Back to Kompasiana
Artikel

Agama

Dedy Riyadi

saya hanya ingin jadi terang dunia

Parakletos

OPINI | 20 May 2010 | 07:19 Dibaca: 1072   Komentar: 8   0

Catatan Ringan menjelang hari Pentakosta

Dalam bahasa Yunani, Roh Kudus disebut Parakletos. Parakletos dalam NJV diartikan sebagai “Penolong” (Helper) sedangkan dalam KJV diterjemahkan sebagai “Penentram” (Comforter). Parakletos terdiri dari dua kata yaitu “para” yang arti literalnya adalah “yang berjalan berdampingan (dengan subyek)” dan “kletos” yang artinya adalah “yang dipanggil.” Jadi jika diterjemahkan dalam bahasa keseharian Parakletos artinya “yang ada bersama kita dan biasa kita panggil.” Siapakah dia?

Jawabnya tak lain dan tak bukan adalah TUHAN. Kenapa bisa TUHAN? Di sekeliling kita ada banyak oknum : orang tua, saudara, malaikat, setan, dll. Tapi siapa dari semua itu yang selalu ada bersama kita? Tidak selalu ada bukan? Lalu, siapa yang biasa kita panggil/seru? Katakanlah ada orang yang percaya bahwa di kanan kiri kita ada malaikat pencatat amal dan dosa, mereka selalu ada bersama kita. Tapi apakah pernah kita memanggil mereka? Tentu tidak bukan?

Dengan demikian, hipotesa paling kuat untuk kata “parakletos” adalah TUHAN itu sendiri. Lalu, bagaimana mengimani firman Kristus Yesus ketika DIA berkata akan menurunkan “parakletos” setelah DIA naik? Bagaimana mungkin TUHAN menurunkan TUHAN untuk menggantikan?

Jawabnya adalah masalah otoritas. Kekuasaan/kehendak dari masing-masing “Pribadi” TUHAN. Pahamilah bahwa TUHAN sangat mengasihi manusia. Pertama-tama TUHAN menciptakan manusia dengan sempurna, tetapi ternyata manusia itu melanggar Satu-satunya Peraturan yang diberikan TUHAN yaitu Larangan memakan buah dari pohon di tengah taman Eden. Oleh karena itu TUHAN memberlakukan Peraturan-Peraturan lain yang wajib ditaati dan kalau melanggarnya akan dihukum. Tapi, lagi-lagi TUHAN itu sangat mengasihi manusia. Karena tak ada manusia yang sanggup divonis dengan hukum itu, TUHAN sendiri yang menjalani hukuman itu. Setelah selesai urusan hukum itu, TUHAN pun - lagi-lagi karena sangat mengasihi manusia - berkehendak mendampingi kehidupan manusia itu sampai pada akhir masa. Seperti itulah TUHAN yang diyakini oleh umat Kristen, TUHAN yang MAHA PENGASIH.

Klaim bahwa Parakletos adalah “manusia” perlu ditimbang ulang mengingat arti literalnya yang sangat tidak mungkin diklaim bahwa “ITU” berbentuk orang lain selain kita yang memanggilnya. Karena : “ITU” selalu ada bersama kita, dan “ITU” selalu kita panggil.

Marilah kita selalu membuka hati agar Parakletos itu turun dan terus membimbing kita ..Amien.

Salam

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | | 25 October 2014 | 17:32

ATM Susu …

Gaganawati | | 25 October 2014 | 20:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 12 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 14 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 15 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 16 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Fakta & Rahasia Saya Tentang Buku …

Indria Salim | 13 jam lalu

Hanya Tontowi/Liliyana di Final Perancis …

Sapardiyono | 13 jam lalu

Pilih Steak Sapi New Zealand Atau Ramen …

Benny Rhamdani | 13 jam lalu

Upacara Adat Satu Suro Kampung Adat Cirendeu …

Sandra Nurdiansyah | 14 jam lalu

50 Yacht Luar Negeri “Serbu” …

Mustafa Kamal | 15 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: