Back to Kompasiana
Artikel

Agama

Azhari

Seorang muslim

Kasih Sayang Allah

OPINI | 15 April 2010 | 23:05 Dibaca: 534   Komentar: 6   1

Muslimstory

Muslimstory

Kasih sayang Allah swt tidak hanya dalam bentuk pemberian Rezeki dan segala kenikmatan di dunia, tetapi juga dengan segala ampunan (maghfirah) yang diberikan Allah swt. Sehingga bagaimanapun besarnya dosa seseorang Allah swt selalu membukakan pintu maaf, kecuali dosa syirik.

Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik. Dan Dia mengampuni dosa selain syirik itu bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya. Siapa saja yang menyekutukan sesuatu dengan Allah, maka sesungguhnya ia tersesat sejauh-jauhnya (An-Nisa’ 116).

Puasa yang akan segera datang merupakan wujud dari kasih sayang Allah swt karena kaum muslimin berkesempatan untuk menghapus dosa-dosanya. Dengan menjalani bulan Ramadhan dengan penuh khusyu’, menghindari segala kemaksiaatan yang dapat merusak ibadah puasa, tidak meninggalkan kewajiban, memperbanyak ibadah-ibadah sunnah dan meminta ampunan atas segala dosa yang telah diperbuat. Insyaallah, di akhir Ramadhan mereka akan kembali kepada fitrahnya (tanpa dosa).

Barangsiapa shaum Ramadhan karena beriman dan ikhlas, maka diampuni dosanya yang telah lalu dan yang sekarang ( HR.Bukhari dan Muslim)

Jadi, seharusnya setiap orang menunggu kedatangan bulan yang mulia ini, karena memperoleh kesempatan untuk meraih ampunan Allah swt dan mendulang pahala yang berlipat ganda dibandingkan bulan-bulan yang lain.

Kasih sayang Allah swt juga ada pada ibadah haji, jika sepulang haji memperoleh haji yang mabrur maka dosa-dosanya dihapuskan dan mereka kembali bersih seperti bayi yang dilahirkan.

Barangsiapa yang melaksanakan ibadah haji ke Baitullah dan tidak mengerjakan rafas (ucapan dan perbuatan kotor) dan tidak pula fasiq (berbuat maksiat), maka ia akan bersih dari dosanya, seperti saat ia dilahirkan oleh ibunya (HR Bukhari dan Muslim).

Bahkan kasih sayang Allah swt ada pada sanksi peradilan (‘uqubat), jika seseorang melakukan kemaksiaatan maka Islam memberikan hukuman tertentu (‘uqubat) dimana menurut para pembela HAM hukuman ini kejam. Berzina misalnya, bagi yang belum menikah (muhshan) jika terbukti berzina maka akan dikenai hukuman 100 kali cambukan (jilid), dengan menjalani hukuman ini maka dosa zinanya dihapuskan. Lebih pedih mana cambukan 100 kali di dunia dibandingkan dengan adzab neraka di akhirat nanti?, tentu saja pilihan hukuman di dunia jauh lebih ringan.

Wanita yang berzina dan pria yang berzina, deralah masing-masing seratus kali (An-Nur 2).

Sehingga wajar saja ketika seorang wanita Ghaimidiyah yang berzina, setelah di rajam hingga mati (karena dia telah menikah/ghairu muhshan) langsung dijebloskan ke syurga (HR Muslim). Karena sebelum di rajam dia telah bertaubat dengan sungguh-sungguh, ketika mati tentu dosa-dosanya telah bersih dan syurgalah balasannya. Dengan kondisi sistem sekuler saat ini, para pelaku kemaksiaatan seperti peminum khamr, penzina, pencuri, bahkan pembunuh tidak dapat peluang untuk menghapus dosa-dosanya di dunia dengan menjalani hukuman (‘uqubat).

Dengan pemahaman di atas maka tidak selayaknya kita putus asa atas segala kemaksiaatan yang pernah kita lakukan, seberapa besarpun dosa yang kita tanggung maka Allah swt selalu memberikan peluang-peluang untuk menghapuskannya. Setelah melakukan taubat, tentu harus melanjutkan kehidupan ini menjadi lebih baik dengan tidak meninggalkan semua kewajiban dan tidak melakukan semua keharaman/kemaksiaatan. Hanya saja adakah kemauan yang kuat untuk selalu menjadi muslim yang lebih baik.

Wallahua’lam

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ada Kain Benang Emas dan Ulos Gendongan Bayi …

Piere Barutu | | 24 April 2014 | 22:40

Lost in Translation …

Eddy Roesdiono | | 24 April 2014 | 22:52

PLN Gagap Online …

Andiko Setyo | | 24 April 2014 | 23:40

Drawing AFC Cup U-19: Timnas U-19 Berpotensi …

Primata Euroasia | | 24 April 2014 | 21:28

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Di Mana Sebenarnya MH370? Waspada Link …

Michael Sendow | 14 jam lalu

Bila Separuh Gaji Karyawan Memang untuk …

Agung Soni | 17 jam lalu

Demam Masha and Bear, Lagi-lagi Film Animasi …

Heru Andika | 21 jam lalu

Senayan, Panggung Baru Para Artis… …

Iswanto Junior | 22 jam lalu

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 23 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: