu tidak bukan?

Dengan demikian, hipotesa paling kuat untuk kata “parakletos” adalah TUHAN itu sendiri. Lalu, bagaimana mengimani firman Kristus Yesus ketika DIA berkata akan menurunkan “parakletos” setelah DIA naik? Bagaimana mungkin TUHAN menurunkan TUHAN untuk menggantikan?

Jawabnya adalah masalah otoritas. Kekuasaan/kehendak dari masing-masing “Pribadi” TUHAN. Pahamilah bahwa TUHAN sangat mengasihi manusia. Pertama-tama TUHAN menciptakan manusia dengan sempurna, tetapi ternyata manusia itu melanggar Satu-satunya Peraturan yang diberikan TUHAN yaitu Larangan memakan buah dari pohon di tengah taman Eden. Oleh karena itu TUHAN memberlakukan Peraturan-Peraturan lain yang wajib ditaati dan kalau melanggarnya akan dihukum. Tapi, lagi-lagi TUHAN itu sangat mengasihi manusia. Karena tak ada manusia yang sanggup divonis dengan hukum itu, TUHAN sendiri yang menjalani hukuman itu. Setelah selesai urusan hukum itu, TUHAN pun - lagi-lagi karena sangat mengasihi manusia - berkehendak mendampingi kehidupan manusia itu sampai pada akhir masa. Seperti itulah TUHAN yang diyakini oleh umat Kristen, TUHAN yang MAHA PENGASIH.

Klaim bahwa Parakletos adalah “manusia” perlu ditimbang ulang mengingat arti literalnya yang sangat tidak mungkin diklaim bahwa “ITU” berbentuk orang lain selain kita yang memanggilnya. Karena : “ITU” selalu ada bersama kita, dan “ITU” selalu kita panggil.

Marilah kita selalu membuka hati agar Parakletos itu turun dan terus membimbing kita ..Amien.

Salam

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bukti Nyata Power Sosial Media; Jonan, Ahok, …

Prayitno Ramelan | | 23 November 2014 | 10:59

Bagaimana Menjadi Penulis Opini, Kuliah …

Hendi Setiawan | | 23 November 2014 | 12:04

Akrobat Partai Politik Soal Kenaikan BBM …

Elde | | 22 November 2014 | 21:45

Awal Musim Dingin di Gunung Manin, Daejeon, …

Ony Jamhari | | 23 November 2014 | 11:49

Inilah 3 Pemenang Blog Movement “Aksi …

Kompasiana | | 22 November 2014 | 10:12


TRENDING ARTICLES

Selamat ke Pak Tjip, Elde dan Pakde Kartono …

Pakde Kartono | 10 jam lalu

Kesan-kesan Saya Ikuti Kompasianival 2014, …

Djarwopapua | 18 jam lalu

Catatan Kompasianival 2014: Aksi Untuk …

Achmad Suwefi | 20 jam lalu

Duuuuuh, Jawaban Menteri ini… …

Azis Nizar | 21 November 2014 22:51

Zulkifli Syukur, Siapanya Riedl? …

Fajar Nuryanto | 21 November 2014 22:00


HIGHLIGHT

Di Bawah Alunan Malam …

Arrizqi Titis Anugr... | 13 jam lalu

Cenderamata Kompasianival 2014 …

Mabate Wae | 13 jam lalu

Awal Musim Dingin di Gunung Manin, Daejeon, …

Ony Jamhari | 13 jam lalu

Benarkah Reformasi Birokrasi Harus Dipaksa? …

Efendy Naibaho | 13 jam lalu

Peniti Community, Wadah Kompasianer …

Isson Khairul | 13 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: